Free songs
Home / Features / Air, Bawalah Ia Pergi dari Tubuh Ini

Air, Bawalah Ia Pergi dari Tubuh Ini


Oleh : Junaidi A Delung*

Kemanapun engkau akan pergi. merantau, kekebun, kesawah, kehutan, kelaut, hendaklah Awalilah kata-katamu dengan Ucapan Bismillah, serta Pesan dan Niat yang baik

“Bismillahirrahmaanirrahiim”. Kemudian meneruskan dengan membaca membaca Surat Al-Fatihah dan shalawat atas Nabi. “wahai air, geruslah penyakit yang ada di tubuh ini sejauh-jauhnya. bawalah ia pergi jauh-jauh mengikuti aliran gerakanmu menuju titik terakhir dimana engkau berhenti dan menyatu dengan tenang. Jangan biarkan ia hinggap ditubuh orang lagi diujung sana dan kembali lagi menyakiti orang-orang hingga menderita.” Setelahnya, kembali menyebut Asma Allah dan shalawat atas Nabi-Nya.

Demikianlah lebih kurang Manat (amanat) orang-orang yang akan dimandikan dengan air istimewa. Orang-orang disana menyebutnya Mungkur (jeruk purut). Ia ingin mensucikan jiwanya dari penyakit yang telah menimpa dirinya. Menyapu bersih dari bekas dan noda-noda. Dimana selama ini menjadi sarang dan bagaikan akar yang menjalar dalam dirinya. Berharap tidak ada lagi datang penyakit yang sama terhadap tubuh yang lemah itu untuk datang kembali lagi.

Biasanya hal demikian merupakan orang yang mendapat sesuatu dari orang lain yang tidak ingin dikehendaki kedatangannya. Karena kedatangannya menggangu orang-orang yang berada disekelilingnya. Kejadiannya sangat menyiksa tubuh serta merta. memberikan efek buruk terhadap perjalanan hidup seseorang, serta memberikan stimulus tidak enak dalam kehidupannya. rasa aman tidak lagi hadir menemani diri dan membersamainya, ibadah yang tidak lagi tenang, sikap yang tidak lagi imbang. sebelumnya keiindahan senantiasa dilalui, kini harus menjadi berubah total dan pilu kehidupan diatas kerikil.

Perlu diketahui bahwa, orang-orang disana tahu betul apa yang terjadi ketika ia datang menerpa hidupnya. mereka segera menebak, menerka langsung dan yakin betul bahwa ia telah diserbu oleh mahluk halus suruhan orang-orang diantara mereka. Sikapnya yang tulus mencegat kehidupan manusia. Ia tidak mau orang lain bahagia, susah mendengar orang lain kaya, mewah dan lain sebagainya. Sebutan yang sering dilontarkan orang-orang disana dalam kehidupan mereka adalah Konai i Jema (Dikenak in orang).

Di Gayo, sebutan tersebut sering didengar dan bahkan menjadi fenomena bagi masyarakat sendiri. Namun, tempat dan waktunya menentu tidak serta merta disetiap kampung itu ada. Ada bagian dan diwilayah tertentu. Akan tetapi, orang-orang yang terlibat dalam hal tersebut, nyatanya ada disetiap kampung yang berada disekitar wilayah tengah. Bahkan di Aceh secara umum. Akan tetapi sebutan kalimatKona i Jema hanya disebutkan oleh orang Gayo saja tidak lain dan tidak bukan, kecuali diluar Wilayah serpihan tanah surga.

Kona i jema (dikenak in orang). Ya, kona i jema,begitulah kata-kata yang sering dilontarkan dari mulut seseorang terkait hal diatas demikian khususnya di dataran tinggi Gayo, yang acap kali mendapat penyakit itu karena sesuruhan orang-orang yang kurang dengan keberadaan kita atau yang lainnya. adalah salah satu perbuatan yang dilakukan para-para orang-orang awam, yang tidak menerima keadaan orang lain disekelilingnya hidup mewah, bahagia, dan lain-lain.

Terkait hal tersebut, bila seseorang yang telah terkena Kona i jema akan spontan merasakan hal-hal aneh yang terjadi pada diri dan fisik manusia. Secara tidak sadar apapun yang ia lakukan sangat tidak sesuai dengan harapannya. Seolah-olah bukan diri  manusia lagi. Karena tentu manusia akan merasakan dirinya tidak merasa tenang, gelisah, takut, susah tidur pada malam hari, sudah tidur terjaga, merasa ada yang mengikuti, terkejut, banyak melamun, badan terasa berat, capek saat bekerja dan lain sebagainya. bahkan terkadang tanpa kita sadari, kedatangannya akan dapat mengundang lalat berkali-kali hinggap kepada diri manusia.

Jika telah ada ciri-ciri diatas, tentu menandakan bahwa ia telah ditenggelami pikiran mahluk halus dan akan keberadaannya di tubuh. Sehingga orang-orang gayo jika hal tersebut telah terjadi, biasanya sesegera mungkin dan menentukan waktu yang tepat untuk melakukan mandi dengan air yang sebelumnya telah di campur dengan air Mungkur (jeruk purut) dengan dibacakan sebelumnya manat-manat, ayat dan Do,a tertentu.

Di Gayo, khususnya berpulang pada orang orang tua zaman terdahulu bahkan hingga sekarang hari ini, tradisi manat sangat penting dilakukan dan menjadi keharusan bagi masyarakat Gayo. kemanapun dan kapanpun akan pergi baik masuk kedalam hutan, membangun rumah, mandi di air sungai dan lain-lain, serta akan hendak melakukan sesuatu, tidak pernah lupa dari yang namanya Manat. Sebab Manat adalah bagian dari keyakinan dan kedekatan kita kepada Allah Swt. yang telah menciptakan segala benda yang ada dibumi ini.

Menyampaikan Manat kepada air pastinya akan merubah kadar zat air menjadi baik, apalagi sebagai seorang muslim, menyampaikan kata-kata adalah Do,a sepenuhnya. Mendoakan kebaikan kepada orang lain tentu mendapatkan balasan pula. demikian Air, ia juga merupakan salah satu mahkluk Allah yang mati dimata manusia, namun hidup dimata Allah. hanya saja sebagai manusia tidak diizinkan oleh Allah Swt. untuk mendengar dari percakapan-percakapan mereka. Jika saja ia terjadi maka tentulah manusia akan merasa ketakutan.

Semoga, Apapun yang menjadi aktifitas kita sehari-hari tidak lah luput dari hal yang sepele dan alangkah baiknya mengawalinya dengan mengucapkan Bismillah, Manat serta Niat yang baik.[]

*Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Ar-raniry Banda Aceh. Email:junaidiad51@gmail.com

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top