Free songs
Home / Keber Ari Gayo / Ekonomi / Abang Adik, Kreator Ketel Sere Wangi di Rema Gayo Lues

Abang Adik, Kreator Ketel Sere Wangi di Rema Gayo Lues


LAKI-Laki yang memiliki dua putri itu, memahat lubang tutup drum. Tutup drum yang di pahat itu digunakan sebagai alat untuk merakit penyulingan minyak serai wangi.

Di Gayo Lues dikenal tanaman penghasil minyak atsiri, atau minyak serai wangi. Kini, minyak tersebut sudah menjadi sumber mata pencarian penduduk setempat. Proses untuk mendapatkan minyak atsiri (essential oil), dikenal dengan cara menyuling atau destilasi terhadap tanaman penghasil minyak.

Bagi Zulkarnaen (50), pemilik bengkel las Abang Adik di kampung Rema Tue kecamatan Kuta Panjang, Gayo Lues. Memulai pekerjaan pembuatan penyulingan berbahan drum itu sudah dilakoninya sejak tahun 90-an.

Penyulingan dengan air (water destillation), ini merupakan cara yang paling sederhana, sebutnya.

karena daun nilam yang akan disuling dimasukkan kedalam drum dengan kapasitas bahan (daun nilam) 35 kg. Kemudian ditambahkan air dan dipanaskan.

Selanjutnya uap yang terjadi dialirkan melalui kondensor dan minyak nilam yang terjadi ditampung dalam tempat penampung atau botol. Jelas Zulkarnaen saat LintasGayo.co mengamati pembuatan alat penyulingan serai, Senin (10/1/2017).

Pembuatan alat penyulingan dari drum untuk dua karyawan membutuhkan waktu tiga hari per unitnya, dengan nilai harga jual 1.200.000. sedangkan untuk drum berkapasitas besar, harga jualnya mencapai 2.800.000 perunitnya.

Permintaan alat penyulingan serai datang dari berbagai daerah, seperti, Tanoh Depet, di Takengon. Daerah Buntul di Bener Meriah, di Kabupaten Kutecane, Nagan Raya, dan sebagian di Sumatra Utara.

“Kalau orderan banyak, saya bisa mempekerjakan sepuluh karyawan. Biasanya orderan itu datang dari Gayo Lut, (Daerah Kabupaten Aceh Tengah),” terangnya.

Dan bisa mendapatkan omset puluhan juta rupiah. Dari pekerjaan inilah saya dapat meneruskan jenjang pendidikan anak saya ketingkat sarjana. Ucapnya.

Kini harga minyak serai di tingkat petani per satu liternya di hargai sekitar seratus sembilan puluh ribu rupiah. Bisnis sangat menjanjikan bagi warga Gayo lues dan sekitarnya. (Maharadi)

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top