Keber Ari Ranto Sastra Terbaru

Hasil Kurasi Antologi Logi Puisi Aceh 5:03 6,4 SR, 127 Puisi Lolos Seleksi

Padangpanjang-LintasGayo.co : Hasil kurasi antologi puisi “Aceh 5:03 6,4 SR” resmi diumumkan 12 Januari 2016 yang diselenggarakan oleh Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang Sumatera Barat bekerjasama dengan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Dewan kurator yang mengkurasi naskah tersebut diantaranya Sulaiman Juned (Komunitas Seni Kuflet), Salman Yoga (The Gayo Institut) dan Muhammad Subhan (FAM Indonesia).

Salman Yoga S salah satu dewan Kurator antologi tersebut menyebutkan, Kurator mengkurasi nilai humanis, empati serta duka cita penyair melalui puisi atas bencana gempa yang melanda saudara-saudara di Pidie Jaya dan sekitarnya. Bentuk humanis dan empati dari puisi-puisi yang lolos tersebut tentu tidak serta merta melepaskan nilai-nilai estetik sebagai sebuah karya. Nilai puitik dengan kedalaman makna, bahkan metafor serta analogi lainnya terkait sejarah bencana di Aceh adalah bagian yang tak dapat dipungkiri.

“Terlebih nilai-nilai humanis penyair dalam menyuarakan empatinya dalam hal ini dapat dikatakan sebagai sebuah support untuk bangkit kembali, mencatat sekaligus beramal bagi sesama, mensejarahkan bencana melalui karya agar kita tidak berputus asa. Duka Pidie, duka kita. Bencana gempa, literasi kita untuk memberitahukannya kepada masa depan,” terang Salman Direktur The Gayo Isntitut.

Melalui pengumuman resmi panitia pelaksana Saniman Andikafri menyebutkan, sesuai rencana awal hasil kurasi diumumkan16 Januari 2017, ternyata dengan kerja keras dewan kurator kurasi lebih cepat diselesaikan yaitu 12 Januari 2017.

“Perlu kami sampaikan bahwa nama-nama yang disebutkan adalah penyair beserta puisinya yang lolos dikurasi. Kami mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada yang sudah berpatisipasi namun belum lolos seleksi,” jelas Saniman SC Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang.

Sementara itu Fikri Ketua Umum Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang mengatakan, inilah salah satu kepedulian kita terhadap saudara kita yang menimpa musibah. Hanya dengan cara ini kita mengurangi beban mereka. Terima kasih kepada penyair yang telah berpatisipasi berkarya dan berdonasi, mudah-mudahan bermanfaat.

“Diharapkan nama-nama yang lolos seleksi untuk segera mengirim biaya penerbitan minimal Rp. 100.000 (Seratus Ribu Rupiah) per orang. Kemudian kepada donatur baik secara pribadi maupun lembaga yang bersedia membantu silahkan untuk mengirim bantuan untuk penerbitan buku ini, hasil penjualan buku sepenuhnya diserhakan kepada korban gempa. Rekening 0231-01-009005-53-1 atas nama Komunitas Seni Kuflet Bank BRI Cabang Padangpanjang. Setelah pengiriman bukti pengiriman mohon dikirim ke Email: antologipuisikuflet@gmail.com atau melalui WA Panitia 082392416620” Papar Fikri mahasiswa Teater ISI Padangpanjang.

(Win Ansar)

