Free songs
Home / Keber Ari Ranto / Ekonomi / Ketika Menteri Agama Menyapa Korban Gempa di Pedalaman Pidie Jaya

Ketika Menteri Agama Menyapa Korban Gempa di Pedalaman Pidie Jaya


Catatan : Muhammad Nasril*

Sejak kemarin,  Rabu (22/12) informasi tentang kedatangan Menteri Agama (Menag) Repulik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi Aceh untuk melihat langsung dampak dari musibah gempa yang mengguncang Aceh beberapa waktu lalu dan menyerahkan Bantuan kepada masyarakat Korban Gempa di Kabupaten tersebut, sudah tersebar.

Menag dan  wakil ketua Baznas beserta rombongan tiba di Aceh tadi, Kamis (22/12) pagi melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Blang Bintang,  setelah istirahat sejenak, Menag beserta rombongan langsung menuju lokasi yang akan dituju di pedalaman Pidie Jaya.

Menag tiba di lokasi sekitar pukul 10:30 Wib disambut antusias masyarakat setempat dan juga jajaran Kemenag Pidie Jaya dan juga sejumlah Kakankemenag dari Kabupaten/Kota dalam Provinsi Aceh.

Menag menyapa mereka dengan salam, ” Waalaikum Salam, Pak Menteri, Piyoh Pak,” jawab mereka yang kini tinggal dihunian Sementara (Huntara), tampak  senyum sumringah terpancar dari wajah-wajah para korban gempa yang kini bertahan di tenda pengungsian.

Disana Menag berdialog langsung dengan mereka, ia mendengar cerita mereka saat musibah gempa melanda Kampung mereka, Menag yang didampingi Kakanwil Kemenag Aceh tidak beranjak dari tempat itu, ia tetap mendengar harapan-harapan yang disampaikan.

Setidaknya, kehadiran Menag Lukman Hakim Saifuddin ke lokasi itu menjadi secercah harapan dan semangat baru bagi mereka dalam menyongsong kehidupan hari esok.

Kunjungan Menteri Agama ke Pidie Jaya itu selain untuk melihat langsung kondisi di sana dan keadaan para korban bencana. Menag juga menyerahkan bantuan sebesar Rp4,8milyar.

Dalam kesempatan ini Lukman Hakim berpesan kepada korban gempa agar selalu optimis dalam menghadapi setiap musibah.

“Selalu ada sisi kebaikan di balik bencana. Terkadang Allah menciptakan kepedihan dan penderitaan. Tetapi yakinlah bahwa pada saat yang sama Allah memberikan kesenangan dan kegembiraan. Dia menciptakan sesuatu berpasang-pasangan,” pesannya.

Menteri Kabinet Kerja era kepemimpinan Jokowi-JK ini mengajak para korban mengambil hikmah dari bencana gempa ini sembari meneguhkan iman bahwa semua kejadian adalah takdir Allah SWT.

“Ada pendapat yang menyatakan bahwa alam tak pernah menyebabkan bencana. Semua kejadian di alam semesta ini adalah Sunnatullah,” katanya.

Mantan Wakil Ketua MPR ini mencontohkan bahwa tsunami itu hakikatnya bukan bencana, melainkan aktivitas vulkanik atau lempengan bumi yang bergerak. Demikian juga gempa bumi, banjir, dan bencana lainnya. Jadi sebenarnya Allah tidak pernah menciptakan derita bagi hambanya.

Berbagi ketenangan hati, Menag lalu berkisah tentang seseorang yang mengeluh di hadapan Sang Sufi karena memiliki rumah sempit, padahal dia memiliki 8 ekor kambing. Orang itu bertanya kepada Sufi, bagaimana bisa hidup tenang dan lebih baik. Oleh Sang Sufi, pemilik rumah awalnya diminta memasukan dua ekor kambingnya ke dalam rumah.

Dia masih merasa sempit lalu kembali ke Sang Sufi dan mendapatkan nasihat yang sama hingga delapan kambingnya sudah masuk ke dalam rumah. Karena merasa bertambah sempit, sembari menangis, pemilik rumah kembali meminta saran.  Kali ini, Sang Sufi memintanya untuk mengeluarkan seluruh kambingnya. Saat ditanya, pemilik rumah merasa lapang dan lebih baik.

“Kenapa merasa lebih baik? Karena hatinya tenang,” kata Menag menutup kisahnya.

Kunjungan Menteri Agama ke Pidie Jaya itu selain untuk melihat langsung kondisi di sana dan keadaan para korban bencana, Menag juga menyerahkan bantuan sebesar Rp4,8milyar.

Kehadiran Menag ke wilayah pedalaman Pidie Jaya itu, disambut hujan rintik, semoga keberkahan kehadirannya menjadi rahmatullah dan berkah untuk mereka.

Sebelumnya, Mengawali sambutan dihadapan Masyarakat Gampong Lhok Puuk, Menag mengajak semua yang hadir untuk berdoa kepada Syuhada Korban gempa Pidie Jaya, seraya mengucapkan “ALFATIHAH”.

Sebelum Hadir ke Aceh, Menag tentu telah menerima Laporan dari Kakanwil Kemenag Aceh tentang  kerusakan akibat musibah gempa melanda, bahkan ia juga telah menginstruksikan jajaran Kanwil Kemenag Aceh pada hari itu juga untuk turun langsung ke lokasi musibah dan mendirikan posko.

Selain bertugas sebagai Kakanwil ia juga menjadi relawan di Posko Kemenag Pidie Jaya dan juga membuka dapur umum untuk relawan dan Masyarakat yang kesulitan mendapat makanan pada waktu itu, serta memfasilitasi sejumlah relawan baik dari lokal maupun Nasional untuk berposko di Kemenag.

*Staf Inmas Kanwil Kemenag Provinsi Aceh

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top