Free songs
Home / Keber Ari Ranto / Hukum / Soal Politik Uang Gayo Lues, Pengamat Polkam Pertanyakan Kinerja Polisi

Soal Politik Uang Gayo Lues, Pengamat Polkam Pertanyakan Kinerja Polisi


Banda Aceh–LintasGayo.co: Pengamat politik dan keamanan Aceh Aryos Nivada meminta pihak kepolisian serius menangani Kasus politik uang Pilkada Gayo lues yang menjerat Pasangan Calon Abd Rasyad – Rajab Marwan (SARAMA) sebagai tersangka.

“Sejak kepolisian menetapkan pasangan SARAMA sebagai tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), sampai detik ini belum juga menangkap pelakunya,” kata Aryos Nivada melalui rilis yang dikirim ke media Online LintasGayo.co, Senin 24 April 2016.

Polres Gayo Lues pada 04 Maret 2017 lalu telah mengeluarkan surat DPO kepada SARAMA bernomor DPO/01/3/2017/Reskrim/Pemilihan dan DPO/02/3/2017/Reskrim/Pemilihan.

“Tapi belum langkah kongkrit dari pihak kepolisian,” lanjut Aryos.

Menurut Aryos, kasus tersebut menjadi pertanyaan publik kepada kepolisian, sebab tersangka hadir pada persidangan sengketa pilkada Gayo Lues di Mahkamah Konstitusi Jakarta.

“Jadi ada kesan kepolisian berkerja untuk formalitas semata,” ujar Direktur Jaringan Survei Inisiatif (JSI) Banda Aceh tersebut.

Aryos menilai, bila pihak kepolisian tidak maksimal dan serius  mengusut kasus politik uang Pilkada Gayo Lues, dikuatirkan dapat menjadi preseden buruk bagi kepolisian kedepannya. netralitas dan integritas kepolisian dalam penegakan hukum akan dipertanyakan oleh publik.

Untuk itu, kepolisian harus segera menangkap buronan yang telah ditetapkan sebagai DPO tersebut.

Berdasarkan Pasal 73 Ayat (2) Perkap RI No.12 Tahun 2009 tentang Pengawasan Dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana Di Lingkungan POLRI,  Dalam hal membantu penangkapan terhadap seseorang yang terdaftar di dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), setiap pejabat yang berwenang di suatu kesatuan dapat membuat Surat Perintah Penangkapan. selain itu dasar hukum penangkapan juga diatur dalam Pasal 36 Perkap Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen tindak Pidana.

“Tindakan  penangkapan  terhadap  tersangka  dilakukan  dengan  pertimbangan  adanya bukti permulaan yang cukup; dan tersangka  telah  dipanggil  2  (dua)  kali  berturut-turut  tidak  hadir  tanpa  alasan yang patut dan wajar,” Demikian ujar pengamat yang mendapat penghargaan Depdagri terkait suksesnya pilkada Aceh 2017.(Red)

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top