Free songs
Home / Keber Ari Gayo / Pensiun Balap Liar “Bujang Tangung” ini Ukir Prestasi di Level Nasional

Pensiun Balap Liar “Bujang Tangung” ini Ukir Prestasi di Level Nasional


Oleh : Darmawan Masri*

Fajri Peyet4

Banyak cara yang dapat dilakukan dalam meraih prestasi bagi seorang atlet. Begitupun bagi atlet balapan bermotor. Meski banyak orang yang menganggap pembalap adalah profesi atlet yang selalu diidentikkan dengan orang yang dekat dengan narkoba, sering ugalan-ugalan di jalanan dan selalu mendapatkan anggapan negatif, namun hal itu tidak berlaku bagi seorang pembalap profesional.

Sebagai contoh, baru-baru ini Rio Haryanto mengejutkan dunia balapan jet darat di dunia. Dia berhasil menjadi orang Indonesia pertama, dengan menjadi pembalap di ajang Formula-1. Berbagai bentuk dukungan dari masyarakat Indonesia mengalir bagi Rio, agar bisa mengukir prestasi dan bertahan sebagai pembalap di F-1.

Fajri Peyet3Di dataran tinggi Gayo sendiri, ada seorang anak yang kini bisa mengukir prestasi dari ajang balapan sepeda motor track lurus atau lebih dikenal dengan dragbike. Adalah Alfajri, yang lahir di Takengon, 15 September 2000.

Diusianya yang akan menginjak 16 tahun dalam beberapa bulan kedepan ini, Fajri Peyet begitu dia dikenal di arena balapan mampu mengukir prestasi. Tak tanggung-tanggung, anak ketiga dari pasangan Ali Amran dan Siti Hadiah yang tinggal di Kampung Empus Talu, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah, ini mampu menjadi pembalap termuda yang menjuarai ajang Kejurnas Dragbike beberapa waktu lalu.

Sebelum melirik prestasi yang ditorehkan oleh Alfajri, LintasGayo.co mencoba mengetahui asal-muasal Fajri Peyet menjadi seorang pembalap drag motor. Beberapa waktu lalu, Alfajri menceritakan awalnya dia menyukai dunia balapan sejak duduk di bangku kelas 6 SD. Saat itu, dia tertarik dengan balapan liar. Balapan ini dianggap banyak orang merupakan prilaku buruk, karena mengganggu pengguna jalan lainnya dan sangat berbahaya.

Fajri Peyet2“Awalnya suka balap liar di Takengon, hingga akhirnya saya memutuskan untuk ikut di balapan resmi,” kata Alfajri Peyet.

Balapan resmi yang diikutinya adalah kejuaran grasstrack yang rutin di gelar di Gayo. Fajri mengatakan dia mengikuti kejuaraan ini sebanyak 2 kali, dan selalu gagal menjadi juara. “Dua kali ikut grasstrack, dua-duanya terjatuh. Balapan liar masih sering saya lakukan waktu itu, hingga kelas 2 SMP,” kenang Fajri.

Rupanya potensi Fajri dilirik oleh salah seorang pembalap asal Gayo lainnya, Aldi Hariza atau lebih dikenal dengan Aldi Ceper. Dia lah yang menemukan bakat Fajri dan mengajaknya untuk mengikuti Kejurda Dragbike di Medan, Sumatera Utara. Aldi Ceper juga didapuk menjadi pelatih Fajri hingga meraih berbagai prestasi menggembirakan.

Selama menjadi pembalap liar, Fajri bukan tanpa halangan. Orang tuanya yang mengetahui perilaku anaknya itu marah, Fajri pun sering tidak diizinkan oleh orang tuanya keluar rumah. Hingga akhirnya halangan itu kini menjadi dukungan dari pihak keluarga. Melihat prestasi demi prestasi yang ditorehkan siswa yang kini duduk di bangku kelas X SMAN 4 Takengon ini akhirnya bisa melanjutkan karier sebagai pembalap, hingga pernah Fajri Peyet menjadi juara umum di Kejurda dragbike di Pekan Baru, Riau.

Halangan lainnya, Fajri yang masih berstatus sebagai siswa, saat akan mengikuti pertandingan di luar daerah terkadang sulit mendapat izin dari pihak sekolah. “Kejuaraan yang diikuti kadang sebulan sekali, pasti ada halangan dari sekolah, sulit mendapat izin, karena udah terlalu sering. Hingga akhirnya pihak sekolah tidak bisa menahan keinginan saya untuk meraih prestasi,” ujarnya.

