Keber Ari Gayo Sara Sagi Sosok Terbaru

Kiprah Penulis Gayo “Merambah” Media Nasional Sinar Tani

FathanSEMANGAT dan aktifitas menulis masyarakat Takengon Aceh Tengah akhir-akhir ini berkembang pesat seiring semakin mudahnya memberi dan mendapatkan informasi melalui internet.

Tak hanya pekerja media alias wartawan dan insan akademis, kalangan Pegawai Nergeri Sipil (PNS) juga sudah berbilang yang aktif menulis, mengisi waktu senggang dengan menuangkan ide-ide melalui tulisan juga laporan-laporan berwujud berita.

Seperti yang dilakoni Fathan Muhammad Taufiq, PNS di lingkungan Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Aceh Tengah. Tulisan-tulisan berupa opini dan laporan kegiatan disekitarnya tidak lagi di publish hanya di media online seperti LintasGayo.co atau Kompasiana saja. Dalam dua tahun terakhir, artikel dari penulis yang hanya tamatan SMA ini juga sudah mulai “merambah” media cetak. Salah satu media cetak yang kemudian intens memuat tulisan-tulisan Fathan adalah Tabloid Sinar Tani, sebuah tabloid yang terbit tiga kali dalam sebulan ini dikelola langsung oleh Kementerian Pertanian dan disebarluaskan ke seluruh pelosok tanah air.

Tentu saja artikel Fathan yang kemudian dimuat di media cetak skala nasional yang konon beroplah satu juta eksemplar setiap edisinya berkisar tentang penyuluhan, pertanian dan ketahanan pangan yang memang menjadi “domain” instansi dimana dia bekerja.

Sudah puluhan artikelnya yang di muat di media cetak ini, dan pastinya sudah dibaca oleh ratusan ribu orang baik dari kalangan pejabat kementerian maupun daerah , penyuluh dan petani di seluruh Indonesia.

Memang dari awal dia mengirimkan tulisan-tulisannya ke Tabloid Sinar Tani, Fathan punya obsesi ingin mengangkat geliat penyuluh dan pembangunan pertanian serta ketahanan pangan di Dataran Tinggi Gayo, sesuatu yang nyaris belum pernah dilakukan oleh pegawai lainnya di Kabupaten Aceh Tengah.

Terangkatnya geliat pembangunan pertanian dan ketahanan pangan termasuk kiprah para penyuluhnya, membuat banyak pihak yang kemudian “membuka mata” terhadap apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Tengah di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Artikel-Fathan-di-Tabloid-Sinar-TaniTak heran kalau belakangan ini semakin “mengalir” program atau kegiatan dari Kementerian Pertanian yang dialokasikan ke daerah ini melalui APBN, seperti pembangunan irigasi pedesaan, mekanisasi pertanian, peningkatan ketahanan masyarakat, fasilitasi sarana penyuluhan pertanian dan sebagainya.  Demikian juga dengan sosok-sosok penyuluh kreatif dan inspiratif dari dataran Tinggi Gayo seperti Safrin Zailani, Abdurrahman, Rahmad, Masna Manurung dan yang lainnya, namanya semakin dikenal di tingkat nasional, setelah sosok-sosok inspiratif itu “diangkat” oleh Fathan melalui artikel-artikelnya di Sinar Tani.

Tentu saja ini berdampak positif terhadap pandangan publik kepada para penyuluh di daerah ini secara keseluruhan. Kalau selama ini masih ada asumsi dari beberapa kalangan yang menilai bahwa para penyuluh tidak bekerja, asumsi ini mulai “terbantahkan” dengan dipublikasikannya kiprah dan aktifitas penyuluh di media.

Selama ini sejatinya telah bekerja secara maksimal, namun minimnya publikasi menyebabkan apa yang telah mereka perbuat untuk daerah ini nyaris tidak diketahui publik, karena memang tidak ada yang mau mempublikasikannya.

Tapi meskipun sudah ratusan artikel yang dihasilkan oleh penulis ini dan sudah dipublikasikan di berbagai media dan sudah mampu mengangkat “marwah” penyuluh dan petani di daerah ini, nyaris tidak pernah ada apresiasi apapun dari pihak terkait kepada sang “publikator”.

Seperti pegiat-pegiat lain di Gayo, dia lebih sering harus merogoh koceknya sendiri untuk biaya ke warnet atau membeli paket pulsa internetnya agar bisa terus mengirimkan tulisan-tulisanya ke media, karena fasilitas WiFi di kantornya lebih sering offline. Meski demikian Fathan tidak pernah berfikir untuk menulis, karena dia menganggap bahwa menulis adalah bagian dari pengabdiannya kepada daerah ini, sama persis dengan yang telah dilakukan oleh “guru”nya Drs. Muhammad Syukri, MPd.

Bagi penulis yang pernah menerima penghargaan inovasi pelayanan publik dari Bupati Aceh Tengah pada resepsi Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 67, tanggal 17 Agustus 2015 itu, menulis bukanlah untuk mencari sensasi atau berharap penghargaan, karena baginya, menulis adalah bentuk “sumbangsih”nya bagi kemajuan pembangunan pertanian di Aceh Tengah.

Semangat…!
(GM | Kh)  

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *