Keber Ari Gayo Lingkungan Sosok Terbaru

Yusrizal, Sang Penyumbang Bibit Pohon dari Uning Baro Bener Meriah

Oleh : Khalisuddin

“Sekarang konflik Aceh telah berakhir. Tapi yang bikin saya tidak habis pikir, banjir, longsor, kebakaran hutan, dan bencana lainnya akibat kerusakan lingkungan tidak pernah ada upaya konkrit untuk mengakhirinya,”

Yusrizal TanjungYUSRIZAL Tanjung namanya, tujuh 74 tahun. Usia boleh tua, namun semangat membara berbicara tentang penghijauan. Lihat saja, Lelaki tua yang tinggal di Dusun Uning Baro, Kampung Meriah Jaya, Kecamatan Pintu Rime, Bener Meriah ini masih kuat mengurus lahan seluas 3 hektar yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Ada berbagai jenis tanaman kebun seperti coklat, durian, kopi, rambutan, pala, vanili, pinang, kayu manis, langsat dan markisa. Tidak cuma itu, di sekitar rumahnya juga terdapat sebidang lahan yang dipenuhi berbagai macam bibit tanaman yang siap ditanam.

Ribuan bibit tanaman berbagai jenis itu telah dikumpulkan Pak Yus sejak beberapa tahun silam. Dan sejak saat itu, ribuan bibit tanaman disumbangkan dengan sukarela untuk berbagai keperluan penghijauan.

Tahun 2003 misalnya, Pak Yus menyumbangkan ribuan  bibit tanaman untuk penghijauan Kampung Asir-asir di Takengon.

“Kalau kita tidak lakukan penghijauan sekarang, bukan tidak mungkin suatu saat alam hijau hanya jadi kenangan,” pesan Pak Yus.

Pengagum Emil Salim ini, sedih melihat kerusakan lingkungan dan menurut pelaku sejarah tiga zaman, itu semua tidak terlepas kurangnya kepedulian masyarakat dan pemerintah. Terlebih kala Aceh masih dibalut konflik, bisa dikatakan, tidak ada orang yang peduli terhadap lingkungan.

“Sekarang konflik Aceh telah berakhir. Tapi yang bikin saya tidak habis pikir, bencana banjir, longsor, kebakaran hutan, dan bencana lainnya yang diakibatkan kerusakan lingkungan, seakan tidak pernah ada upaya konkrit untuk mengakirinya,” ujar Pak Yus menggeleng-gelengkan kepala.

Menurut dia, sekarang lah kesempatan yang tepat untuk menyelamatkan hutan Aceh, khususnya daerah pegunungan yang merupakan tempat paku-paku bumi tertancap seperti dataran tinggi Gayo. “Kalau dulu alasan keamanan, sekarang alasan apalagi yang mau dijadikan pembenaran,” kesal Pak Yus.

Penyumbang Bibit Pohon
Untuk mendukung usahanya itu, pada 5 Mei 1999, bersama warga setempat, Pak Yus membentuk kelompok penangkar benih yang dinamakan Gepaling (Gema Peduli Lingkungan).

Kelompok masyarakat ini memusatkan kegiatan di Dusun Uning Baro Kampung Meriah Jaya tempat Pak Yus tinggal.

Pak Yus paham, manfaat pohon bagi manusia. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan kayu. Dia menguraikan, satu hektar lahan yang ditumbuhi pohon menghasilkan 0,6 ton Oksigen (O2). Setiap hari, seorang manusia butuh 400 gr O2.

Pohon dapat menyerap 2,6 ton karbon dioksida (CO2). Empat batang pohon dewasa dapat menyerap emisi satu unit mobil. “Satu hektar lahan dapat menyimpan air 900 meter kubik per tahun. Mentransfer air 4.000 liter per hari. Meredam kebisingan 25 sampai 80 persen dan meredam angin 75 sampai 80 persen,” jelas Pak Yus panjang lebar.

Untuk membuktikan kebenaran teori itu, Pak Yus melakukan eksperimen di lahan miring tak produktif yang sering longsor. Dia menabur bibit pohon aren. Hasilnya, kini tidak pernah longsor lagi. Pak Yus menyebut aren atau enau sebagai pohon serba guna. Dia ingin menyampaikan hal ini kepada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk dijadikan salah satu solusi penyelesaian masalah lingkungan di Aceh.

“Lingkungan tidak kenal dengan urusan politik, dan jangan lingkungan dibawa untuk kepentingan politik,” ucap Pak Yus seraya menyebutkan seumur-umur hidup, baru kali ini rumahnya dikunjungi wartawan.

Tak diragukan lagi kegigihan Pak Yus membagi-bagi bibit pohon sudah teruji. Sebut saja, 1998 mulai kumpulkan bibit dan sejak 2004, Pak Yus mulai menyumbangkan bibit penghijauan untuk lokasi wisata Pantan Terong Aceh Tengah, Kantor Camat Timang Gajah, Kantor Pemda Aceh Tengah, Kompi 113 Lampahan, Areal Pesantren Terpadu Blang Rakal, One-one Lut Tawar dan terakhir lokasi Polres Bener Meriah. Itu belum termasuk bibit yang diberikan gratis kepada warga.

Lalu atas usahanya menjaga kelestarian hutan, sejak 10 tahun terakhir, Pak Yus menerima sejumlah penghargaan yang sejatinya bukan itu yang dicari.

Diantaranya penghargaan dari Kompi Samapta Jateng, BKO Satgas Res Aceh Tengah tahun 2005. Pada 17 Agustus 2007, Bupati Bener Meriah Ir. Tagore AB menyerahkan piagam karena jasanya dibidang pengembangan usaha pertanian.

Selanjutnya pada 1 Agustus 2008, Kapolres Persiapan Bener Meriah, Isfar Muchtaruddin memberikan tanda terima kasih atas sumbangan ribuan bibit pohon untuk penghijauan sekitar Polres Bener Meriah. Terakhir piagam dari Kepala Dinas Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah yang diterima Yusrizal Tanjung selaku Penyumbang Bibit Kehutanan dan Perkebunan pada 13 Nopember 2008.

Tulisan ini sudah pernah terbit di Tabloid TingkaP Edisi II Februari 2009

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *