Free songs
Home / Inilah Gayo / Badan Bahasa Nasional Teliti Didong Gayo

Badan Bahasa Nasional Teliti Didong Gayo


Peneliti Badan Bahasa Nasional Dgn Ibnu Hajar Lut Tawar dan Salman Yoga S

Takengon-LINTASGAYO.co : Pasca pementasan Didong Jalu Menolak Korupsi yang digelar di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon pada tanggal 13 Mei 2017 yang lalu dalam roadshow-nya yang ke-45 Penyair Menolak Korupsi (PMK), Badan Bahasa Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang melirik Didong Gayo sebagai objek penelitian.

Kajian yang ditelusuri terkait seni tradisi ini adalah menyangkut eksistensi seni Didong dalam masyarakat Gayo modren.

Ibrahim Sembiring dari Balai Bahasa Provinsi Aceh belum lama ini menjelaskan ada dua peneliti dari Badan Bahasa Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang telah meneliti Didong Gayo.

“Kedua peneliti tersebut adalah Purwaningsih, M. Hum dan Dea Letriana, S. Hum yang meneliti tentang eksistensi seni tradisi Didong dalam masyarakat Gayo modren”, jelas Ibrahim Sembiring.

Untuk tujuan tersebut kita telah menghubungkan kedua peneliti dari Badan Bahasa Nasional tersebut dengan sejumlah narasumber kompeten, yaitu budayawan Salman Yoga S dan bapak Drs. H. Ibnu Hajar Lut Tawar, jelasnya.

Dalam proses penelitian yang berlangsung selama beberapa hari tersebut selain telah mewawancarai dua narasumber, juga telah mengunjungi dan interview dengan komunitas dan pelaku Didong yaitu group Kemara di Kampung Kung Kecamatan Pegasing pada Jumat 19 Mei 2017.

Kedua peneliti sempat melakukan wawancara dengan Hamka Kung selaku pencipta, ceh Onot Kemara dan ceh Irwansyah, juga ditampilkan Didong yang membuat keduanya terkesima. [WA]

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top