Keber Ari Gayo Pendidikan Sara Sagi Sekolah Terbaru

Catatan Miris Dunia Pendidikan di Lembah Leuser

kadisdik aceh ke leuser 1
Foto : Tarmizi A Gani

Laporan Tarmizi A Gani

KENYATAAN miris pendidikan di lembah Leuser, ada beberapa sekolah di wilayah tersebut yang tidak di urus sesuai dengan kebiasaan sekolah-sekolah lainnya. Bayangkan ada sekolah yang kedapatan cuma ada satu guru di sekolah saat proses belajar mengajar. Guru lainnya tidak datang, termasuk kepala sekolah yang dikabarkan juga belum masuk, hal ini terpantau saat beberapa media ikut rombongan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs. Hasanuddin Darjo MM ke Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara, Selasa 17/5/2016.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Hasanuddin Darjo bersama rombongan bergerak dari Kutacane menuju SMP Negeri 6 Lawe Sigalagala Satu Atap dan Kecamatan Leuser dan SD Swasta Bukit Bintang Indah di pagi hari. Kunjungan ini telah menyisakan beberapa catatan pahit, dibutuhkan pembenahan besar di akar rumput dalam memperbaiki mutu pendidikan di Aceh, teruatama di Leuser antara. Demikian dinyatakan Darjo.

Kunjungan mengejutkan yang di buat Hasanuddin Darjo ke daerah terpencil Leuser, Aceh Tenggara juga memukan SMA N 1 Leuser dengan 12 murid sedang belajar dengan seorang guru perempuan di kelas mereka, sedangkan guru lainnya tidak terlihat di sekolah tersebut, termasuk Kepala Sekolah yang diinformasikan kepada media belum masuk, entah kenapa tidak masuk, hingga berita ini diterbitkan belum ada kabar.

Di Kampung Tanjung Sari (KM.10), Kecamatan Leuser, Kadisdik Aceh Hasanuddin Darjo bersama rombongan singgah di sebuah Paud Bakti Sosial, Pendidikan Anak Usia Dini. Di Paud ini beberapa murid terlihat terhimpun dalam satu kelas, seorang guru perempuan sedang mengajar, terdapat juga seekor anjing yang kemudian di ketahui bernama Po Po di ruang kelas tersebut.

Ruang belajar anak-anak di Paud ini bisa dikatakkan tidak layak, apa lagi dengan pertimbangan tahun ini sudah 2016. Guru Paud tersebut meminta kepada Kadisdik Aceh untuk memerhatikan nasib mereka di pedalaman Leuser, Darjo pun tak tunggu lama merespon permintaan guru tersebut. “Kita akan usahakan, kita harap pemerintah Kabupaten jangan melupakan nasib pendidikan anak-anak di luar kota atau daerah terpencil,” ujar Darjo yang sering menyampaikan tidak ada kastanisasi pendidikan di Aceh, pendidikan di Desa dengan di kota sama saja.

Lain lagi di SMP Negeri 6 Lawe Sigalagala Satu Atap dan SD Swasta Bukit Bintang Indah yang berjarak sekitar 35 KM dari pusat pemerintahan Aceh Tenggara di Kutacane, jarum jam padahal sudah lewat jam 9.00, tapi tampak pintu sekolah masih tertutup, tiada gelagat sekolah itu ada murid yang sedang belajar, untuk mempastikannya Kepala Dinas Pendidikan Aceh mendatangi ruang satu persatu, sungguh terkejut Darjo saat melihat yang ada hanya kursi dengan kondisi yang berserakan di lokal, sedangkan murid kosong, media ini sempat terdengar Kadisdik Aceh, seakan-akan ngomel, “kapan bangsa ini cerdas kalau model ini manusia,” celetuk Darjo.

Untuk mengetahui kondisi lebih banyak tentang sekolah tersebut, Hasanuddin Darjo coba dapatkan informasi dari warga. Dirinya mengatakan berdasarkan apa yang diutarakan masyarakat yang namanya tidak ingin ditulis, mengatakan sekolah ini disini hanya ramai didatangi guru pada hari terima gaji, bahkan kadang terlihat hingga bakar-bakar ayam, saling bergembira sesama mereka, sedangkan pada hari biasa keadaanya sangat menyakitkan kami para orang tua, sering ada murid tidak ada guru sebut warga.

Seorang warga lainnya seorang ibu mengatakan, kalau ikut lomba sekolah ini tak dapat apa-apa, malu sekali kita, mana dapat, belajar pun tidak ada, ucapan wanita ini terlihat cukup membuat Darjo gerah terhadap kondisi yang sedang disaksikan di depan mata. Kepada media ini ia mengatakan harus segera di benahi, guru-guru dan kepala sekolah harus sadar itu adalah tanggung jawab dan dausa jika dibiarkan, makan gaji tanpa kerja adalah dausa, apa lagi sampai terjadi pembodohan anak bangsa.

“Guru adalah contoh tauladan, segeralah kembali ke jalan yang benar,” pinta Hasannuddin Darjo yang terlihat sedikit tegang dan serius.

Dalam kunjungan ke Leuser itu, turut mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs. Hasanuddin Darjo MM adalah Kepala PPMG Wilayah VI Jufria, S.Pd, M.Pd, Kasubag Kepegawaian Dinas Pendidikan Aceh Drs. Helmizar, Riswan Kasi di Dinas Pendidikan dan awak media.[]

Comments

comments