Berikut nama, judul dan kota asal penyair yang lolos kurasi

  1. Abdul Hamid (Padangpanjang), Duka Di Tanah Rencong
  2. Ace Sumanta (Bogor), Catatan Selembar Daun
  3. Ahmadun Yosi Herfanda (Tanggerang Selatan), Air Mata Aisya
  4. Aisyah Amelia (Jantho), Nestapa Aceh
  5. Alfandy An/Cek Man (Lubuk Linggau), Kuasamu Begitu Indah
  6. Alhendra DY (Jambi), Enam Koma Empat
  7. Andul Hakim (Madiun), Bangkitlah Aceh
  8. Askar Marlindo (Medan), Derita Gempa Di Tanah Rencong
  9. Asmira Dieni (Takengon), 7 Desember Di Pidie Jaya
  10. Asro Almurthawy (Bangko), Catatan Penyaksi
  11. Awaluddin Ishak D (Jantho), Subuh Di Pidie
  12. Awi Anjung (Pekanbaru), Memandang Malam Kuberbisik
  13. Ayu K. Ardi (Payakumbuh), Sesaat Sebelum Hujan
  14. Badaruddin Amir (Sulawesi Selatan), Aceh Yang Luka Aceh Yang Duka
  15. Bambang Kariyawan (Pekanbaru), Aku Merapal Doa
  16. Bambang Widiatmoko (Bekasi Timur), Negeri Cincin Api
  17. Boy Candra (Padang), Bapak Jauh Di Sana
  18. Budhi Setyawan (Jakarta), Membaca Aceh
  19. Bussairi D. Nyak Diwa (Aceh Selatan), Pante Raja-Samalanga; Untukmu Maha Duka
  20. Dang Mawar (Pekanbaru), Mak, Beri Kami Kekuatan
  21. Denni Meilizon (Padang), Orang-Orang Tercinta
  22. Desmayenti (Jerman), Pada Sabda Alam
  23. Dewa Putu Sahadewa (Kupang Nusa Tenggara Timur), Tangis Untuk Pidie
  24. Dewi Sartika (Tanah Datar), Kebesaran Tuhan
  25. Dheni Kurnia (Pekanbaru), Ruh Yang Terbang Subuh
  26. Djazlam Zainal (Malaysia), Yang Di Uji Hanya Kebenaran
  27. DM Ningsih (Pekanbaru), Selamat Jalan, Cut
  28. Dulrokhim (Ourworejo), Sekeping Doa
  29. Dwi Wahyuni (Karang Anyar), Aceh Kembali Berkisah
  30. Edrida Pulungan (Medan), Acehku Pada Sekeping Kisah Damaiku
  31. Emi Suy Hariyanto (Jakarta), Kabar Pilu
  32. Endut Ahadiat (Padang), Aceh Diguncang Gempa
  33. Eric F. Junior (Pekanbaru), Tafakurlah Kawan
  34. Fakhrunnas MA Jabbar (Pekanbaru), Ada Yang Lebih Gempa Sekitar 6,4 Skala Reitcher Pidie
  35. Fikar W. Eda (Jakarta), Lempeng Yang Bergerak
  36. Fiqkri Aprija (Padangpanjang), Sebaris Doa
  37. Gebriella R. Almade (Jakarta), Membangun Kembali Harapan
  38. Hamdani Mulya (Lhokseumawe), Aceh Menangis Dalam Isak Tak Terkira
  39. Harkoni Madura (Jawa Timur), Pidie Satu Episode
  40. Harnina (Payakumbuh), Tangis Yang Pecah Di Subuh Buta
  41. Hasan Basri BFC (Bogor) Dukamu Tak Abadi
  42. Hasan Maulana (Malaysia) Dibalik Gempa
  43. Heri Efrian MS (Banda Aceh) Trienggadeng 6,4 SR
  44. Hermawan (Padang) Lafaz Di Pidie
  45. Husaini Jamhur (Pekan Baru) Mengenang Luka
  46. Husnul Badri (Banda Aceh) Puisi Gempa Peduli Aceh
  47. Igir Al Qatari (Papua) Rembulan Meredup Separuh Wajah
  48. Ihsan Subhan (Cianjur) Riwayat Retak Kepada Pidie Jaya
  49. Ilham Handoko (Jambi) Meunasah Ku Yang Punah
  50. Ine Salvani Renggali, SY (Takengon) Gempa Aceh
  51. Inyong Budi (Padangpanjang) Kala Etha Tersadar
  52. Iqbal Baraas (Padepokan) Menjelang Jejak Tanah Berpijak
  53. Iranda Novandi (Banda Aceh) Enam Koma Lima
  54. Ithonk Mulyadi (Bayu Wangi) Gempa Pidie : Antara Koma Dan Jeda
  55. Itov Sakha (Pematang Siantar) Gadis Kecil Menulis Buku
  56. Iyut Fitra (Payakumbuh) Puisi Yang Kujanjikan
  57. Jasman Bandul (Bandul) Pidie, Gempa Di Subuh Berpeluh
  58. Jumari HS (Kudus) 6.5 Skala Ritcher Menyeru Airmataku
  59. Khatami Zakaresa (Aceh) Gempa Pijay
  60. Kurliyadi (Bekasi Barat) Di Pidie Setelah Subuh Dikumandangkan
  61. Laela Nur Hamidah (Cilalap) Jerit Tengah Malam Di Aceh
  62. Linda Handayani (Aceh) Pengantin Syurga
  63. LK. Ara (Banda Aceh) Serpihan
  64. Loli Rahmana Putri (Padang) Rindu Sajadahmu
