Free songs
Home / DANAU LUT TAWAR / FPDLT Gelar Lokakarya Tata Kelola DLT dan Launching Program Wisata Konservasi

FPDLT Gelar Lokakarya Tata Kelola DLT dan Launching Program Wisata Konservasi


TAKENGON-LintasGAYO.co : Forum Penyelamatan Danau Lut Tawar (FPDLT), menggelar lokakarya tata kelola Danau Lut Tawar (DLT) dan Launching program wisata konservasi, Kamis 30 Maret 2017 di Opsroom Setdakab Aceh Tengah.

Ketua Panitia, Muhammad Ibnu Akbar dalam laporannya mengatakan kegiatan lokakarya Danau Lut Tawar yang akan diisi oleh beberapa narasumber yang berkompeten dibidangnya, seperti Dr. Ketut Wiradnyana dan dari Forum DAS Krueng Peusangan.

“Kegiatan ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, dan akan ditandai launching wisata konservasi yang akan dilakukan pada hari ini juga di Kampung Lot Kala, Kebayakan, Aceh Tengah, dengan acara penanaman pohon,” katanya.

Acara ini, kata Mamat begitu biasa dia disapa didukung penuh oleh Pemkab Aceh Tengah, WWF, Forum DAS Krueng Peusangan, dan lainnya.

Sementara itu, Sekjen FPDLT, Khalisuddin dalam sambutannya mengatakan Danau Lut Tawar bukan hanya milik Aceh Tengah saja, namun milik semua

Sosok yang getol mengkampanyekan terhadap penyelamatan danau Lut Tawar dari berbagai aspek yang merusaknya ini mengatakan berdirinya FPDLT pada tahun 2009.

“Setelah menggelar workshop dan hasilnya adalah beberapa kerisauan terhadap DLT dan pada waktu itu, ikan depik diinformasikan sebagai ikan yang akan punah di dunia,” kata Khalis.

Disampaikan lagi, tujuan dibentuknya FPDLT adalah sebagai upaya mendorong penyelamatan, terutama dari aspek regulasi. Penyadaran kepada masyarakat.

“Bentuk penyadaran ini telah kita laksanakan, dengan memberdayakan Gayo Diving Club (GDC) dengan aksinya menyelam memungut sampah dari dasar Danau Lut Tawar,” katanya.

Terkait program wisata konservasi yang dilaunching hari ini, Khalis mengatakan program tersebut sebagai wujud agar yang berwisata kemari ada kontribusi dimana yang menanam pohon mendonasikan dana sebesar 50 ribu rupiah.

“Intinya Lut Tawar kita harapkan betul-betul kin penawar. Jika Danau ini tidak diselamatkan maka akan menjadi limbah, mudah-mudahan DLT tetap lestari hingga akhir zaman,” katanya.

Acara lokakarya dan launching program wisata konservasi ini juga dibarengi dengan pengukuhan pengurus FPDLT, oleh Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, MM.

(Wein Mutuah)

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top