Sastra Terbaru

Puisi-puisi Relegius Duka Gempa Pidie

 

LK Ara

RANGKULLAH

Rangkullah ibu
Inilah saat 
Kita berdua 
Tak kemana mana lagi
Pengembaraan ku pun
Berakhir disini
Bangunan itu
Menimpa kita

Rangkullah ibu
Lebih erat
Lihat gempa
Menģoncang kencang 
Saatnya telah datang
Kita kembali ke rumah
Seperti tercatat dalam warkah

Air mata kita berdua
Menjadi sungai kecil
Mengigil
Menuju muara
Muara tempat berhimpun 
Semua kasih
Maha Kasih

Depok, 8 des 2016

 

Salman Yoga S

SULUH PEMELUK TEGUH

Empat kali dalam sebulan wilayahmu kutapaki
Mondar-mandir hingga terhafal ruang menasah tempat mengaji
Membayang sebagai jalan pulang dan jalan pergi
Antara jelajah rindu rumah dan menjemput rizki
Melembuhu duka kami
Membuku empati negeri
Membuka mata hati, tabah ladang uji
Rahmah Ilahi tengah menjejaki kita lagi
Tanah diguncangnya ketika subuh beriring bangunan runtuh
Ingatan tuk kita tetap berdiri menghela peluh
Sebagai pemeluk sungguh yang tetap bersuluh
Kepada yang Maha Pengasuh
Mutakabbir hayyu waduud qayyuum-Nya yang asshabuur
Juga asysyaafi-Nya yang Maha Penyembuh

Pekanbaru, 9 Desember 2016

Comments

comments