Free songs
Home / Sastra / Lima Belas Detik Saja, Kekasihku

Lima Belas Detik Saja, Kekasihku


[Puisi] Empati Penyair Atas Gempa Pidie Dari NTT

Mezra E.Pellondou

Lima Belas Detik Saja, Kekasihku

:Yusra Fitriani pada Suharnas, calon Linto Baro

Lima belas detik saja gempa melepaskanmu dari genggamanku
subuh itu sesar geser mendatar bergetar mencium Ubun-ubunmu
menggoncang dan mengistirahatkanmu dariku
padahal telah lama kita mencoba meraba-raba takdir
bermimpi tentang sepasang pengantin berlayar satu perahu

Lima belas detik saja
sesar samalanga si popok membobokkanmu di kedalamannya yang dangkal
seperti cinta mendekatkan pengantin dengan cemburunya yang pekat
dan semua mimpi kita dirampok pergi di rabu kelabu
tujuh subuh desember yang basah

Lima belas detik saja, kekasih
ya, cuma lima belas detik!
sajak-sajak kita adalah rimbunan airmata
ziarah sepanjang musim
gerimis yang gelap
malam yang diam
pelaminan yang dingin [SY]

Nusa Tenggara Timur, Desember 2016

Mezra E. Pellondou

Lahir di Kupang Nusa Tenggara Timur, 21 Oktober 1969. Guru yang penulis. Memperoleh sejumlah penghargaan karya sastra, karya jurnalistik dan karya tulis:  Pemenang Pertama Nasional  Penghargaan Sastra untuk Pendidik-Pamong Bahasa (2012) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Nasional RI, Penghargaan NTT Academia Award 2013. Finalis Nasional Lomba Kreatifitas Guru (2012) yang diselenggerakan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Menulis naskah film anak-anak perbatasan, Nama Saya Dominggas dan menyutradarainya hingga menjadi sebuah film pendidikan (2013). Pemimpin redaksi majalah bahasa dan Sastra, Loti Basastra, kantor bahasa NTT (2013). Cerpen, Mainkan padaku Bolelebo, Kekasih masuk dalam antalogi cerpen Temu 1 Sastrawan NTT Kematian Sasando (2013) . Tiga Puisi, Teriakan Perempuan Batu, Orang-orang Gila itu Memanggilnya Gila, Sakit Christmas, masuk dalam antologi Temu 1 Sastrawan NTT, Senja di Kota Kupang (2013).  Puisi-puisinya masuk dalam antologi bersama Temu II Sastrawan NTT Nyanyian Sasando (2015). November 2016 sempat hadir di tanah Gayo dalam even Pesta Baca Puisi Kopi Penyair Dunia. Pengakuannya sangat terkesan dengan keindahan Danau Lut Tawar, Kopi Gayo dan keramahan masyarakatnya.

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top