Keber Ari Ranto Terbaru

Sejak ISBI Aceh Berdiri, Saman, Didong, Teganing dan Sebuku Sudah Masuk Kurikulum

Klub Didong Teruna Jaya Toweren di Wapres Takengon. (LGco_Khalis)
Klub Didong Teruna Jaya Toweren di Wapres Takengon. (LGco_Khalis)

Banda Aceh-LintasGayo.co : Sejak awal pendirian Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, mata kuliah Saman, Didong, Teganing, Sebuku dan kesenian Gayo lainnya sudah masuk dalam kurikulum ISBI Aceh. Hal tersebut disampaikan oleh mantan ketua pendiri ISBI Aceh Sulaiman Juned saat ditemui di Banda Aceh, Jumat (29/01/2016).

Tidak hanya kesenian Gayo, hasil karya seni dan produk budaya lainnya yang berada di Provinsi Aceh sudah masuk dalam kurikulum ISBI Aceh sejak awal pendiriannya pada tahun 2012. Melalui kesenian berbasis budaya lokal inilah ISBI Aceh cepat dirspon oleh pemerintah pusat, sehingga tahun 2014 ISBI Aceh mulai beropresi dan diresmikan 6 Oktober 2014 oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono di Surabaya.

teganing“Saman, Didong, Sebuku dan kesenian tradisional lokalitas Aceh lainnya, seperti Seudati, Tari Pho, Hadih Maja, Dangderia, Hikayat, Tangis Dilo, Rapa’i, Mop-Mop (Biola Aceh) serta beberapa seni lainnya sudah masuk dalam kurikulum ISBI Aceh. Mata kuliah inilah nantinya yang membentuk identitas ISBI Aceh, membedakan dengan perguruan tinggi seni lainnya. Tim pendiri sudah menyusun dengan baik keterlibatan kesenian lokalitas dalam kurikulum ISBI Aceh, tentunya ini harus menjadi perhatian khusus terhadap bagi pejabat kampus agar dapat mengelola kearifan lokal ini dengan baik,” jelas Sulaiman Juned.

saman-kl2Harapannya kepada pengelola Lembaga Pendidikan Tinggi ISBI Aceh supaya lebih serius dalam mengelola mata kuliah yang bersifat lokalitas ini, baik dalam pemilihan dosen maupun dalam proses perkuliahannya agar nantinya dapat melahirkan sarjana-sarjana Seni yang memiliki kualitas dalam praktik dan teoritek. Atas dasar itu, dikarenakan tenaga pengajar secara akademik masih sangat kurang, maka diharapkan kampus dapat memberdayakan tenaga pengajar non akademik (Dosen Empu). Dosen Empu juga diperlukan yang benar-benar ahli dibidangnya. Disamping itu, staf akademik juga perencanaan yang ada juga diperlukan yang benar-benar memiliki kemampuan untuk bidangnya.

“Peran pemerintah disini sangat diperlukan untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya Aceh, salah satunya ada mata kuliah Saman secara akademik belum ada dosen yang dapat mengajar di ISBI Aceh, untuk ini kampus membutuhkan dosen empu (maestro/Syeh) untuk mengajar mata kuliah ini. Untuk mata kuliah Saman ini diharapkan kepada pemerintah Gayo Lues mempersiapkan Dosen Empu yang benar-benar Syeh/Ceh Saman yang mengerti secara keilmuan dan praktik Saman,” tambahnya.

“Mengurus ISBI Aceh tidak boleh main-main, ini pusat Pendidikan Seni dan budaya di Aceh secara akademik,” demikian Sulaiman Juned.

(Win Ansar | DM)

Comments

comments