Ekonomi Jurnalis Warga Keber Ari Gayo Lingkungan Sara Sagi Terbaru Wisata

Ancaman Deportasi DiCaprio akan Kurangi Kunjungan Wisatawan ke TNGL

Fajarsyah Putra*

foto : internet
foto : internet

KUNJUNGAN Leonardo DiCaprio ke Taman Nasional Gunung Lueser (TNGL), Ketambe tanggal 23 Maret 2016 lalu dan kemudian membuat opini rusaknya hutan di Indonesia dan punahnya orang utan di media sosial akun istagramnya dengan mengatakan perambahan hutan untuk kelapa sawit mengancam populasi orang utan di Indonesia. Jika kerusakan hutan terus terjadi di Aceh dan Sumatera maka populasi urang utan, gajah, dan harimau Sumatera akan semakin punah.

Bukan hendak membela Dicaprio, tapi itulah fakta yang terjadi, terlepas itu kampanye negatif buat industri kelapa sawit Indonesia, contoh saja sekelompok gajah mengamuk di kawasan Pintu Rime Gayo Bener Meriah yang merenggut korban jiwa, itu apa penyebabnya bukan dikarenakan lingkungannya dirusak, namun sumber-sumber makanannya sudah menipis dan lintasannya sudah dirusak.

Memang sebagian besar hutan di kawasan ekosistem Leuser sudah banyak dirusak dikarenakan karena tanahnya memang subur, maka banyak difungsikan untuk perkebunan kelapa sawit dan perkebunan lainnya.

Saya menilai Dicaprio sangat peduli lingkungan, DiCaprio sudah melihat faktanya dan memberikan pendapatnya terhadap lingkungan di kawasan ekosistem Leuser ini. Dan atas pernyataannya DiCaprio terancam akan di deportasi.

Ancaman ini, menurut saya sangat merugikan daerah kita, apalagi turis yang peduli dengan lingkungan tau permasalahan ini akan enggan kembali berkunjung ke Indonesia khususnya Aceh. Sehingga jumlah wisatawan asing yang mayoritas ingin melihan Taman Nasional Gunung Lueser (TNGL) atau Kawasan Ekosistem Lueser akan takut mempublikasikan tentang kondisi orang utan, gajah, dan harimau Sumatera saat ini.

Pemerintah harus mengevaluasi lagi masalah batas-batas perizinan kelapa sawit dan hak guna pengelolaan hutan agar hak orang utan dan hewan-hewan lainnya dalam Kawasan Eekosistem Lueser tidak terganggu. Hutan sudah semakin menyempit dikarenakan illegal logging dan perluasan areal perkebunan.

Dampaknya sangat tidak baik bagi manusia dan hewan, kebakaran tahun lalu juga mempunyai dampak yang sangat parah bagi kita, kabut asap yang berkepanjangan apalagi perluasan kebun sejalan dengan metode membakar hutan untuk areal perkebunan saat ini karena dihitung biayanya lebih murah.[]

*Ketua DPD KNPI Bener Meriah

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *