Hukum Keber Ari Gayo Terbaru

MPU Aceh Tengah : Bukti Sudah Kuat, Pengedar Bakso Babi Harus Jalani Proses Hukum

TAKENGON-LintasGAYO.co : Hasil uji laboratorium terhadap sampel daging bakso sapi dari salah satu usaha penggilingan bakso di Takengon sudah dinyatakan positif merupakan daging babi maka pelakunya harus di proses ke ranah hukum, tanpa harus menunggu adanya pelapor ke pihak berwajib.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua I Majlis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tengah yang juga selaku koordinator Komisi A mengenai Perundang-undangan Qanun dan Hukum, Tgk. Drs. Amri Jalaluddin kepada ketua dan pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh Tengah di kantor MPU, Kamis 2 Februari 2017.

“Apapun cerita, yang bersangkutan sudah bisa diproses secara hukum, laporan hasil laboratorium yang dilakukan Balai Veteriner Medan sudah kuat menjadi alat bukti ke pihak berwajib, tidak tanpa harus ada pelaporan terlebih dahulu ke pihak yang berwajib,” ucap Amri.

Ditegaskan, benda haram tidak boleh masuk dan menyebar untuk masyarakat Islam di seluruh dunia, kecuali dalam situasi mendesak.

Dalam kesempatan itu, Ketua KAMMI Aceh Tengah, Mukhlisin meminta pihak MPU agar ikut serta dan bertanggungjawab dalam menyelesaikan kasus bakso babi ini, karena informasi sudah beredar luas di masyarakat maka pihak terkait harus turun tangan.

“Kedepan MPU agar melakukan pengawasan terhadap produk-produk yang diedarkan di Aceh Tengah serta memberikan hak perlindungan konsumen dan kepastian hukum halal”, tambah Mukhlisin.

Menanggapi pernyataan sikap yang dipaparkan Ketua KAMMI Aceh Tengah, Ketua MPU Aceh Tengah, Tgk. H . M Isa Umar, S.Ag menjelaskan bahwa sebelumnya pihak MPU juga sudah memberikan informasi kepada para pengusaha agar mengurus label halal, namun hanya ada satu orang saja yang mengurusnya padahal di tahun 2016 pengurusan label halal tidak dibebankan biaya.

“Kedepan bagi pengusaha yang tidak mengurus lebel halal kepada pihak terkait agar mencabut ijin Operasional bagi penggunanya”, tegas Tgk. H.M. Isa Umar. (Diana Seprika | Kh)

Comments

comments