Keber Ari Ranto Terbaru

Air Mata Daud Pakeh Saat Takziah Keluarga Guru Madrasah Korban Gempa

rps20161210_155423_182Meureudu-LintasGayo.co : Setelah menerima sejumlah bantuan dari beberapa donatur yang diantar ke Posko Kemenag Pidie Jaya untuk korban gempa, tim Posko membagikan bantuan-bantuan tersebut ke dalam 2 mobil untuk didistribusikan kepada masyarakat korban gempa, Jum’at, 9/12/2016.

Salah satu mobil rombongan pendistribusian itu, dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. M. Daud Pakeh, yang didampingi oleh Kasubbag Perencanaan dan Keuangan, Saifuddin, SE. Kasi Pendis Kemenag Pidie Jaya, Ahmad Yani, S. Ag dan juga didampingi tim Inmas Kanwil Kemenag Aceh.

Saat Tim bergerak dari Posko, mobil hanya berjalan pelan, karena kondisi jalan yang ditempuh macet dan lalu lintas padat.

Kakanwil dan rombongan langsung menuju ke rumah pertama yang akan dikunjungi yaitu rumah salah seorang guru Madrasah yang meninggal dunia pada saat musibah gempa melanda bumi Pidie Jaya, Rabu, (9/12). Guru harus tersebut adalah Almarhumah Marlina, S. Pdi, Guru pada MTsN Trienggadeng yang baru saja lulus CPNS honorer K1, ia meninggal dunia bersama anaknya yang masih kecil pada saat musibah gempa waktu itu.

Kehadiran Kakanwil disambut haru keluarga, rumah yang dikunjungi itu tempat Almarhumah meninggal dunia dan merupakan salah satu rumah yang rusak parah dampak gempa 6,4 SR saat itu, bahkan kini rumah itu sudah tidak bisa digunakan lagi.

Keluarga Almarhumah menyambut Kakanwil dan rombongan dibawa tenda yang didirikan dihalaman rumah, mereka untuk sementara tanggal dibawah tanda itu.

Dalam kesempatan tersebut Kakanwil atas nama lembaga dan pribadi menyampaikan Bela sungkawa dan Duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa Almarhumah dan Keluarga.

“Semoga Allah menerima segala amalnya dan ditempatkannya di SyurgaNya bersama orang orang Shalih, Amin,” ungkap Kakanwil.

Salah seorang anggota rombongan, Yahwa, ia melihat langsung kondisi bangunan rumah akibat gempa 6,5 SR yang merenggut nyawa beberapa orang di rumah itu.

Tiba tiba, Kakanwil juga ingin melihat langsung dan masuk ke dalam rumah itu, disana masih ada bekas himpitan Almarhumah bersama anaknya oleh reruntuhan bangunan itu.

Isak tangis saat sang suami menunjuk ke arah tempat Almarhumah meninggal, kesedihan yang sangat mendalam, namun itulah takdir, kelak semua kita juga akan pergi untuk selamanya.

Isak tangis keluarga semakin Pecah, keharuan mereka akan Kedatangan Kakanwil bersama rombongan, setidaknya menjadi sedikit pelipur hati bagi mereka keluarga yang ditinggalkan.

Kakanwil tidak sanggup menahan untuk tidak meneteskan air mata, perlahan tetesan itu keluar membasahi pipinya, bahkan isak tangispun semakin pecah bersama keluarga, dan suasana kian haru.

Kakanwil menitip pesan kepada keluarga yang ditinggalkan bahwa “Rencana Allah pasti lebih indah, Allah menguji kita dalam batas kemampuan, bersabar dan berdoa selalu untuk mereka yang sudah lebih dulu meninggalkan kita,” ujar Kakanwil.

Dalam kesempatan itu, Kakanwil juga menyerahkan sedikit bantuan dan santunan untuk keluarga Almarhumah.

Selanjutnya rombongan menuju ke lokasi lain untuk menyerahkan bantuan. [*]

Comments

comments