Keber Ari Gayo Sosial Budaya Terbaru

TOT Komunitas Pelestari Kriya Gayo Turut Dihadirkan di Rumah Peradaban Gayo

TAKENGON-LintasGAYO.co : Training Of Trainer (TOT) dari Komunitas Pelestari Kriya Gayo turut dihadirkan pada serangkaian kegiatan Rumah Peradaban Gayo yang digelar 20-26 Maret 2017 di situs arkeologi Loyang Ujung Karang.

Kehadiran beberapa orang pelatih pembuat kerajinan kriya Gayo tersebut adalah dalam rangka mencocokkan temuan gerabah serta ukiran yang ditemukan pada situs yang merupakan jejak moyang Urang Gayo tersebut.

2 Pelajar MIN 1 Kota Takengon Tampak Serius Belajar Kerajinan Anyaman Gayo di Loyang Mendale. (Kh)

“Jadi kita ingin mencocokkan penemuan kriya pada masa prasejarah dengan kondisi kriya Gayo saat ini, dan pengunjung dapat langsung melihat mereka membuat berbagai jenis seni kriya,” kata ketua tim peneliti Loyang Mendale, Dr. Ketut Wiradnyana, Selasa 21 Maret 2017.

Sementara itu, Ketua Komunitas Pelestari Kriya Gayo, Khalisuddin mengatakan TOT yang dihadirkan pada kegiatan tersebut diantaranya Syafruddin dan Ramli sebagai TOT anyaman rotan. TOT anyaman munayu, Rukiyah, TOT membuat jangkat, Basariah dan TOT pembuatan gerabah Gayo oleh Nurdiana.

“Ibu Nurdiana adalah generasi terakhir pembuat gerabah Gayo. Saat ini sangat susah mencari orang ahli dalam bidang ini. Oleh karena itu, ajang Rumah Peradaban Gayo, kita manfaatkan untuk pembinaan, 1 orang anak muda kita kirim untuk belajar langsung bersama ibu Nurdiana,” tandasnya.

Generasi Terakhir Pembuat Gerabah Gayo, Nurdiana. (WM)

Rumah Peradaban Gayo ini membuka seluas-luasnya informasi terkait penemuan sisa peninggalan kehidupan prasejarah Gayo kepada masyarakat.

Para arkeolog dari Balai Arkeologi (Balar) Sumatera Utara, yang diketua Dr. Ketut Wiradnyana disiapkan di objek Loyang Mendale. Mereka bertugas menjelaska terkait penemuan tersebut kepada siswa dan masyarakat yang berkunjung ke situs arkeologis itu.

(Darmawan Masri)

Comments

comments