Ekonomi Keber Ari Gayo Terbaru

Gayo Lues Butuh Ikan 2 Ton Perhari, 75 Persen Dipasok dari Takengon-Kutacane

Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues Nopal SP
Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues Nopal SP

Blangkejeren-LintasGayo.co : Kabupaten Gayo Lues memerlukan lebih kurang 2 ton ikan setiap hari. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Gayo Lues, Nopal, SP dihadapan peserta pelatihan teknik pembuatan pakan ikan dan probiotik bagi petani ikan dan penyuluh setempat di Blangkejeren, Sabtu 12 Agustus 2016.

Dari jumlah tersebut, kata Nopal, hanya 25% saja yang dapat dipenuhi oleh petani ikan setempat, selebihnya didatangkan dari Kuta Cane dan Takengon.

“Kita memiliki potensi lahan dan air yang banyak, oleh karena itu dengan adanya pelatihan ini diharapkan produksi ikan air tawar di Gayo Lues dapat meningkat,” ujar Nopal.

Menanggapi kondisi ini Wakil Dekan I Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Prof. Dr. Muchlisin Za, M.Sc yang turut menjadi pemateri pelatihan tersebut menjelaskan bahwa sebenarnya petani ikan dapat memanfaatkan sumberdaya lokal untuk bahan baku pakan ikan.

Pelatihan pembuatan pakan ikan di Gayo Lues oleh FKP Unsyiah
Pelatihan pembuatan pakan ikan di Gayo Lues oleh FKP Unsyiah

“Pakan ini membutuhkan bahan-bahan dasar antara lain dedak, tepung kedelai, tepung jagung dan tepung ikan, dan sebagian besar bahan-bahan tersebut banyak terdapat di Gayo Lues,” ungkap Muchlisin.

Oleh karena itu, kata Profesor ini, dengan tersedianya bahan-bahan tersebut maka pakan dapat dihasilkan dengan biaya lebih murah.

“Dipasaran harga pakan tergantung kualitasnya yaitu berkisar Rp 10.000-13.000, namun jika dibuat sendiri dapat ditekan menjadi hanya Rp5000 s/d 6000 per kg,” ungkapnya.

Bahkan, timpal Muchlisin, bisa lebih murah lagi karena bahan baku dapat dihasilkan sendiri oleh petani, misalnya tepung jagung, dedak dan tepung kedelai yang banyak di produksi di Gayo Lues.

Pelatihan tersebut merupakan rangkaian dari Bakti Sosial (Baksos) terintegrasi Universitas Syiah Kuala di Gayo Lues yang diluncurkan Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah, Sabtu 12 Agustus 2016. (SP | Kh)

 

Comments

comments