Free songs
Home / Keber Ari Ranto / AKBP. Anissulah M Ridha, Anggota Pecinta Alam Kapolres Bangkalan Madura

AKBP. Anissulah M Ridha, Anggota Pecinta Alam Kapolres Bangkalan Madura


  • Laporan Win Wan Nur

    AKBP Anisullah M. Ridha

    KAPOLRES Bangkalan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Anisullah M. Ridha yang akrab disapa Anis adalah perwira polisi lulusan Akabri Kepolisian angkatan 98 yang lahir di Banda Aceh tanggal 8 Mei 1976.

    Tahun 1994, Anis menamatkan pendidikan menengah atas dari SMA Negeri 3 Banda Aceh, tapi dan mendaftar ke Akabri Angkatan Darat, tapi perwira yang memiliki kampung halaman di Sibreh, Aceh Besar ini belum beruntung pada tahun itu. Dia hanya mendapatkan rangking 27 dari keseluruhan peserta tes Akabri asal Aceh pada tahun itu. Padahal jatah untuk Aceh pada tahun itu hanya 21 orang.

    Selain mengikuti tes Akabri, Anisullah sebagaimana mayoritas lulusan SMA tahun itu juga mendaftar untuk mengikuti UMPTN, dari jalur UMPTN ini putra dari pasangan orang tua M. Ridha dan Nurlaila ini diterima di fakultas ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

    Saat menempuh pendidikan di Universitas Syiah Kuala ini, Anis mendaftar untuk menjadi anggota UKM PA LEUSER Unsyiah dan mengikuti Pendidikan Dasar (DIKSAR) ke 11 yang kemudian berhasil dia selesaikan dengan baik yang membuatnya resmi menjadi anggota kelompok pecinta alam ini dan mendapatkan keanggotaan seumur hidup. Pada tahun 1995 Anis mendaftar kembali di Akabri, tapi kali ini dia mendaftar di Akabri Kepolisian. Berbeda dengan tahun pertama, kali ini anak kelima dari lima bersaudara ini berhasil menembus seleksi sebagai peringkat kedua dari seluruh peserta asal Aceh. Anis pun berangkat ke Magelang untuk menjadi taruna Akabri , membentuk pondasi masa depannya sebagai perwira polisi. Kuliahnya di Unsyiah dia tinggalkan.

    Tahun 1998, selesai menempuh pendidikan di Akabri Kepolisian, Anis pertama kali ditugaskan di Panit Polair di Merak, selepas itu Anis ditunjuk sebagai Kanit Polair di Pangandaran . Selesai ditugaskan di Polair, Anis kemudian ditarik untuk menjadi reserse di Polda Jawa Barat dan kemudian diangkat menjadi Kanit Serse Polres Bandung sebelum kemudian ditarik kembali menjadi Reserse ke Polda untuk persiapan sekolah di PTIK.

    Setelah menyelesaikan pendidikan dari PTIK, putra Aceh ini banyak menghabiskan karirnya di pulau kelahirannya, Sumatra meskipun bukan di Aceh.

    Anis mengawali karirnya di Sumatera pada tahun 2006 sebagai Pama di Polda Sumatera Selatan selama 1 bulan. Setelah itu dia ditarik ke Poltabes Palembang dan setahun kemudian ditunjuk menjadi Kapolsek Plaju dan dilanjutkan menjadi Kapolsek Lemabang.

    Pada tahun 2009, Anis diangkat menjadi Kasat reskrim di Polres Batu Raja dan pada tahun 2010 atas permintaan dari Polair, Anis kembali ke Polair dan menjabat kasubdit bin ops. Lepas dari Polair, pada tahun 2010 – 2011 Anis ditunjuk untuk menjabat Kasat reskrim poltabes Palembang, selanjutnya karirnya terus meningkat dengan menjabat Wakapolres OKU Timur dari tahun 2012 – 2013 sebelum dia mengikuti Sespim selama setahun.

    Lepas dari Sespim pada januari 2014, Anis pun resmi mendapat kenaikan pangkat menjadi AKBP dan langsung ditunjuk sebagai Kabag Dalpers di Polda Sulawesi Tengah. Saat menjalani tugas ini, Anis juga pernah ditugaskan sebagai anggota pengamanan calon presiden, saat itu Anis ditugaskan untuk mengawal calon presiden Prabowo Subianto. Tugas ini dia jalani selama lima bulan dan kemudian kembali menjalani tugasnya sebagai Kabag Dalpers di Polda Sulteng. Tahun 2015, Anis ditarik ke Mabes Polri untuk menjadi Kasub bag pengamanan dan protokol. YANMA mabes Polri. Sekitar setahun menjalani tugas ini, AKBP Anis kemudian mendapatkan penugasan pertamanya sebagai Kapolres, Anis diserahi tugas untuk memimpin Polres Bangkalan di Pulau Madura.

    Saat menjadi Kapolres Bangkalan inilah Anis menunjukkan talentanya sebagai aparat negara yang diberi mandat untuk menjaga keamanan. Dalam menjaga keamanan wilayah yang dipercayakan kepadanya AKBP Anisullah M. Ridha mengedepankan pendekatan kultural kepada masyarakat dan mengutamakan pencegahan daripada penindakan. Dan sejauh ini tampaknya apa yang dilakukan oleh putra asli Sibreh, Aceh Besar ini cukup berhasil. Untuk bisa melakukan pencegahan yang baik tentu saja harus menguasai permasalahan di lapangan dengan pemetaan persoalan yang akurat. Pendekatan yang dilakukan Anis kepada masyarakat Madura, penduduk yang tinggal di wilayah yang berada di bawah wewenang sangatlah menarik dan bisa dijadikan inspirasi, bukan hanya bagi aparat polisi dan keamanan, tapi juga bagi para pemimpin daerah di manapun berada, termasuk di Gayo.

    Saat datang ke Bangkalan, Anis sudah tahu kalau daerah ini unik sehingga penanganan persoalan yang ada di Bangkalan tidak bisa disamakan apalagi di copy-paste dari cara penanganan yang sudah pernah dia lakukan di daerah sebelumnya.

    Lalu bagaimana cara pendekatan yang dilakukan oleh Kapolres yang juga anggota kelompok Pecinta Alam ini?.

    Semua akan diulas pada bagian kedua tulisan ini.[]

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top