Free songs
Home / Keber Ari Gayo / Antara Citra dan Dilema di Tari Saman 10.001 Penari

Antara Citra dan Dilema di Tari Saman 10.001 Penari


Oleh: Aminullah (Pendiri Duta Saman Institute)*

TERJADI pro dan kontra terkait pelaksanaan Tari Saman Massal 10.001 peserta yang akan di adakan di Kab. Gayo Lues. Terhadap yang pro, Tari Saman Massal dapat berimplikasi positif terhadap pariwisata dan perkonomian masyarakat Gayo Lues. Dan sebaliknya yang berpandangan kontra terhadap issue ini, mereka beranggapan bahwa ini adalah tindakan pemborosan apalagi ada indikasi dana yang dipakai adalah dana yang seharusnya di peruntukan untuk kemajuan desa.

DSI mengajak kita semua untuk berpikir positif dalam menanggapi issue ini. Selama acara ini terlaksana dengan sumber dana yang dapat dipertanggung jawabkan, seharusnya dapat didukung oleh semua pihak. Kita yakin Pemda Gayo Lues pasti bisa mempertanggung jawabkan sumber dana tersebut. Apabila tidak bisa, tentu akan berimplikasi hukum bagi pejabat terkait.

Ada beranggapan di masyarakat bahwa budaya/seni tidak akan pernah mempengaruhi perekonomian masyarakat. Stigma ini melekat dengan kuat dalam pemikiran kebanyakan masyarakat. Tentu hal ini merupakan pemikiran yang salah. Dewasa ini ekonomi kreatif menjadi salah satu upaya untuk kesejahteraan masyarakat, terutama di era yang penuh persaingan ini.

Kembali kepada event Saman Massal 10.001 peserta yang akan di selenggarakan dalam waktu dekat. Beberapa hal yang menjadi masukan kepada Panitia Pelaksana dan belum terlambat untuk melaksanaknya agar event ini sukses tanpa yang banyak menuai perdebatan, antara lain: Aktif melakukan kerjasama dengan pihat terkait dalam hal Sponsorship, aktif melakukan promosi baik di tingkat nasional maupun internasional, memperdayakan pemuda/i baik yang berada di Gayo Lues atau pun di luar Gayo Lues, dan output dari penyelenggaraan event ini yang ingin kita capai juga harus jelas serta dapat dirasakan masyarakat secara langsung.

Dalam hemat kami ada hal yang lebih penting, dan harus menjadi target utama dari penyelenggaraan ini, yakni bagaimana event ini dapat terlaksana secara berkelanjutan dan menjadi program tahunan pemda Gayo Lues untuk mendatangkan pengunjung lokal maupun internasional.

Sejauh ini, gaung dari Tari Saman tidak sebesar namanya di telinga masyarakat. Bahkan masyarakat masih menganggap Tari Saman adalah tarian yang dimainkan oleh kaum wanita, dimana di daerah asal kita (Gayo) sangatlah tidak elok tarian ini dimainkan oleh wanita.

Disinilah letak urgensi Pelaksanaan Tarian Saman Massal 10.001 yang akan diadakan di Gayo Lues. Event harus menjadi sarana bagi kita untuk memperkenalkan dan memperbaiki citra Tari Saman itu sendiri. Karena Banyak masyarakat luar Gayo Lues belum mendapat informasi yang tepat terkait Tarian Saman.

Oleh sebab itu, ini semua menjadi tugas kita sebagai generasi Gayo untuk terus mengedukasi masyarakat luar dan meluruskan persepsi tentang saman melalui dunia maya yang nota bene sangat akrab dengan kehidupan sehari-hari kita.

Sebagai informasi, Pemuda/i Gayo Lues yang berdomisili di Jabodetabek telah mendirikan Duta Saman Institute (DSI) berbadan hukum yayasan yang bergerak dibidang pelestarian Tari Saman. Saat ini, DSI telah membuat program Samanschool (sekolah saman) sebagai wadah pelatihan tari saman untuk umum. Siapa saja bisa belajar Tari Saman yang berlokasi di Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ataupun inhouse training.

Ada banyak hal yang bisa di eksplorasi dari Tarian Saman, mengingat tarian ini sudah menjadi warisan budaya dunia tak benda, jadi bagi kita masyarakat Gayo seharusnya bersyukur dan harus bisa memanfaatkan kesempatan yang baik ini.

Mari kita gali keuntungan komersil dari Tarian ini, salah satunya peluang ekonomi, peluang kerja, dan peluang explorasi new tourist destinations yang masih terkubur di Gayo Lues. Misalnya: Hutan “Homogen” Pinus, flora dan fauna Gunung Leuser, Puncak Leuser (seharusnya bisa seterkenal puncak Rinjani di NTB), dan masih banyak lagi. Kita memiliki semua itu, hanya saja kita belum sepenuhnya memanfaatkannya. Melalui event akbar Tarian Saman massal 10.001 peserta, kami yakin ada banyak hal yang bisa kita lakukan kedepan. (Rill)

Gambar: Launching “SAMANSCHOOL” di Anjungan Aceh TMII.

Gambar: Acara “Saman on the Road” di Bundaran hotel Indonesia Jakarta Pusat.

Gambar: Latihan Tari Saman “SAMANSCHOOL” di Anjungan Aceh TMII.

 

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top