Hukum Keber Ari Gayo Terbaru

Kekerasan Terjadi di Kantor KIP Bener Meriah

meriksaan akibat penganiayaanRedelong-LintasGayo.co : Ketua Komisioner Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Bener Meriah Iwan Kurnia, SPd, memukuli anggotanya bernama Anwar Hidayat di kantor KIP setempat, Rabu 7 September 2016.

Akibatnya, korban yang merupakan Ketua Devisi Bidang SDM dan Humas di KIP Bener Meriah itu mengalami luka di sekitar wajah serta memar di beberapa titik tubuhnya.

Muhktarudin, salah seorang anggota KIP Bener Meriah kepada awak media usai memberikan keterangan sebagai saksi di Mapolres Bener Meriah mengatakan dirinya tidak tau persis insiden pemukulan yang dilakukan oleh Ketua KIP tersebut.

Saat kejadian dirinya mengaku setelah makan siang menunaikan ibadah shalat dzuhur di Mushalla dilingkungan kantor KIP tersebut.

“Saya tidak tau persis kejadian pemukulan ini,  namun saat itu setelah makan, saya mendengar ketua tiba di kantor bersama ADCnya memanggil Anwar Hidayat menghadap ke ruang ketua, sementara saya pergi ke Mushalla,” tutur Mukhtarudin.

Sementara Anwar Hidayat usai melaporkan penganiayaan terhadap dirinya ke Mapolres Bener Meriah kepada media menyatakan bahwa ketika dia dipanggil oleh ketua KIP Iwan Kurnia keruangannya, Iwan Kurnia meminta laporan kepadanya tentang jalannya proses perekrutan PPK dan PPS.

“Saya menjawab bahwa progres maupun proses tersebut sudah ada dan bahkan telah ditayangkan di media online, jika hal tersebut yang diinginkan ketua, silakan melihat di media atau internet, kata saya,” ungkap Anwar Hidayat.

Mendengar jawaban yang saya berikan dia (Iwan Kurnia) marah dan bangun dari tempat duduknya dan memukuli saya secara membabi buta, hingga saya terpojok ke sudut ruangan.

Pemukulan yang dilakukan secara bertubi-tubi tersebut tidak di lawan bahkan berusaha mengelak serangannya, hingga datang petugas sekuriti yang ada ditempat tersebut untuk menghentikan serangan Ketua KIP tersebut.

“Bahkan saat sekuriti melerai kami, Iwan Kurnia masih melancarkan serangannya,” terang Anwar Hidayat yang didampingi oleh beberapa tokoh pemuda dan aktivis LSM saat melaporkan insiden yang menimpa dirinya ke Mapolres daerah setempat.

Terpisah, Kepala Puskesmas Pante Raya Kecamatan Wih Pesam Dr. Hardi saat dimintai keterangannya tentang hasil visum korban penganiayaan tersebut mengatakan korban (Anwar Hidayat) datang ke Puskesmas tersebut sekitar pukul 14.00 Wib siang bersama petugas dari kepolisian.

“Melihat kondisi korban, saya langsung menanganinya dan memeriksa korban,” kata Hardi.

Dari pengakuan pasiennya tersebut kepalanya merasa pusing, “hal ini mungkin diakibatkan pemukulan atau penganiayaan yang menimpa dirinya oleh pelaku”, terang Kepala Puskesmas Pante Raya tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan bahwa terdapat luka dan memar dibagian mata sebelah kanan korban, leher dan bibir bagian atas sehingga mengeluarkan darah sedangkan luka memar juga terdapat di bagian dagu, siku (tangan) begitu juga lutut korban.

Hal ini mungkin terkena gesekan meja yang ada di dalam ruangan tersebut pada saat pemukulan atau penganiayaan terjadi.

“Hingga saat pemeriksaan berakhir, korban masih mengaku merasa pening,” pungkas dr. Hardi.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini memperoleh penjelasan dadi Iwan Kurnia serta pihak berwajib. (GM)

Comments

comments