Free songs
Home / Keber Ari Gayo / Ekonomi / Petani Burkayangan Adopsi Teknologi Alsintan

Petani Burkayangan Adopsi Teknologi Alsintan


Catatan Abdurrahman, SP*

rps20161113_124124_773DAHULU ketika zaman primitif,  manusia mendapatkan sumber kalori dan energi dari hasil berburu hewan dan ikan, juga hasil panen tanaman liar dalam bentuk  umbi-umbian, akar,  buah,  daun,  serat, batang, dan berbagai ekstraknya. Tidak terkecuali di Gayo, khususnya tepi danau Lut Tawar, seperti manusia pra sejarah yang hidup sejak 7500 tahun lalu di Loyang Mendale dan Ujung Karang, mereka belum mengenal cara budidaya atau disebut pola ekstraktif.

Kemudian komoditi yang berpotensi sebagai sumber karbohidrat mulai dibudidayakan di sekitar tempat tinggal mereka kendati masih menggunakan alat pengolah tanah dari kayu dan batu yang sangat sederhana.

Generasi petani bertukar seiring waktu dan mereka  mulai mengenal adanya  cangkul, pacul, skop, parang dan sebagainya yang bersifat manual.  Peralatan ini tidak terlepas dari perkembangan peradaban dan budaya suatu daerah.

Timbul juga ide pengembangan tekhnolgi tepat guna dengan memadukan alat pertanian  manual ini dengan tenaga  hewan  sebagai penggerak. Misalnya  tenaga  kuda, sapi dan kerbau. Mengolah tanah terasa ringan apabila hewan peliharaan dipadukan dengan  alat yang bernama Nengel  dan  Ceras (Gayo-red).  

Dalam sejarah pangan di Indonesia, tercatat bahwa Indonesia mampu swasembada beras di tahun 1984 kendatipun alat mesin pertanian sangat berkekurangan. Inilah yang perlu kita cermati bahwa alat produksi pertanian (alsintan) itu penting tapi mungkin lebih  utama dari situ adalah koordinasi antar leading sector penggerak pertanian  baik saat menggulirkan  program maupun menerapkan di lapangan.

Konon sekarang  hampir seluruh  tingkatan pekerjaan  budidaya pertanian  sudah menggunakan  berbagai jenis  alsintan  yang canggih mulai dari  pengolah tanah,  pemupuk tanaman, penyemprot obat-obatan, pemanen super comban bahkan alat pendeteksi  hama penyakit, namun harus kita kaji peluncuran alat mesin pertanian itu belum  dapat menjanjikan  swasembada pangan,   apabila tidak adanya sinkronisasi dan koordinasi yang baik antar pihak yang terkait.  

Tekhnologi  ini salah satu tujuannya untuk mempercepat akses  kegiatan pelaku utama di lapangan. Misalnya alat mesin tanam padi Transplanter dirancang  untuk mengimplementasikan pola tanam Jajar Legowo di lahan sawah,   efektif  atau tidak  penggunaan  alat ini   tergantung pada kondisi  lapangan  termasuk   kemiringan  area  sawah dan ukuran petakan sawah,  kapasitas kerja mesin tanam ini mampu menyelesaikan penanaman  5-6 jam/ha dengan dua orang operator.  

rps20161113_124607_071Semua alat mesin pertanian yang diberikan kepada kelompok tani  di pedesaan  belum dapat  berfungsi sebagaimana yang diharapkan, ada yang  sudah menjadi besi tua dan ada juga masih terbungkus  plastik belum pernah digunakan sama sekali, setelah dikonfirmasi ternyata alat yang diserahkan itu tidak disertai dengan penjelasan prosedur penggunaan di lapangan. Dengan  spontan  penyuluh  masuk ke ranah cara pemanfaatan  alat yang  ada disekitar mereka.

Menerapkan tekhnologi di kalangan keluarga petani  cukup sulit,  butuh waktu dan bukti otentik  dalam meyakinkan  mereka.

Adalah kelompok tani Burkayangan yang beralamat di kampung Remesen kecamatan Silihnara Aceh Tengah telah berhasil mengadopsi tekhnologi baru setelah beberapa kali anjangsana dan pertemuan bersama  Ida Yusriani SP, penyuluh TLH-TBPP yang tersandung  kriteria usia  pada calon Aparatur Sipil Negeri (ASN)  bulan lalu.  

Penyuluh  yang berstatus  ibu rumah tangga ini  tetap  bersemangat menggerakan kelompok tani di beberapa wilayah kerjanya.

Kepiawaiannya berhasil meluluhkan pola kebiasaan petani sampai terlaksana penanaman padi dengan menggunakan  tekhnologi bergengsi ini. Jauh sebelum menanam petani sudah dituntun menabur benih diatas media semai berukuran 30 x 60 cm sampai dengan keadaan bibit dapat digulung dan diletakan diatas meja jari  mesin  tanam.

Selain petani Burkayangan koordinator BP3K Silih Nara  akan memacu penyuluh lainnya  menerapkan tekhnologi baru ini kepada kelompok tani  padi sawah dengan memberi pengetahuan teknik persemaian benih ala Transplanter.

*Penyuluh Pertanian Penyelia

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top