Ekonomi Keber Ari Gayo Sara Sagi Terbaru

Koptu Rojak; Peternak Ayam Mungil untuk Kontes Kecantikan di Gayo

Oleh : Darmawan Masri*

Koptu Rojak dan Ayam Serama

Berbagai bentuk hewan dan tumbuhan mampu hidup dan tumbuh subur di dataran tinggi tanoh Gayo yang berjuluk kepingan tanah surga. Mulai dari kopi arabica terbaik di dunia, hasil holtikultura, hewan ternak dengan persediaan stok pakan yang melimpah hingga unggas menjadi salah satu sektor penghasil perekonomian masyarakatnya.

Beberapa waktu lalu, demam ayam ketawa melanda Takengon, Aceh Tengah dan sekitarnya. Unggas bersuara unik dengan menyerupai orang ketawa ini sempat menyita perhatian banyak orang. Tak pelak, jual beli ayam ini juga kian meningkat drastis.

Ternyata tak hanya ayam ketawa bernilai ekonomis yang dipelihara oleh warga di negeri berhawa dingin ini. Beberapa waktu lalu, LintasGayo.co bertemu dengan seorang prajurit TNI yang bertugas di Koramil 12/Permata Kodim 0106 Aceh Tengah-Bener Meriah.

Ditengah kesibukannya sebagai prajurit TNI AD, Kopral Satu (Koptu) Rojak tengah berada di kandang ayam miliknya. Ada puluhan ayam mungil terdapat di tempat tinggal sederhananya di Pondok Ulung, Kabupaten Bener Meriah.

Bukan ayam biasa, juga bukan ayam ketawa yang dipelihara oleh ayah dua anak ini, melainkan sesosok ayam bertubuh mungil, yang kemudian dikenal dengan nama ayam Serama.

Aneh memang mendengar namanya yang juga unik, terutama bagi orang yang baru saja mendengar nama ayam Serama. Namun, Bagi para pencinta unggas untuk kontes kecantikan, nama Ayam Serama pasti tidak asing lagi. Secara kasat mata, saat melihat Serama pasti kebanyakan orang mengira ayam itu asalah ayam Kate. Perbedaan yang menonjol dari ayam Serama dan Kate lah yang bisa membedakan kedua ayam bertubuh mungil tersebut.

Menurut literatur, Ayam Serama berasal dari Negeri Jiran, Malaysia. Ayam ini terkenal unik karena memiliki karakter postur yang kerdil. Bahkan, menurut American Poultry Association dan American Bantam Association, Ayam Serama merupakan jenis ayam terkecil di dunia.

Percaya atau tidak, tubuh Serama dewasa hanya selebar rentangan jari tangan orang dewasa. Berat ayam ini pun rata-rata hanya sekitar 300 gram per ekor. Meski bodinya imut, ayam mungil ini suka pamer bak foto model atau bahkan peragawan-peragawati yang berjalan di atas catwalk.

Keunikan lainnya, ayam ini suka pamer dengan membusungkan dada dan berjalan gemulai layaknya peragawan-peragawati yang tengah kontes kecantikan, oleh karenanyalah banyak penggemar ayam kontes, menyukai ayam yang juga gemar menarik kepalanya ke belakang hingga membentuk huruf S.

Beternak Ayam Serama Karena Bernilai Jual Tinggi

Ternak Ayam Serama Koptu RojakKoptu Rojak mengatakan dirinya memilih beternak ayam ketawa sebagai penghasilan tambahan disela tugas sehari-harinya sebagai seorang prajurit yang sewaktu-waktu dapat ditugaskan untuk perang dalam mempertahankan kedaulatan NKRI.

Wow… ternyata harga ayam ini bernilai tinggi. Kepada LintasGayo.co, Koptu Rojak menambahkan bahwa harga ayam Serama berkisar dalam rentang harga 5 hingga 45 Juta Rupiah perekor, dan ada juga yang lebih tinggi dari harga itu.

Ayam Serama milik, suami dari Raimah ini telah dipelihara sejak tahun 2008 silam. Koptu Rojak mendatangkan langsung indukan ayam Serama dari Malaysia. Karena keinginan kuat, membudiyakan jenis unggas ini sebagai tambahan penghasilannya, Koptu Rojak membeli indukan seharga Rp. 45 juta.

“Sebagai prajurit TNI dengan pangkat Kopral Satu tentu penghasilan saya dan keluarga sangat pas-pasan. Saya berinisiatif membudidayakan ayam Serama ini, dan mulai serius pada bulan Juni 2016 lalu, saat saya baru pindah tugas dari salah satu Batalyon di Pulau Jawa ke daerah Gayo dan ditempatkan di Koramil 12/Permata,” kata pria berusia 40 tahun kelahiran Palembang, Sumatera Selatan ini.

Melihat prospek ayam Serama yang menjanjikan, Koptu Rojak pun memantapkan hati dengan membudidayakannya. Dia pun disokong penuh oleh keluarga tercinta.

Punya Puluhan Ekor, Penjulan Lewat Online dan Pemesanan

Selama menggalakkan bisnisnya hingga kini, Koptu Rojak ternyata telah memiliki puluhan ekor ayam Serama.

“Saat ini ada 27 ekor betina dan 11 jantan, totalnya adanya ada 38 ekor Serama dewasa, ditambah lagi ada beberapa indukan yang tengah mengeram dan ada beberapa yang masih anakan,” kata Koptu Rojak.

