Catatan Redaksi Kopi Gayo Sara Sagi Terbaru

Polemik Klaim Pejuang Kopi Gayo (Tak Harus) Berlanjut

PROTES terhadap pemberitaan klaim pejuang serta duta kopi Gayo ke Uni Eropa oleh salahsatu media online di Aceh kian meluas di medsos, baik di status, komentar-komentar facebook maupun di grup WhatsApp (WA).

Bahkan muncul petisi di www.change.org yang diajukan oleh anak muda Gayo, Hadhara.

Dari pantauan pendukung petisi ini terus bertambah, bahkan belum 24 jam sudah lebih dari seratusan dukungan.

Sebelumnya, nada kecewa terus bergulir di grup WA Yayasan Masyarakat Perlindungan Kopi Gayo (YMPKG) yang beranggotakan para petani, pengurus koperasi, pengurus Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), pemerhati kopi Gayo, eksekutif dari jajaran Pemerintah hingga Kemenkumham RI serta pegiat media yang alang melintang memperjuangkan kopi Gayo hingga ke mancanegara.

(Baca : Klaim Pejuang Kopi Gayo ke Uni Eropa Diklarifikasi)

Kekesalan mereka terhadap pemberitaan tersebut karena dinilai kurang sepadan dengan apa yang sudah dilakukan oleh sosok yang disebut sebagai pejuang kopi Gayo ke Uni Eropa.

Sementara disisi lain, upaya pengenalan kopi Gayo ke Uni Eropa sudah mereka lakukan sejak lama dari hulu hingga hilir dan membuahkan hasil dengan diperolehnya pengakuan dari Uni Eropa, tentu atas dukungan berbagai pihak, termasuk The EU-Indonesia Trade Cooperation Facility (TCF) dan Kemenkum HAM,

Bahkan kopi Gayo sebagai produk Indonesia ‘pertama’ yang dilindungi Uni Eropa dalam daftar Protected Geographical Indications (PGI) atau Indikasi Geografis Terlindungi.

(Baca : Kopi Gayo Produk Pertama Indonesia Diakui Uni Eropa Masuk Daftar PGI)

Anggota YMPKG sangat menyesalkan pemberitaan tersebut dan bentuk kekecewaaan dilontarkan dengan nada bermacam-macam. Dilain sisi ada yang menyabarkan karena sedang menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Semoga polemik ini segera berakhir, dan tentunya para pihak ingin segera berakhir. Mari saling berbaik sangka dan saling memahami. Kesemuanya diharapkan bertujuan untuk kebaikan.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1438 Hijriah dan semoga Allah SWT segera menunjukkan pintu keluar dan jalan lurus meninggalkan polemik ini. Amin ya Rabbal ‘alamin. [Red]

 

Comments

comments