Free songs
Home / Features / Pulo Intan Pintu Rime Gayo Rumah Keduaku

Pulo Intan Pintu Rime Gayo Rumah Keduaku


Laporan: Fakhri Purnama*

HAMPARAN tanaman kopi yang membentang luas, udara dingin yang cukup menusuk raga dan desiran air sungai yang cukup deras itulah sedikit gambaran tentang kampung yang telah menjadi rumah keduaku satu bulan yang lalu.

11 Januari 2017, merupakan hari pertama kami menginjakkan kaki di Kampung Pulo Intan, Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah. Pak Reje (Keuchik) dan Ibu Reje (isteri Reje) menyambut kami dengan hangat di rumah warga yang akan ditinggali oleh teman-teman kami yang wanita selama sebulan kedepan.

Setelah bersalaman dan membantu mengangkat barang-barang dari mobil L-300 yang kami gunakan, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat tinggal bagi mahasiswa.

Alhamdulillah tempatnya cukup nyaman karena kami ditempatkan di kantor Reje Kampung hanya saja karena tidak sering digunakan jadi sedikit tidak terawat, kami pun memutuskan hari pertama untuk bersih-bersih dan esok harinya baru akan berkunjung kerumah-rumah warga untuk bersilaturrahmi.

Hari mulai menjelang senja, kabut-kabut mulai menutupi jalan kami pun bergegas menuju masjid untuk menunaikan salat maghrib. Setelah salat kami berbincang-bincang dengan bapak kepala Dusun Emun Berkune salah satu dari tiga Dusun yang ada di Desa Pulo Intan.

Waktu Isya pun tiba, kami segera bersiap untuk menunaikan salat insya. Setelah salat insya bapak itu mengajak kami untuk mengikuti kegiatan rutin yang ada di Desa Pulo Intan yaitu wirid bersama. Suatu kegiatan yang sangat bagus menurut saya karna dizaman ini banyak masyarakat yang sibuk dengan pekerjaan sendiri sehingga tidak ada waktu untuk bersilaturrahmi dengan tetangganya, dikegiatan inilah mereka bisa berkumpul bersama untuk bersilaturrahmi antar warga. Setelah wirid, pak Reje mempersilahkan saya sebagai ketua kelompok untuk memperkenalkan diri dan anggota-anggota dan juga menjelaskan secara singkat tentang program yang akan kami laksanakan selama kami KKN di Kampung Pulo Intan. Ahamdulillah respon warga cukup bagus sehingga kami makin semangat untuk merealisasikan program kami.

Sang fajar mulai menyinari bumi, seakan menjadi tanda bagi kami untuk bersiap-siap untuk  merealisasikan program yang telah kami rancang yaitu bersilaturrahmi ke rumah-rumah warga. Karna kebetulan di Polindes sedang ada acara imunisasi maka kami pun memutuskan Polindes tempat pertama yang akan kami kunjungi. Setelah membantu kegiatan-kegiatan yang ada, kami dipersilahkan oleh ibu bidan desa untuk mengenalkan diri dan bersilaturrahmi dengan ibu-ibu Kampung Pulo Intan. Setelah selesai, kegiatan pun berlanjut Alhamdulillah respon warga saat kami kunjungi rumahnya sangat positif dan menyambut kami dengan senang hati.

Waktu pun terus berjalan, tak sadar sudah satu minggu kami berada disini menghabiskan waktu bersama adik-adik TPA Nurul Huda Kampung Pulo Intan setiap 14.00 sampai pukul 17.00 setiap hari Rabu, Kamis dan Jumat, Wirid bersama warga setiap malam jumat, menyempatkan diri ke lapangan voly untuk lebih dekat dengan para pemudanya dan banyak hal lain yang sebelumnya tidak pernah kami lakukan tapi sekarang menjadi kegiatan rutin kami. Banyak warga yang berbaik hati memberi kami sayur-sayuran sehingga kami tidak perlu berbelanja sayuran lagi dan ternyata KKN tidak seburuk yang orang-orang bicarakan.

Banyak hal menarik yang kami dapatkan selama disana, salah satunya yaitu kami diajak ke arena pacuan kuda oleh pak Reje, kami para laki-laki pergi dengan para bujang (pemuda) Desa Pulo Intan. Suatu kesempatan yang bagus menurut saya karna kami bisa lebih mendekatkan diri dengan para pemudanya. Hal menarik lainya yaitu kami diajak ke permandian air panas di lampahan, saat itu cuacanya cukup mendukung karna tidak hujan. Kami pergi menggunakan mobil pick up bersama para bujang dan anak-anak Pulo Intan suatu kebahagiaan lagi bagi saya karna bisa berbaur lebih dekat bersama mereka. Kampung Pulo Intan kini menjadi rumah keduaku.

Hal menyakitkan yang saya alami adalah mengapa ketika kami telah berbaur dengan baik, kami harus berpisah kembali.

Selamat tinggal Pulo Intan. Terima kasih atas pelajaran berharga yang selama ini saya dapatkan, saya berjanji suatu saat akan kembali untuk bersilaturrahmi lagi bersama kalian, orang tua kedua ku.[]

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top