Free songs
Home / Jurnalis Warga / Glass Bridge Tiantangzhai Huanggang Hubei

Glass Bridge Tiantangzhai Huanggang Hubei


Zuhra Meiliza* melaporkan dari Wuhan, Tiongkok

PERJALANAN menuju天堂寨 (Re: Tiantangzhai) di hari Minggu 11 Desember 2016 yang lalu membawa cerita yang sangat tidak dapat dilupakan.

Tian Tang Zhai Scenic Spot merupakan puncak tertinggi kedua yang memiliki tinggi 1.729 mdpl (5.673 kaki diatas permukaan laut), memiliki tiga taman hutan nasional disekitar gunung yaitu Dabie Mountain Forest Park yang berada di Luo Tian, Tiangtangzhai National Forest Park di Jinzhai dan Wujia Mountain National Forest Park di Yingshang.  

Perjalanan menuju Huanggang dari Wuhan, memakan waktu hampir 3,5 jam melalui jalan tol dengan kecepatan bus yang kami tumpangi rata-rata 80km/jam. Menuju kesana kami harus mengeluarkan uang sebesar 170¥, itu sudah termasuk bus PP (pulang pergi) dan tiket masuk kedalamnya.

Segala persiapan harus dilakukan, seperti halnya makanan, snack. Namun disana juga akan ditemui beberapa kios yang menjajakan makanan ringan, tentu saja dengan harga yang sepadan.

Sesampainya disana kami langsung disuguhi dengan pemandangan alam yang luar biasa indahnya. Gunung-gunung ditutupi kabut tipis di pagi hari, dan semua pengunjung tidak sabar untuk mengabadikan momen menggunakan kamera hp pribadi.

Fasilitas yang disediakan pun cukup memadai seperti halnya kamar mandi umum, hotel atau penginapan, dan bus pariwisata yang siap mengantar kami ke tempat objek wisata yang dituju. Ada 3 objek yang dapat dinikmati yaitu Cable Car, Glass Bridge dan Elevator. Namun ternyata jalan mudah menuju Glass Bridge yang sudah sangat ingin kami lihat sedang dalam proses perbaikan. Sehingga memaksa kami harus melewati jalan susah.

Untuk pertama kami diantar menuju Cable Car, dengan membayar 80¥ (yuan = mata uang China) Two ways dan 40¥ one way. Itu merupakan harga mahasiswa, kami mendapat diskon dari harga normal 110¥. Kami pun memilih one way, sehingga membuat kami mendaki 3 puncak gunung untuk sampai di Glass Bridge dan Elevator.

Perjalanan Cable Car kami mulai setelah kami selesai menunaikan ibadah Zhuhur, dan tertinggal bersama rombongan lainnya, hanya ada 1 tour guide yang mendampingi.

Perasaan lelah tentu saja kami rasakan, namun pemandangan alam yang dirasakan selama perjalanan di Cable Car dan pendakian gunung terbayar sudah. Bagaimana tidak, kami merasakan berada di atas awan dengan hamparan gunung, pepohonan dan kicauan burung yang menyatu dengan alam.  

Dengan suhu yang pada hari itu lumayan dingin sekitar 10°C, ketika diatas puncak menjadi 3°C kami merasakan dingan yang teramat sangat. Beruntung ada beberapa kios diatas puncak tersebut yang menjual beberapa makanan dan air hangat untuk diminum.

Pihak pemelihara taman hutan nasional tersebut betul-betul sangat memelihara kebersihan, di sepanjang jalan disediakannya tong sampah, mereka juga memperhatikan keselamatan dan kenyamanan para pendaki dengan menyediakan begitu banyak tempat duduk untuk beristirahat. Dibuatnya beberapa spot menarik, ada patung burung yang menmpel di sepanjang jalan, jalanan yang dibuat ukiran-ukiran menarik menambah cantiknya spot untuk berfoto buat para social mediaholic.

Setelah mendaki 3 puncak gunung kami dapat Glass Bridge, dengan membayar tiket sebesar 10¥, kami memasuki jembatan kaca tersebut. Pertama kaki memijak ada perasaan takut, seakan-akan antara satu kaca dengan kaca lainnya harus dilompati. Kami pun tidur-tiduran dijembatan kaca tesebut sambil merasakan betapa indahnya alam ciptaan Allah.

Untuk menuju elevator hanya jalan melalui jembatan kaca inilah satu-satunya jalan. Kami menghabiskan waktu diatas jembatan kaca dengan mengambil beberapa foto.

Melihat semua keindahan alam ini membayar segala kelelahan. Sampai akhirnya kami tiba di elevator, elevator dibuat untuk menuruni gunung tersebut. Elevator yang memiliki tinggi 10 lantai tersebut mengantarkan kami di lereng gunung, dilanjutkan menuruni lereng gunung sekitar 20 meter lagi sampailah kami di tempat bus yang akan membawa kami kembali ke Main Gate.

Perjalanan ini dimulai di pagi hari yang masih gelap dan diakhiri juga di malam hari hari yang gelap. Selamat beristirahat bagi semua rombongan itu kata-kataku kepada temanku sekalian.[]

*Mahasiswa lulusan Unsyiah yang melanjutkan program  S2 di Huazhong University of Science and Technology.

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top