Free songs
Home / Kampungku / Semangat Kebersamaan Tim Safari Ramadhan Menuju Linge Mantap

Semangat Kebersamaan Tim Safari Ramadhan Menuju Linge Mantap


Catatan : Mahbub Fauzie*

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tim safari ramadhan tingkat kecamatan Linge kabupaten Aceh Tengah pada bulan suci tahun 1438/2017 ini kembali tuntas mengunjungi kampung-kampung dalam 4 kemukiman di wilayah kecamatan terluas yang terdiri dari 26 kampung definitif dan 2 kampung persiapan itu.

Ada 5 tim safari ramadhan tingkat kecamatan Linge yang dibentuk dan dijadwal bergerak untuk melakukan kunjungan silaturrahmi dalam rangka ‘rihlah’ dan sekaligus beribadah jamaah bersama masyarakat dalam suasana bulan yang penuh ukhuwah dan penuh pencapaian rahmah, maghfirah serta barokah Allah Swt, itu.

Tim pertama dipimpin langsung oleh Camat Linge Drs Jahidin; Tim Kedua dikepalai oleh Kapolsek Linge IPDA Lihairi; Tim Ketiga di bawah komandan Danramil 04 Isaq Kapten Inf Iwan Mulyawan; Tim ke-empat diketuai oleh Ka.KUA Kecamatan Linge Mahbub Fauzie SAg dan Tim ke-lima dipimpin oleh Sekcam Linge Suardi.

Tim juga menyertakan penceramah serta imam yang terdiri dari tokoh agama dan tokoh masyarakat kecamatan ‘berratus hektar hamparan hutan pinus” itu. Diantaranya tokoh adalah: Tgk Jamaluddin mantan Kepala KUA Linge, Tgk Samsu Rijal anggota Komisi MPU Kabupaten Aceh Tengah yang bermukim di Isaq, Tgk Anwar Penyuluh Agama  dan Tgk Ibnu Syahrin staf KUA Linge.

Penceramah dari Polsek AIPDA Erman Nasar Waka dan Brigadir Effendi Basmal yang akrab disaoa ‘Ama’. Juga Serda M Tuah Hasibuan (Tgk Buan) sosok Babinsa berprestasi dari Koramil Isaq yang sering tampil dalam kegiatan agama dan kemasyarakatan. Selanjtnya M Yusuf dari UPT Pendidikan dan Deni Wiraguna SKM dari UPT Kesehatan Puskesmas Isaq.

‘Tetue’ Linge Isaq seperti Tgk Ratibin Aman Samsu yang juga dikenal sebagai tokoh adat dan Tgk M Aji Aman Nikmah serta unsur pemuda kecamatan seperti Juli Isaq. Mereka bersinergis menyertai ‘kelengkapan personil’ bersama tim safari menyampaikan pesan-pesan dan informasi penting sesuai kapasitas dan profesi yang perlu disampaikan dalam kesempatan ber-safari di mesjid/menasah yang dikunjungi.

Jadwal pertama pada hari Rabu (31/5) malam ke-6 ramadhan, kunjungan tim bergerak ke Kemukiman terjauh dan terpelosok yang medan jalannya masih penuh tantangan. Yaitu kemukiman Wihni Dusun Jamat yang terdiri dari 5 kampung, yakni Linge, Jamat, Reje Payung, Delung Sekinel dan Kutereje atau yang sering disebut Kampung ‘Pertik’ penghasil ‘durian Jamat’ itu.

Di kemukiman itu, Camat Linge Drs Jahidin yang baru pulang dari Bandung, sebulan penuh mengikuti Diklat Teknis Pemerintahan bagi Camat 300 Jam Pelajaran Tahun 2017 di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD itu sengaja memilih sasaran kunjungan safari di Kanpung terjauh yaitu Kutereje Pertik. Sementara tim yang lainnya juga menyebar ke 4 kampung tetangga yang jarak antar setiap kampung tidaklah berdekatan dan dibatasi oleh hutan berbukit dan berjurang terjal.

Semangat Kebersamaan

Banyak kesan dan pengalaman yang didapat dalam kunjungan safari di kemukiman Jamat itu. Medan yang penuh tantangan terasa tidak begitu menjadi hambatan bagi semua personil yang ikut dalam tim safari. Selain dari sambutan ramah warga masyarakat pedalaman juga semangat yang tinggi para ‘rijalud-dakwah’ ramadhan dari kecamatan itu, menjadi spirit tersendiri dalam menambah semangat kebersamaan.

“Kesan jaraknya lokasi yang dituju terasa sangat dekat, karena dilandasi niat yang ikhlas serta semangat kebersamaan yang tinggi dalam menjalin silaturrahmi untuk kemaslahatan umat,” demikian ujar Camat Jahidin yang semasa meraih gelar Drs atau Sarjananya di Fakultas Dakwah IAIN Sumatera Utara Medan itu.

