Keber Ari Ranto Terbaru Wisata

Tragedi Pre Wedding Maut, Cambuk Bagi Dunia Pariwisata Gayo

ilustrasi rawan longsor di objek wisata.(surabayanews.co.id)
ilustrasi rawan longsor di objek wisata.(surabayanews.co.id)

Banda Aceh-LintasGayo.co: Tokoh masyarakat Gayo Fauzan Azima mengungkapkan, peristiwa naas yang menelan korban jiwa dua warga Bener Meriah, saat melalukan Pre Wadding objek wisata Tan Saran Bidin harus menjadi pembelajaran yang sangat mahal dalam pengelolaan objek wisata.

Karenanya, sudah sangat harus pemerintah daerah mengelola semua objek wisata yang memiliki standar keselamatan bagi pengunjungnya. Dimana, objek wisata itu harus dikelola dengan baik dan memiliki rambu-rambu tanda bahaya.

Seperti halnya objek wisata Tan Saran Bidin, menurut Fauzan, seharusnya pengelola dengan diawasi pemerintah daerah harus membuat pagar pengaman, rambu-rambu bahaya dan petunjuk lainnya yang dibutuhkan.

“Sehingga nantinya, setiap pengunjung bisa memahami rambu-rambu tersebut dan tidak bertingkah dan berlaku seenaknya saja saat mengunjungi wilayah tersebut,” ujar Fauzan Azima kepada LintasGayo.co di Banda Aceh, Rabu (16/3/2016).

Fauzan Azima.(dok.LG.co)
Fauzan Azima.(dok.LG.co)

Fauzan yang mengaku pernah melintasi kawasan tersebut saat masa konflik dulu, menilai banyak objek wisata di Gayo khususnya Bener Meriah dan Aceh Tengah yang tidak memiliki standar keamanan bagi pengunjungnya.

Tragedi Tan Saran Bidin ini tentunya menjadi cambuk bagi dunia pariwisata di Gayo, agar semua pihak, baik pemerintah, pengelola dan pengunjung, untuk memperhatikan standar keamanan dan kenyamanan di semua objek wisata.

“Saya pikir, cukup ini yang pertama dan terakhir. Sebab, kalau berulang, bisa jadi wisatawan tidak mau lagi berkunjung ke daerah tersebut,”tegas Fauzan.(aZa)

Comments

comments