  65. Mady Lani (Pagaralam) Qasidah Air Mata
  66. Mahfudhzain (Semarang) Sepucuktanda
  67. Masriyah Bt. Misni (Malaysia) Rawan Gempa Aceh)
  68. Maulita (Banda Aceh) Aceh, Bersama Gempa
  69. Meifrizal (Lubuk Sikaping) Duka Hitam Duka Kami
  70. Mezra E. Pellondou (Nusa Tenggara Timur) Bersama Mengurai Gelisah
  71. Moehadi Sastra (Pekan Baru) Sebatas Itu
  72. Mohammad Arfani (Palembang) Kepada Tuhanku
  73. Mohd Adid Ab Rahman (Malaysia) Aceh Menangis Lagi Digegarkan Gempa
  74. Muhammad Daffa (Banjar Baru) Air Mata Desember
  75. Muhammad Rain (Langsa) Ritus Gempa
  76. Muhammad Subhan (Padangpanjang) Rateb Orang Pidie
  77. Muhammad Zarqoni (Jakarta) Mengapa Aceh
  78. Muhsyanur Sharir (Sulawesi Selatan) Tuhan, Maafkan Mereka
  79. Mulia Mardi (Cina) Ingatan Aceh Akhir Tahun
  80. Mustafa Ismail (Jakarta) Rumah Dekat Laut
  81. Mustiar A.R (Meulaboh) Gampong Atjeh
  82. Nashita Zayn (Purbalingga) Selembar Peta Ibu
  83. Nelson Dino (Malaysia) Alamat Dunia
  84. Netti Herawati (Lombok) Aceh Menyapa
  85. Novia Rika Perwitasari (Jakarta) Keude Meureudu Bernapas Biru
  86. Raden Rita Yusri (Padang) Jerit Di Antara Reruntuhan
  87. Rairatul Tasbiah (Pekan Baru) Parau Hati
  88. RD Kedum (Palembang) Tangis Jeumpa
  89. Rida Nurdiani (Bogor) Doa Di Tralis Masjid Tua
  90. Rini Intama (Garut) Doa Yang Kutanam Di Tanah Pidie
  91. Saifa Walya Talatthov (Bantul) Keluarga Kata
  92. Salman Yoga S (Takengon) Seudati Sufi
  93. Saniman Andikafri (Padangpanjang) Jeritan 5:03, 6,4 SR
  94. Sherly Ekaputri Arnas (Padangpanjang) Dongeng Gempa
  95. Soeryadarma Isman (Banda Aceh) Nyeri Aceh
  96. Soetan Radjo Pamoentjak (Bukittinggi) Duka Dan Lukanya
  97. Subhi (Kuala Simpang) Elegi 6,5 SR
  98. Sulaiman Juned (Padangpanjang) Aceh: Subuh 5.03, 6,4 SR
  99. Sulaiman Tripa (Banda Aceh) Kukirim Sepucuk Bunga Untuk Kalian
  100. Suyadi San (Medan) Hari Ini Semuanya Telah Tiada
  101. Suyatri Yatri SP, Bumi Aceh Berguncang
  102. Syarif Aliza (Meulaboh) Subuh 6,4 SR
  103. Syarifuddin Arifin (Padang) Lukamu Tiada Darah, Sayang
  104. T.M Sum (Pekan Baru) Doa Akhir Tahun
  105. Taufiq Sudjana (Bogor Utara) Duka Kita Belum Selesai
  106. Tengku Zulkarnain (Siak) Jangan Tanya Mengapa
  107. Teuku Abie Yoes (Samalanga) Sesaat, Serasa Kiamat
  108. Teuku Afifuddin (Jantho) Perjalanan Ke Pidie Jaya
  109. Teuku Dadek (Meulaboh) Ketika Bencana
  110. Teuku Kemal Fasya (Lhokseumawe) Di Tepi Jalan Yang Retak
  111. Thayeb Loh Angen (Banda Aceh) Guncang Gemuru
  112. Tiara Sari (Padang Pariaman) Pidie Jaya: Kau Disebut Dalam Setiap Sujud
  113. Ubai Dillah Al Anshori (Pematang Siantar) Bercerita Tentang Pidie
  114. Veni Rosari (Bogor) Mengapa Masih Ada Tenda Pengungsi Di Pidie
  115. Vonny Aronggear (Papua) Duka Aceh Luka Kami
  116. Wacana Minda (Malaysia) Embun Buram Bulan Desember
  117. WD. Djambak (Padang) Tuan Penyeduh Kopi Dan Senja Di Langit Pidie
  118. Wiekerna Malibra (Bekasi) Realita Gempa Pidie
  119. Win Ansar (Banda Aceh) Pidie Jaya 05:03
  120. Win Gemade (Takengon) Bingkisan Akhir Tahun
  121. Wirja Taufan (Padang) Puisi 6,4 Sr Gempa Pidie Jaya
  122. Yanto Garuda (Bayuwangi) Sajak Batu Nisan
  123. Yunhy Ammarsyah (Sulawesi Barat) Duka Aceh Duka Bangsa Kita
  124. Zab Bransah (Langsa) Pantai Manohara Murka
  125. Zahraini Zainal (Banda Aceh) Gempa
  126. Zulfikar (Banda Aceh) Hikmah Sepotong Bulan
  127. Zuliana Ibrahim (Takengon) Risalah Subuh

Ditetepkan di Padangpanjang

12 Januari 2017

Dewan Kurator

Sulaiman Juned (Komunitas Seni Kuflet)

Salman Yoga S (The Gayo Institut)

Muhammad Subhan (FAM Indonesia)

Comments

comments