Free songs
Home / Opini / Saman 12.277 Penari, Naikan ‘Branding’ Gayo

Saman 12.277 Penari, Naikan ‘Branding’ Gayo


Oleh Ismail Baihaqi

TARIAN klosal Saman massal jilid II telah usai di gelar di Kabupaten Gayo Lues dengan memecahkan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang melibatkan 12.277 penari yang berasal dari 45 desa dalam Sebelas Kecamatan.

Sebagaimana diketahui Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu daerah paling miskin se Aceh dan jauh tertinggal dari daerah lain baik terkait masalah pendidikan, kesehatan dan ekonomi .

Berangkat dari hal tersebut, banyak kalangan dari masyarakat, baik mahasiswa dan tokoh masyarakat Gayo Lues, sempat menunai kritik atas pergelaran Tari Saman tersebut yang menilai terlalu berlebihan pagelaran Saman tersebut. Terlebih lagi pagelaran Tari Saman itu dengan kondosi daerah yang masih memprihatinkan.

Miskipun berbagai pro dan kontra akan pagelaran Tari Saman itu, akhirnya mata dunia tertuju ke bumi Seribu Bukit itu. Perhelatan akbar dalam satu dasawarsa terakhir ini telah memecahkan Rekor MURI yang melibatkan 12.277 Penari.

Harapan terbesar dari kesuksesan pagelaran Saman yang bertajuk Saman 10.001 ini, Kabupaten Gayo Lues bercermin, bahwa Saman adalah sumber kehidupan yang layak dipertimbangkan, sehingga bisa membawa Gayo Lues lebih maju dan mampu bersaing dalam dengan daerah lain.

Karena Tari Saman telah mampu membuka mata kita, mata Aceh bahkan nasional hingga ke dunia internasional. Dengan perhelatan seni, semua mata bisa melihat ke Gayo Lues. Ini juga bukti, mata orang tidak hanya melihat Gayo Lues hanya karena adanya pertarungan politik dan citra negatif lainnya.

Belajar dari Saman dan memaknai-nya dalam kehidupan dan sebuah pemerintahan merupakan salah satu tugas kita bersama masyarakat Gayo. Mari bersama sama kita membangun Gayo Lues tercinta mulai dari desa hingga ke kota. Sebagaiman, isyarat yang tersirat dari pagelaran Tari Saman tersebut, yang mampu menakjubkan mata, melalui keterlibatan semua lapisan masyarakat dalam Kabupaten Gayo lues yang kompak dan menarik.

Di samping itu, pakaian kerrawang Gayo yang digunakan para penari juga menunjukan makna tersendiri. Dimana, Kerawang Gayo memiliki makna bahwa dalam pemerintahan urang Gayo yang di sebut sarat opat Reje, Pegawe, Imam, dan Sudere.

Ini artinya, antara umara (pemerintahan) dan ulama (tengku) harus bersinergi membangun daerah supaya lebih maju dan mampu bersaing dengan daerah lain. Seperti yang diperlihatkan dalam gerakan Tari Saman yang serentak kunul sara duk ratip sara anguk.

Semoga Tarian Saman ini bukan hanya hiburan semata bagi masyarakat, tapi bagaimana Tarian Saman tersebut kita memaknai dan memahami mampu menyatukan kita dan membangun bersama sama.

Bukankan sudah terbukti, bahwa Saman 12.227 Penari telah mampu menaikan branding Gayo, khususnya Gayo Lues.

Penulis adalah warga Pining, wartawan LintasGAYO.co dan Mahasiswa IAIN ZCK Langsa.

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top