Sara Sagi Terbaru

Musikalisasi Puisi di Aceh Masih Tertinggal Zaman, Ini Saran Tiga Juri

juriTIGA Juri Musikalisasi Puisi memberi catatan khusus kepada kelompok musikalisasi Puisi di Aceh, salah satunya memodrenkan alat musik tradisional dalam perkembangan musik kekinian.

Ketiga Dewan Juri adalah Dosen Instiutut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh Sulaiman Juned, MSn, Pendiri Sekolah Musik Moritza dan Composer Moritza Tahir, dan Peneliti dari Balai Bahasa Meliala Sembiring. Berikut Masing-masing pesan yang disampaikan;

Meliala Sembiring

1. Peserta Musikalisasi Puisi masih banyak terjadi kurang menjaga artikulasi bahasa dari puisi yang dimainkan.

2. Musik yang dimainkan masih bergaya lama, dan berbeda dengan perkembangan secara nasional dimana alat musik daerah diracik menjadi suguhan musik yang modern.

3. Musikalisasi Puisi di Aceh belum berkembang, dan masih memainkan pola-pola dengan cara lama.

Moritza Taher

1. Musikalisasi Puisi di Aceh masih bergaya tahun 80-an, padahal alat musik zaman dulu sekarang sudah menjadi modern seperti Gitar dan lain-lain termasuk alat musik zaman yang zaman sekarang dimainkan secara modern.

2. Musikalisasi puisi harus memainkan musik dengan cara yang modern, harus dimainkan sesuai dengan zaman supaya terus berkembang.

Sulaiman Juned

1. Musikalisasi Puisi yang dimainkan harusnya padu antara musik dan puisi. Dia ada aransemen agar betul-betul menyatu.

2. Aransemen Musik harus disesuaikan dengan makna puisi.

3. Bila kelompok musikalisasi puisi ingin mendapatkan referensi tentang musikalisasi secara tiori,  dirinya siap membantu dengan referensi yang dimiliki, termasuk buku-buku tentang musikalisasi puisi yang standar.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *