Free songs
Home / Beru Bujang / Di Mesir, Mahasiswa Asal Takengon Melaju ke Final Musabaqah Khutbah Jumát

Di Mesir, Mahasiswa Asal Takengon Melaju ke Final Musabaqah Khutbah Jumát


Lauhin Mahfudz

LAUHIN Mahfudz Mahasiswa Al-Azhar, Mesir, Jurusan Syariah Islamiyyah berasal dari Kabupaten Aceh Tengah berhasil menembus babak final dalam perlombaan khutbah Jum’at dan video tausyiah antar Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir).

Perlombaan tersebut diadakan oleh KBRI Cairo dalam memperingati hari besar kelahiran nabi Muhammad saw dengan mengangkat tema sirah Nabawiyah dengan sub tema bebas tentang Rasulullah. Musabaqah ini diadakan di mesjid Indonesia Cairo.

Musabaqah yang diadakan pada tanggal 9 Desember 2016 ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, dan mahasiswa yang berasal dari Takengon Aceh Tengah ini mampu masuk dari deretan peserta yang akan tanding kembali di final yang Insya Allah akan diadakan pada hari Jumat 16 Desember 2016 mendatang.

“Tidak ada kata-kata yang pantas untuk diucapkan selain rasa syukur teramat sangat kepada Allah SWT atas segala limpahan nikmat dan rahmat-Nya shalawat dan salam juga tak kunjung lupa kita sanjung sajikan keribhaan junjungan alam Nabi besar Muhammad Saw, semoga dengan menjalankan sunnah-sunnahnya kelak kita mendapatkan syafaatnya di hari kemudian kelak, Amin,” tulis Lauhin Mahfuzh dalam emailnya, 12 Desember 2016.

Lauhin mengucapkan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar KMA, teman teman seperjuangan dan terkhususnya kepada keluarganya yang telah memberi semangat, dukungan  serta do’a, atas izin Allah SWT sejauh ini dirinya bisa masuk salah satu dari 5 finalis.

“Saya bahagia karena ini adalah musabaqah perdana saya di Mesir, sangat gugup pada awalnya karena disini kita bersaing dengan mahasiswa Indonesia dari seluruh Nusantara, dengan  ditambah lagi dengan juri-juri dengan berbagai gelar akademik yang luar biasa,” ungkapnya merendah.

Diakui, dirinya belum memiliki banyak pengalaman bagaimana persaingan antar Masisir. Hanya dengan kesungguhan, dia kuatkan tekad dalam diri bahwa dia bisa dan  mampu untuk bersaing, dan atas izin Allah itu semua terwujud.

“Saya juga berbahagia dengan adanya musabaqah ini kita bisa menjalin erat tali ukhuwah, kita bisa saling mengenal satu sama lainnya, dan saya sangat berharap ini adalah musabaqah sebagai ajang dakwah dan silaturrahmi,” tulis Lauhin Mahfuzh menutup keterangan dalam emailnya. (Husaini Muzakir Algayoni)

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top