Hukum Keber Ari Gayo Opini Politik Sara Sagi Terbaru

Catatan Joe Samalanga: Duh, Ruslan

ruslan1BICARA Ir. Ruslan Abdul Gani, Dipl. SE, Bupati Bener Meriah tersangka “korupsi” Proyek Pengembangan Kawasan Perdagangan Sabang tahun 2011, tentu bukan lagi membicarakannya sebagai orang nomor satu di Kabupaten tersebut. Membicarakannya berarti soal “korupsi” yang dilakukan. Salah atau tidak biar hukum yang memutuskan, apalagi menjadi “tersangka” oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang belum mengenal sejarah “ralat” menjadi orang baik yang bersih.

Semua orang terhenyak membaca kabarnya, dan sebagian lagi bertanya-tanya, apa Iya? Ruslan Abdul Gani, Gitu Lho, orang yang disebut-sebut “suci” dan “bersih”, walau belakangan fakta bicara, dialah orang Gayo yang “kotor” di Sabang.

Sebelum menjadi tersangka, saya terakhir bertemu beliau pada acara kunjungan presiden Joko Widodo untuk meresmikan Bandara Rembele di Bener Meriah, saat itu saya tidak mewawncarainya walau ada yang sudah mempersilakannya. Dalam wawancara itupun sungguh lucu–saya mendengar penjelasannya– beliau menyebut masyarakat Bener Meriah tidak pernah berharap kehadiran Bandara Rembele, namun Allah SWT berkehendak lain, dan memberikan Bandara untuk Rakyat Gayo.

Saya meninggalkan obrolannya dengan “wartawan” setelah dia menjelaskan potensi Bener Meriah mulai dari kopi, Alpukat, hingga buah kesemak. Dan tentu omongan itu diucapkan setiap kali saya bertemu beliau sebelumnya. Padahal, secara pribadi saya sangat ingin mendengar keberhasilannya membangun Bener Meriah, saya ingin mendengar program dan konsep insfrastruktur Bener Meriah kedepan: langsung dari beliau sebagai orang teknik.

Tidak! beliau tidak pernah menceritakan itu, kecuali memberi “nasehat” tentang agama. Bahkan dalam acara “bergengsi” seminar Multi Effeck bandara Rembele, beliau “menyindir” wakil bupati “Rusli” dan sebelumnya, pada pidato Rusli juga menyentil “bupati” Ruslan. Inilah pemandangan umum dua orang yang berpasangan pada pilkada 2012 silam, saling memberi “pantun”, dan sekaligus menampakan keduanya “sok” hebat.

Terus terang, inilah yang menggelikan dari orang nomor satu dan orang nomor dua di daerah itu, belum menyentuh substansial kebutuhan masyarakat di Bener Meriah. Bahkan dalam beberapa peristiwa yang sempat menaikan emosi massa tatkala mantan Bupati Bener Meriah dan Bupati Bener Meriah bersisih soal “utang” bener Meriah Rp.50 miliyar, kemudian tentang Resi gudang yang berada ditangan mantan bupati Bener Meriah, Ir Tagore. Aksi massa pecah, dan kala itu Ruslan mengaku akan menuliskan surat pengunduran diri sebagai bupati Bener Meriah. Ucapan itu dilontarkan berkali-kali hingga hasilnya nihil juga.

walau begitu, mantan ketua Keluarga Negeri Antara (KNA) Banda Aceh itu, tetap sebagai urang Gayo yang punya potensi. Tidak mungkin jeratan hukum KPK kali ini “robek” dan membuat Ruslan lolos. Sebagai orang Gayo kata yang tepat untuknya, bersabarlah hingga kebenaran datang, dan bila kebenaran itu tidak datang juga, maka Ruslan harus berurusan dengan Allah atas kesalahan yang diperbuatnya. Semoga beliau tabah dan tetap taat pada proses hukum, jujur dan terus berani mengungkapkan kesalahan yang menyebabkan beliau berada di kerangkeng yang “menyakitkan” jiwa. Bagaimana perasaan beliau, hanya Allah yang tahu.

Penulis adalah Redaktur Pelaksana LintasGayo.co

Comments

comments