Jurnalis Warga Terbaru

BDP Saree Gelar Diklat Tematik Angkatan Pertama di Pidie Jaya

Liputan : Fathan Muhammad Taufiq*

Diklat TematikBandar Baru, Pidie Jaya Rabu (13/42016). Menindaklanjuti pola baru dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi penyuluh pertanian yang mulai diterapkan oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2016 ini, Balai Diklat Pertanian Aceh atau yang lebih dikenal dengan sebutan BDP Saree mulai melaksanakan Diklat Tematik bagi Para Penyuluh Pertanian di 15 kabupaten/kota dalam wilayah provinsi Aceh.

Kalau selama ini pelaksanaan Diklat bagi penyuluh pertanian selalu di;pusatkan di BDP Saree, maka melalu penerapan pola Diklat Tematik ini, penyelenggaraan Diklat diserahkan kepada kabupaten/kota dilaksanakan di tingkat Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan. Begitu juga tema dan fokus serta materi dan peserta Diklat, juga diserahkan sepenuhnya kepada BP3K dan disesuaikan dengan kebutuhan serta potensi pertanian di wilayah masing-masing. Pengalihan t pelaksanaan Diklat dari Bali Diklat Pertanian ke BP3K ini sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 154 Tahun 2014 tentang Kelembagaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan serta Peratauran Menteri Pertanian Nomor 26/Permentan/OT.140/4/2012 tentang Pedoman Pengelolaan Balai Penyuluhan Pertanian, dimana BP3K memang dirancang dan dibentuk sebagai pusat informasi dan transformasi teknologi pertanian.

Setelah dilakukan sosialisasi pelaksanaan Diklat Tematik ini pada bulan Maret 2016 yang lalu, pada hari Selasa (12/4/2016) kemarin, BDP Saree memulai pelaksanaan Diklat Tematik ini. Kegiatan diklat angkatan pertama dengan pola baru itu digelar di BP3K Bandar Baru, Pidie Jaya diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari para penyuluh pertanian swadaya dari 8 kecamatan yang ada di kabupaten Pidie Jaya. Diklat tematik yang akan berlangsung selama 7 hari sampai tanggal 17 April 2016 yang akan datang itu mengusung tema “ Mensukseskan Penas ke XV Tahun 2017”. Tema itu diambil terkait dengan persiapan pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan se Indonesia pada tahun 2017 yang akan datang dimana provinsi Aceh bertindak sebagai tuan rumah, dan Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu lokasi pelaksanaan hajatan nasional para petani dan nelayan dari seluruh Indonesia tersebut.

Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pidie Jaya sengaja menetapkan peserta yang berasal dari penyuluh pertanian swadaya dengan tujuan agar para penyuluh swadaya tersebut memiliki pengetahuan dan ketera[ilan yang memadai di bidang pertanian, sehingga tidak canggung lagi ketika ikut mendampingi para petani dan nelayan dari seluruh Indonesia yang akan menjadi tamu mereka dalam acara Penas ke XV tersebut.

Ketika membuka Diklat Tematik angakatn pertama yang kebetulan dilaksanakan di wilayahnya, Kepala Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Pidie Jaya, Ir. Marzuki, MM berpesan kepada seluruh peserta agar serius mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Diklat ini, karena para penyuluh swadaya yang juga merupakan salah satu ujung tombak dalam pembinaan dan penyuluhan petani harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

“Sebuah kehormatan bagi kita, Kabupaten Pidie Jaya ditunjuk oleh BDP Saree sebagai tempat penyelenggaraan Diklat Tematik yang pertama kalinya dilaksanakan di provinsi Aceh, untuk itu kami mengharapkan agar semua peserta dapat mengikuti diklat ini secara serius, karena banyak pengetahuan baru yang akan saudara dapatkan melalui diklat ini yang isa jadi bekal bagi saudara-saudara untuk melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada para petani” ungkap Marzuki “ Terlebih tahun depan kita akan jadi tuan rumah Penas ke 15, kita harus mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu-tamu kita yang datang dari seluruh Indonesia, dan ini butuh kesiapan saudara-saudara sekalian,” pungkas Marzuki.

Sementara itu Kepala Balai Diklat Pertanian Aceh, drh. Ahdar, MP dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyuluh pertanian swadaya adalah agen perubahan dalam pembangunan pertanian, untuk itu para penyuluh swadaya diharapkan terus meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan mereka sehingga mampu berjalan seiring dengan penyuluh PNS dan THL TBPP dalam melakukan pembinaan kepada petani. Lebih lanjut Ahdar menyatakan bahwa indicator keberhasilan penyuluhan pertanian adalah terjalinnya komunikasi, interaksi dan koordinasi antara penyuluh swadaya dengan stake holders terkait dalam rangka meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

“Teman-teman penyuluh swadaya adalah pendamping bagi petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian mereka, itu semua akan bisa optimal jika teman-teman mampu menjalin komunikasi, interaksi dan koordinasi dengan penyuluh lainnya serta pihak-pihak terkait” lanjut Ahdar ”Disamping itu teman-teman juga harus selalu berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan kulaitas sumber daya manusia, agar tidak canggung ketika berhadapan dengan para petani,” ungkap Ahdar, yang sudah lebih 5 tahun memimpin Balai Diklat Pertanian Saree ini.

Ahdar juga menyampaikan, setelah Diklat Tematik angkatan perama di Pidie Jaya ini, akan segera dilanjutkan dengan Diklat angkatan selanjutnya di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah serta kabupaten/kota lainnya, sehingga target Diklat yang harus tuntas pada awal bulan Juni 2016, sebelum memasuki bulan Ramadhan, bisa tercapai. []

Comments

comments