Free songs
Home / Opini / Belajar Kepada Kehidupan Elang

Belajar Kepada Kehidupan Elang


[Artikel] Rusli Djuned SSn

ELANG merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang di dunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk  mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua,paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya.

Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu untuk terbang.

Pada  saat  itu,elang hanya mempunyai dua pilihan: menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan suatu proses yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi tersebut elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang, berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama elang harus menggesek-gesekan paruhnya pada batu karang sehingga paruh tersebut terlepas dari mulutnya ,kemudian  berdiam  beberapa lama menunggunya paruh baru.

Dengan paruh yang baru tumbuh itu,ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang telah tumbuh,ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan, lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh.

Elang mulai terbang kembali. Elang  mulai bereaksi kembali……dan siap mencakar. Dengan paruh dan cakar baru,elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi.

Dalam kehidupan kita ini selalu penuh dengan dinamika dan kita harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai suatu proses pembaharuan.

Ternyata cerita tentang sang elang itu menarik sebagai dinamika dalam kehidupannya, disaat yang lemah, ia bersabar kemudian berjuang keras untuk  hidup,sehingga ia bisa terbang kembali. Begitu juga dengan kita sebagai manusia wajib berusaha,dan berjuang meraih untuk masa depan .

Setiap manusia selalu ada-ada saja, baik kekurangan dan kelebihan mulai dari mencuri,korupsi,yang paling aneh sampai dengan orang tak bersalah menjadi salah (menzalimi) sehingga masuk kedalam perangkap hukum, secara public dinyatakan bersalah,tetapi dengan hukum Allah belum tentu, kita harus ingat seperti  

Anas ra berkata; Nabi Saw.bersabda; Allah ta’ala berfirman :

”Sesungguhnya jika engkau berdoa mengharapkan kecelakan atas orang lain, karena ia telah menzalimimu dan disamping itu ada orang lain yang berdoa mengharapkan kebinasaan atasmu karena engkau telah menzaliminya, maka bila engkau kehendaki Aku akan mengabulkan atau menangguhkannya sampai hari kiamat dimana Aku akan memberikan ampunan – Ku kepada mu” (Riwayat Al-Hakim).

Dengan demikian menzalimi orang-orang seperti itu yang tidak bersalah katakanlah orang yang berpotensi dapat menghambat perkembangan zaman.

Tetapi mereka-mereka ini tetap bersabar dan juga perjuangan disertai doa untuk menggapai tujuan yang lebih baik, mengasah keahlian baru untuk perkembangan kemasa depan.

Setelah menjalani hukuman tersebut, orang berpotensi itu disukai masyarakat, memberi kepercayaan/mandat untuk menjadi pemimpinnya, seperti beberapa waktu yang lalu masyarakat membincangkan dengan berita Balon Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA), bukan berarti tidak mungkin, barangkali menjadi mungkin, secara observasi halangan terbesar untuk berubah tergantung dengan rakyat maka rakyatlah sang penguasa atas diri kita.

Oleh karena itu, orang yang terzalimi menjadi orang yang diidam-idamkan,sehingga orang yang disukai itu mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemajuan yang akan datang dengan penuh keyakinan.

Seperti elang itu setelah keluar paruhnya dapat terbang kembali, Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita, kita  bukanlah elang, tetapi tehnik kehidupan elang. []

Penulis adalah  alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI) Fakultas Seni Rupa Dan Design sekarang sebagai  Staf Pengajar di Kota Langsa.

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top