Terkait penjualan, Koptu Rojak mengaku telah menjual ayam Serama baik di dalam daerah maupun luar daerah. Ia pun memanfaakan media sosial dalam menjalankan usahanya itu.

“Ada beberapa komunitas ayam Serama di Indonesia, salah satunya adalah lewat laman facebook Serama Rencong FARM. Melalui inilah ayam Serama milik saya dan beberapa peternak lainnya melakukan jual beli, dan juga beberapa situs online lainnya,” terang Koptu Rojak.

Disampaikan juga, ia telah berhasil menjual beberapa ekor ayam Serama dengan harga yang cukup fantastis. “Paling rendah saya menjual dengan harga 5 juta dan pernah ada yang saya jual mencapai 45 juta Rupiah, lumayan lah mas, buat nambah-nambah penghasilan bagi keluarga, untuk anak-anak sekolah, yang penting halal,” ungkapnya.

Juara Kontes 

Koptu Rojak menunjukkan piagam penghargaan yang diperoleh lewat kontes Ayam Serama
Koptu Rojak menunjukkan piagam penghargaan yang diperoleh lewat kontes Ayam Serama

Tak hanya berbisnis dengan berjualan ayam Serama, Koptu Rojak juga telah mengikuti beberapa kontes di beberapa daerah di Indonesia. Sederetan piagam penghargaan yang berarti juara berhasil di koleksi oleh ayah dari Deni dan Salsabila ini.

Diceritakan, dengan beberapa kali ikut kontes, ayam Serama miliknya berhasil beberapa kali menjadi juara. Dalam ingatan seorang Kopral ini, pertama kali ikut kontes adalah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan, saat itu ayam Serama milik Koptu Rojak berhasil menjadi juara 3.

Ayam Seraya milik Rojak memang patut diperhitungkan, walau belum berhasil meraih juara 1 dalam kontes pertamanya, pada kontes kedua yang diikutinya dengan nama ayam Seribel berhasil memikat hati dewan penilai yang kemudian masuk menjadi juara 4 pada kontes yang digelar di Kotamadya Prabumuli, Sumatera Selatan.

Dua kali masuk nominasi juara,Koptu Rojak kemudian melanjutkan langkahnya pada pagelaran kontes lainnya, ketiga kalinya mengikuti, tak tanggung-tanggung ia pun memaksakan diri untuk ikut di kontes ayam Serama terbesar di Kota Palembang Darussalam. Pada saat itu, ayam milik Rojak berhasil menyabet 3 gelar juara yakni juara 1 dan dua ayam lainnya berhasil meraih juara 6.

Trend positif menjadi juara pada kontes selanjutnya pun berlanjut. Pada kontek keempat yang digelar di Kota yang sama pada kontes ketiga, yakni di Kota Palembang Darussalam, ayam Serama milik Koptu Rojak menyabet 4 gelar sekaligus juara 1, 3 dan dua ayam meraih juara 4.

Diberi Penghargaan Oleh Komandan

Danramil 12/Permata Beri Penghargaan kepada Koptu RojakMelihat kesungguhan dan keseriusan dari Koptu Rojak, sang Komandanya pun memberikan apresiasi. Pada 9 September 2016 lalu, Danramil 12/Permata, memberikan penghargaan kepada anak buahnya itu atas kreatifitasnya yang patut ditiru oleh prajurit-prajurit lainnya dalam tubuh TNI.

Tak hanya itu, Dandim 0106/AT-BM, Letkol Inf Didit Hari Prasetyo Putro, S.IP turut mengapresiasi keberhasilan anggotanya itu.

“Kita patut berbangga, ternyata prajurit TNI bukan hanya mahir di medan perang, namun juga bisa berternak ayam hingga sukses. Apresiasi saya kepada Koptu Rojak. Semoga apa yang telah dilakukan oleh beliau dapat dotularkan kepada prajurit lainnya dan juga kepada masyarakat, sebagai salah satu alternatif meningkatkan taraf perekonomiannya,” kata Dandim 0106 beberapa waktu lalu.

Koptu Rojak merasa terharu dan bangga bahwa apa yang sudah dia rencanakan sejak beberapa tahun belakangan ini mendapat perhatian dari pimpinan. Selaku, prajurit TNI, Koptu Rojak mengatakan akan lebih mengutamakan tugasnya sebagai prajurit untuk kemudian beternak ayam Serama sebagai pekerjaan sampingan mengisi waktu luang dalam pemanfaatan saat pulang bertugas.

Cara Beternak Ayam Serama

Ternyata beternak ayam Serama tak sesulit apa yang dibayangkan. Hanya saya, ayam serama agak kesulitan saat melakukan proses perkawinan.

Koptu Rojak mengatakan hal itu dikarenakan tubuh ayam Serama yang kecil dan kaki yang pendek. Untuk melakukan perkawinannya, Koptu Rojak bersedia memberikan penyuluhan tentang tata cara perkawinan ayam mungil ini, yang harus diperhatikan secara intensif pada saat memasuki masa kawin.

Untuk pakan, Koptu Rojak juga mengatakan tak terlalu sulit menemukannya. Pakan ayam ini hampir sama dengan kebanyakkan ayam pada umumnya.

Bagi pecinta ayam kontes tentunya bisa mencoba jenis ayam ini. Untuk, mendapatkannya bisa langsung menghubungi Koptu Rojak di alamat, Kampung Pondok Ulung, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah atau langsung menghubungi nomor kontak 085208183197. []

Koptu Rojak dan Ayam Serama

 

Comments

comments