Free songs
Home / Buku / Inspirator Ikhlas [resensi buku]

Inspirator Ikhlas [resensi buku]


Judul Buku       : Inspirasi Dari Gayo

Penulis             : Fathan Muhammad Taufiq

Penerbit          : Mahara Publishing

Cetakan           : I, Januari 2016

Tebal               : xii + 166 halaman

ISBN                 : 978-602-73342-9-8

cover-buku-inspirasi-dari-gayo

SEJAK pertama sekali menerima buku “Inspirasi dari Gayo (Kumpulan Artikel Tentang Sosok Penyuluh dan Petani Inspirasi dari Dataran Tinggi Gayo” pascapeluncuran buku bersamaan dengan HUT ke II Tabloid LintasGAYO, pada 8 Januari 2016 di Halaman Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Aceh Tengah rasa penasahan untuk membacanya langsung mengebu-gebu.

Sayang, baru membacanya pada Prakata dan beberapa sambutan, selera membaca terhenti. Pasalnya, antara Prakata dan beberapa sambutan tersebut terkesan kurang ditata dengan baik. Hal ini terlihat dari penggunaan ukuran hurup (font size) yang tidak sama.

Kesan pertama yang sempat muncul ini, sekiranya bisa diperbaiki, bilan nantinya penulis hendak melakukan cetatak ke II. Karena, lembaran demi lembar awal dari sebuah buku merupakan daya tarik pembaca untuk melanjutkan halaman demi halaman lainnya hingga tuntas.

Keinginan untuk membaca lebih lanjut, kembali saya lakukan setelah kembali ke Banda Aceh. Kekuatan judul “Inspirasi dari Gayo” itu, membuat saya kembali melahap lembar demi lembaran buku karya seorang penyuluh pertanian yang hobi menulis tersebut.

Satu kesimpulan besar yang didapat dari isi buku secara keseluruhan yakni rasa pengabdian yang ikhlas dan tulus dari  seorang aparatur sipil negara (ASN) untuk memperkenalkan para penyuluh pertanian asal Gayo.

Sejujurnya, harus diakui. Memuji dan mengakui kehebatan seseorang adalah sikap yang sangat sulit dilakukan oleh seseorang. Namun, itu tidak berlaku bagi peserta terbaik Diklatpim IV angkatan III Aceh Tengah ini.

Dengan kebesaran hati, Fathan bukan saja memuji sesorang dengan kata-kata lisan yang bisa ditanggapi hanya basa-basi, tetapi ini dilakukan lewat tulisan dan disiarkan di media massa, sehingga puluhan, ribuan bahkan jutaan orang bisa membacanya.

Suami Ikawati Dewi ini, dengan rasa ikhlas dan tulus mengakui kehebatan seorang penyuluh. Lewat tulisan yang mengalir sesuai apa yang dilihat, didengar dan dirasakan, tanpa berusaha menghiperbolakan tulisan.

Hal itu bisa dilihat, bagaimana alumni SMAN 1 Takengon ini memperkenalkan Edi Wahyuni pada dunia. Kreatifitas bisa lahir dari siapa saja, kapan saja dan dimana saja, begitu juga dengan kreatifitas yang dilakukan oleh seorang penyuluh pertanian di Kabupaten Aceh Tengah bernama Edi Wahyuni.(Halaman 26)

Tidak hanya itu, di mata Fathan, lewat tangan dingin Edi Wahyuni, tumpukan buah-buahan busuk yang selama ini terbuang percuma di pasar itu ternyata telah berhasil di “sulap” menjadi pupuk organik cair murah yang ternyata sangat bermanfaat untuk membantu para petani. Selain memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan, apa yang dilakukan oleh penyuluh pertanian energik ini ternyata secara tidak langsung juga telah “menyelamatkan” lingkungan dari tumpukan sampah buah yang baunya sangat mengganggu itu, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui, begitu kira-kira falsafahnya Edi Wahyuni, sebuah kreatifitas yang patut diberikan apresiasi oleh semua pihak.(Halalam 30)

Ungkapan fakta yang sesuai realita inilah akhirnya, sosok Edi Wahyuni yang sebelumnya tak dikenal orang secara luas, bisa jadi terkenal. Lewat tangan dingin Fathan yang merangkai kata, sosok kreatif Edi, akhirnya dilirik dan diangkat oleh salah satu media televisi swasta nasional, SCTV.

Apa yang dilakukan Pengamat Curah Hujan BMKG ini, samasekali diluar dugaannya. Tentunya ini juga sangat sulit karya “anak bawang” – meminjam istilah Bang Fathan untuk mengungkap kapasitasnya  dalam dunia tulis-menulis – dilirik media besar di negeri ini.

Namun, dalam pikiran Fathan, apa yang sudah dilakukan ini sebagai bonus pengabdian untuk memperkenalkan Gayo. “…aku berfikir kalau benar tulisan saya jadi diangkat ke layar kaca, nama dan marwah penyuluh pertanian yang punya kreatifitas tinggi itu akan ikut terangkat, begitu juga “dunia” pertanian di Gayo juga akan ikut terangkat lewat tayangan ini, dan itu memang sudah jadi obsesiku sejak lama.”(halaman 32).

Rasa ikhlas dan tulus lainnya, hasil karyanya yang berbuah hasil manis yakni lahirnya “Forum Penyuluh Aceh Tengah” lewat Media Sosial (medsos) Facebook bersama Pak Muhammad Syukri, seorang kolumnis produktif dari Gayo.

Keberadaan grup Forum Penyuluh Aceh Tengah sebagai sebuah “inovasi baru” inilah yang kemudian “dikemas” oleh pak Syukri dalam sebuah proposal bertajuk “Memanfaatkan Facebook Untuk Percepatan Pelayanan Publik” dan diikutsertakan sebagai salah satu peserta dalam kompetisi inovasi pelayanan publik yang digelar oleh KemenPAN dan RB tersebut.(Halaman 113)

“Alhamdulillah karya tersebut berhasil masuk nominasi “99 (Ninty Nine) Karya Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2015” bersama 98 nominator lainnya dari seluruh Indonesia,” tulis Fathan.(http://lintasgayo.co/2015/04/17/)Fathan-M-Taufiq

Prestasi yang diraih ini, merupakan bentuk rasa ikhlas dan tulus Fathan dalam menulis dan mempublikasikan para penyuluh pertanian tersebut tanpa pamrih. Dan inilah ganjaran yang setimpal yang diberikan Allah SWT atas rasa pengabdian yang ikhlas tersebut.

Buku ini layak dibaca bagi para petani maupun para penyuluh dimanapun berada. Sebab, isinya sarat dengan pengetahuan bagaimana cara menghasilkan hasil pertanian yang baik serta berbagai cara meracik pupul alami yang sangat bermanfaat.

Maka tak salah bila Bupati Aceh Tengah Ir Nasaruddin yang notabene pernah melakoni sebagai penyuluh pertanian sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca. “Buku ini layak dibaca, inspiratif, mampu menggugah semangat kita untuk terus berkarya,” tulis Nasaruddin dalam kata sambutannya.(vii).

Terakhir, di mata peresensi, Fathan Muhammad Taufiq, bukanlah penyuluh biasa, namun Fathan adalah Inspirator Ikhlas.[]

 

Peresensi:

Iranda Novandi.(wartawan Hr Analisa di Banda Aceh/Wakil Ketua Bid Pendidikan PWI Aceh priode 2015-2020)

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Comments are closed.

Scroll To Top