Demikian juga, ketika jadwal selanjutnya mengunjungi Kemukiman Singah Mata pada hari Jumat (2/6) malam ke-8 Ramadhan. Lagi-lagi, Rombongan Camat Jahidin pun mengunjungi kampung terjauh, yakni Ise-Ise Jamur Mesin yang perbatasan dengan Kecamatan Pantan Cuaca Kabupaten Gayo Lues. Tim yang lain bersilaturrahmi shalat jamaah Isya’, taraweh dan witirnya di Kampung Owaq/Simpang Linge, Penarun, Lumut termasuk dusun Kala Empo yang berdekatan dengan Blang Lane Ketapang II.

Kunjungan ke tiga pada hari Senin tanggal 5 Juni 2017 bertepatan dengan malam ke-10 Ramadhan tim bertandang di seputaran kemukiman Isaq, pusat kota Kecamatan Linge. Di wilayah ini, Kammpung Despot Linge menjadi sasaran kunjungan Tim Safari yang dipimpin Camat, bersama masyarakat shalat taraweh di mesjid Al-Muhajjirin, nama masjid jamik yang ada di Kampung yang biasa dikenal dengan ‘kampung Apel Despot Gading” itu.

Selanjutnya kunjungan ke-empat pada hari Rabu (7/6) malam ke-12 Ramadhan. Tim mengunjungi kemukiman Gelung Perajah yang terdiri dari Kampung Kemerleng, Simpang Tiga Uning, Pantan Nangka, Mungkur dan Gewat. Serta satu kampung lagi di Kemukiman Singah Mata, yaitu Umang. Di kampung Umang itulah Camat Linge bersama tim ber-safari, sementara tim yang lain berkunjung di kampung-kampung Kemukiman Gelung Prajah, kecuali Gewat.

Kemudian, kunjungan terakhir dalam pergerakan safari ramadhan tingkat kecamatan Linge itu adalah menuju wilayah barat kecamatan yang masih masuk dalam kemukiman Isaq, yaitu Arul Item, Antara, Gemboyah dan Pantan Reduk. Pada hari Jumat (9/6) malam ke-15 Ramadhann

Sungguh, betapa banyak hal-hal indah yang sangat mengesankan dalam kunjungan-kunjungan tim safari kecamatan Linge menuju Linge Hebat. Terutama bagi peserta safari. Semangat jalinan silaturrahmi, baik dari yang mendatangi maupun yang menyambutnya. Sambutan hangat warga masyarakat Linge yang begitu akrab dan bersahabat, mengikis rasa lelah manakala rute perjalanan yang begitu jauh dan berjarak. Luluh rasa lelah, saat mana hati terasa dekat dan tangan berjabat.

Hal lain yang juga mengesankan dan penuh kenangan adalah, ketika menuju kampung yang akan dikunjungi, waktu ‘maghrib-nya’ ketemu di jalan dan di tengah hutan, maka rombongan pun melakukan buka puasa di situ juga. Terkadang di pinggir sungai dan arul yang ada ‘doyahnya’ atau ‘jamur’ (semacam mushala kecil yang banyak didirikan di Gayo ini pada titik-titik tertentu pada arul yang ada aliran air untul peristirahatan musafir.

Menuju Linge Hebat

Keceriaan dan semangat kebersamaan dalam rihlah sekaligus beribadah itu menjadi kesan tersendiri dalam melaksanakan safari ramadhan. Meski terkadang masih banyak hal yang perlu untuk menjadi catatan dan perhatian semua pihak, terutama dalam bagamana upaya bersama segala elemen masyarakat memakmurkan sarana ibadah dengan melibatkan generasi harapan umat di masa depan.

Terperti tersirat dan terucap dalam pesan Pak Camat Linge Drs Jahidin pada setiap kesempatan kunjungan: “Agar semua kita memberikan perhatian khusus kepada generasi muda yg agak menjauh dari sarana ibadah, mereka  lebih memilih ‘masjid’ al-tiada (atau tidak ikut shalat, dan tidak taraweh) ketimbang di masjid al-Suhada,” ujarnya.

Memang, mesti kita akui masih ada anak-anak muda yang dengan semangat keagamaannya memakmurkan masjid/menasah dimana-mana; namun masih banyak juga yang perlu kita rangkul, kita ajak dengan bijak dan kesadaran untuk bagaimana cinta ibadah dan berkepentingan dengan kemaslahatan umat. Suatu aktifitas peningkatan iman dan amal shaleh demi kebahagiaan di dunia dan hari akhir nanti.

Menuju Linge Hebat semua pihak musti terlibat. Umara, ulama, tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan juga masyarakat dan juga segenap unsur sarak opat harus sepakat. Aktifis umat, cerdik pandai dan berbagai elemen masyarakat musti sama-sama memiliki minat dan niat baik ber-itikad memberikan yan terbaik bagi kemaslahatan umat. Demikian pesan dari salah satu penceramah yang ikut dalam kegiatan safari ramadhan kecamatan.

*Mahbub Fauzie, Khadimul Ummah (Pelayan Masyarakat) di KUA Kecamatan Linge dan wartawan LintasGAYO.co

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top