Kini namanya di kalangan pecinta balapan dragbike kian dikenal. Dia menjadi rebutan berbagai club motor di Sumatera, hingga akhirnya sampai saat ini Fajri Peyet berlabuh di tim Dr Speed Anxory Bubut Medan, dan menjadi salah seorang pembalap andalan. Fajri juga membantu timnya itu menjadi juara umum Kejurnas dragbike Seri I Region I/Sumatera di Alun-Alun Stabat, Sumut, 17 April 2016 lalu. Akan ada beberapa seri lagi yang akan dilakoni Bujang Tangung ini di level nasional.

Fajri Peyet1Dalam waktu dekat, Fajri mengatakan sebuah tim motor di Medan, mengajaknya untuk menjadi salah seorang pembalap yang akan berlaga di Kejurda road race. Fajri bukan meninggalkan statusnya sebagai pembalap dragbike, namun dia ingin mencoba mengasah kemampuannya.

“Balapannya bulan Mei ini, saat ini sepeda motor sedang disiapkan oleh tim, begitu juga dengan persiapan lainnya seperti pakaian road race dan property lainnya,” kata Fajri, sambil menambahkan selama mengikuti balapan profesionalnya, tidak pernah terjatuh dan dia mula meninggalkan balapan liar setelah berhasil menjadi pembalap elite di tim nya.

Selama menjadi pembalap, Fajri kini punya penghasilan, jika menang pada suatu kejuaraan, Fajri harus membagi uang hadiah yang diterimanya. Tim Dr Speed lah yang menyiapkan segala keperluan Fajri selama balapan, hingga sepeda motor yang akan dikenderainya pada saat kejuraan berlangsung. Tim juga menyiapkan mekanik profesional yang menangani urusan mesin hingga laju kencang kenderaan yang digunakan.

Prestasi Fajri kadang luput dari pantauan kita. Secara tidak tersirat, Fajri adalah sebagai duta memberantas kenakalan remaja yang sering melakukan balapan liar di jalan raya. Dia seolah menunjukkan bahwa menjadi pembalap tidak harus bermain di ajang balapan liar. Walau prestasi muncul dari arena balapan tidak berkelas itu, hinga akhirnya dia sadar, bahwa balapan liar hanya akan merugikan saja, jika ingin menjadi pembalap, kenapa tidak di ajang resmi saja. Toh, jika memang kita mampu dan menjiwai, akan mengukir prestasi dan akan diberikan apresiasi ditengah-tengah masyarakat.

Kekurangan wadah profesional bagi pembalap di Gayo, menjadi salah satu penyebab anak muda di negeri serpihan tanah surga ini menyalurkan bakatnya di jalan yang tidak benar. Anak negeri ini punya potensi, tinggal bagaimana para pemegang kebijakan menyiapkan wadahnya. Mari kita doakan Fajri Peyet bisa kembali menjadi juara di ajang Kejurnas seri-seri berikutnya, hingga nanti namanya sebagai dragbike nasional semakin melejit.

Berikut Prestasi Alfajri Peyet : 

Agustus 2015, Kejurda di Sumatera Utara.
Juara 2 kelas Bebek 130cc Standar (Std)

September 2015, Kejurda, Pancing, Sumut.
* Juara 3 kelas Bebek 4 Tak 130cc Std
* Juara 3 kelas Matic 130cc Std

Oktober 2015, Kejurda, Lanud Polonia, Sumut.
* Juara 1 kelas Bebek 4 Tak 130cc tune up.
* Juara 1 kelas Matik 130cc Std.
* Juara 2 kelas Sport 2 Tak 135cc Frame Standar.

Desember 2015, Kejurda, Pekan Baru, Riau (Fajri Peyet Berhasil Menjadi Juara Umum).
* Juara 1 kelas 4 Tak 200cc tune up
* Juara 3 kelas Bebek 130cc tune up
* Juara 5 kelas Sport 2 tak 135 cc frame standar
* Juara 6 kelas Mio 200cc

Januari 2016, Kejurda, Stabat, Sumut.
* Juara 3 kelas Matik 130cc Std
* Juara 3 kelas FFA 350cc non matik

Februari 2016, Kejurda, Lanud Polonia, Medan.
* Juara 1 kelas Matik 130cc Std
* Juara 2 Kelas Bebek 4 Tak 130cc Std
* Juara 2 kelas Sport 2 Tak 135cc frame standar
* Juara 2 kelas Sport 2 Tak tune up

April 2016, Kejurnas Seri I/Sumatera, Stabat, Medan.
*
Juara 1 kelas Sport 2 Tak 135cc standar harian.
* Juara 1 kelas Matik 130cc Std
* Juara 1 kelas Bebek 130cc Std

[]

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top