Keber Ari Ranto Pariwara Pariwara Terbaru

Wisuda Alumni Pertama, Dayah IQ Lahirkan Hafiz Al-Qur’an 30 Juzz

11 wisudawan hadiz Al-Qur’an Dayah Insan Qur’ani angkatan I tahun 2017

DAYAH Insan Qur’ani Aceh Besar berhasil melahirkan 11 santri yang hafal (Hafiz) Al-Quran 30 Juzz. Hal tersebut terungkap, saat dilakukannya Haflah Takhrij atau wisuda bagi lulusan angkatan pertama Dayah tersebut di aula UCC Ahmad Dahlan Universitas Muhammdiyah Banda Aceh, Rabu (24/5).

Pimpinan Dayah Insan Qur’ani (IQ) Ust Muzakkir Zulkifli SAg dari 61 wisudawan angkatan pertama dayah tersebut, 11 santri diantaranya merupakan hafiz Al-quran 30 juzz dan sebagian lagi sudah memasuki hafiz 30 juzz.

Pelaksanaan wisuda yang sempat diwarnai rasa haru ini, pasalnya para hafiz Al-quran 30 juzz ini memperlihatkan kebolehannya di depan para santri lain dan orang tua. Tentunya, ini merupakan kebanggaan bagi para orang tua  dan Aceh secara umum, karena ada santri lulusan dayah yang benar-benar mampu hafal Al-quran sampai 30 juzz.

Muzakkir Zulkifli dalam petuahnya kepada wisudawan mengharapkan kepada wisudawan/wati leting pertama agar menjadi pribadi yang bisa mengharumkan nama dayah dimanapun berada. Leting pertama memiliki tanggung jawab besar untuk mengharumkan nama Dayah ini.

“Kesuksesan kalian akan sangat menginspirasi bagi adik-adik leting di dayah. Karenanya, raihlah kesuksesan, buat orang disekitar terinspirasi sebanyak mungkin dan jadilah pribadi bermanfaat pada banyak orang,” pesan Muzakkir.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Muzakkir juga mengharapkan kepada 61 wisudawan santri dayah tersebut agar terus menjaga hafalannya. Bagi yang telah khatam 30 juz agar tetap menjaga hafalannya, dan bagi yang sedang menjalani proses 30 juz untuk terus melanjutkan hafakannya.

“Kami menunggu kalian 9 tahun mendatang, saat kalian telah menyelesaikan pendidikan lanjutan bahkan harus ada yang jadi doktor,” tambahnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, HM Daud Pakeh mengapresiasi Dayah Insan Qur’ani yang masih tergolong sangat muda, tapi sudah mampu melahirkan 11 Hafidz Al-Qur’an dan telah mengukir prestasi di tingkat Nasional.

“Kita Bangga, di Aceh banyak pendidikan Islam dan semakin bersaing, kita dukung semua lembaga untuk pendidikan anak kita,” ujar Kakanwil yang dijumpai terpisah, Kamis, (25/5). Pada saat wisuda, Daud Pakeh tidak bisa hadir karena sedang melaksanakan tugas di luar daerah.

“Dayah IQ ini lembaga baru, tapi sudah menghasilkan sesuatu yang sangat luar biasa, kita berharap dukungan semua dari semua pihak, termasuk dukungan dari Pemerintah Daerah,” lanjut Kakanwil.

Selain itu, Pada acara wisuda Alumni Pertama Dayah IQ juga ada orasi Ilmiah yang disampaikan oleh ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh Tgk HM Fadhil Fahmi Lc. Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan tentang peran alumni dayah Insan Qur’ani agar tetap menjadi Insan Qur’ani dimanapun berada.

Tokoh muda Aceh ini juga mengatakan ada tiga hal yang harus dilakukan sebagai alumni, yaitu husnun niyyah (baguskan niat), husnun muamalah (baguskan muamalah), dan husnun Ibadah (baguskan ibadah). Pelihara kedisplinan ibadah yang telah di ajarkan di dayah.

Selain wisuda kelas tiga aliyah, Dayah Insan Qur’ani juga mewisudakan 11 orang santriwan/wati program tahfiz khusus yang telah berhasil khatam hafal Qur’an 30 juz. Dayah IQ selama ini bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Ulumul Qur’an (YPUQ) Aneuk Batee dan baru berjalan pada Juli 2014.

Muzakir menjelaskan, walaupun YPUQ yang markas di Gampong Aneuk Batee Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar, namun telah berhasil meraih berbagai prestasi pada sejumlah even, baik itu di Aceh maupun Nasional.

Dayah IQ memiliki pogram kurikulum terpadu yaitu, Kurikulum Diknas, PM Gontor dan Pesantren Salafi secara integral dan memiliki tiga program pendidikan yaitu Tingat Tsanawiyah (MTs), Aliyah (MA) dan juga program non formal yaitu Tahfidh Alquran, khusus bagi yang ingin menghafal Al–Qur’an (Program Intensif 30 Juz dalam satu tahun).

“Selain fokus pada program tahfidh Alquran, bahasa Arab dan bahasa Inggris, juga fokus pada bidang science dan kajian literatul Islam kalasik dan kontemporer serta pengembangan bakat minat santri,” jelas Muzakir.

Ke 11 santri yang telah berhasil hafiz Alquran tersebut, berasal dari berbagai daerah di Aceh dan Indonesia. Mereka terdiri dari Rahmatul Zahra, asal Krueng Ceuko Nagan Raya, Syahara Ulfa Ramadhani, Fitria Ulfa Ramadhani keduanya kelahiran Jakarta, Rahimah (Alur Langsat, Aceh Tenggara).

Berikutnya Nur Akmalia dari Cot Bada, Bireuen, Hikmatul Husna (Matang Aron, Aceh Timur), Muntadhar (Aceh Besar), Amrina Rasyada (Aceh Timur), Raisa Karima, Siti Munadia Kamila keduanya dari Banda Aceh dan Ulya Rifqah dari Keude Dua, Aceh Timur. [Ril]

Comments

comments