Keber Ari Ranto Terbaru

Pimpinan Ombudsman RI Beri Kuliah Umum di Bireuen

Kuliah Umum Ombudsman RIBireuen-LintasGayo.co : Pimpinan Ombudsman RI, Muhammad Khoirul Anwar mengisi kuliah umum dalam rangkaian kegiatan Pendidikan dan Budaya Anti Maladministrasi dan Anti Korupsi (PBAMAK) yang digelar Ombudsman RI Perwakilan Aceh di aula dinas pendidikan Kabupaten Bireuen, provinsi Aceh, Sabtu (24/10/2015).

Acara tersebut diikuti tiga ratusan peserta yang terdiri dari kepala sekolah, pegawai puskesmas, pegawai RS. Dr. Fauziah Bireuen, para camat, kepala dinas, Mahasiswa, siswa, pimpinan OKP, ormas dan undangan lainnya.

Dalam kuliah umum Muhammad Khoirul Anwar menjelaskan, Ombudsman merupakan satu lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik, baik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan termasuk yang diselenggarakan oleh BUMN, BUMD, badan hukum milik negara, badan swasta atau perseorangan yang sebagian atau seluruh dananya berasal dari APBN ataupun APBD.

Dia juga mengatakan, keberadaan pemerintah pada dasarnya juga untuk mewujudkan pelayanan publik secara prima kepada masyarakat, baik pelayanan langsung yang berhubungan langsung dengan masyarakat maupun sarana prasarana.

Keberhasilan suatu pemimpin daerah katanya, bisa dilihat dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat, di beberapa negara maju keberadaan Ombudsman cukup berarti bagi masyarakat. “Kalau pelayanan publik masih buruk itu artinya keberadaan Bupati atau Gubernur tidak berpengaruh,” katanya.

Didampingi kepala Ombudsman RI perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin Husin, dia menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika menerima pelayanan buruk dari pemerintah, identitas pelapor dirahasiakan.

“Laporan yang masuk pasti akan ditangani Ombudsman RI perwakilan Aceh, jika Ombudsman Perwakilan Aceh tidak mau menanganinya maka laporkan mereka ke saya (Ombudsman RI-red),” ujarnya.

Sementara itu, Taqwaddin Husin mengatakan, Ombdusman RI Perwakilan Aceh telah menerima dan menyelesaikan 437 Laporan. “Perlu kami informasikan bahwa satu laporan bisa jadi mewakili ratusan bahkan ribuan penerima manfaat. Maka, kami himbau masyarakat untuk lebih peduli dan kritis terhadap pelayanan publik yang memang menjadi kewajiban pemerintah dalam penyelenggaraannya,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2015 ini, katanya, Ombudsman RI Perwakilan Aceh sudah menangani 131 laporan masyarakat. Laporan tersebut bervariasi, ada berupa penundaan berlarut, tidak melayani, penyimpangan prosedur, permintaan uang dan jasa, penyelewengan wewenang dan berbagai bentuk maladministrasi lainnya.

Penyampaian laporan oleh masyarakat melalui berbagai cara yaitu dengan datang langsung ke Ombudsman RI Pwk Aceh di Lamgugop, Banda Aceh, melalui telepon/SMS Gateway, media massa dan selebihnya melalui surat, Fax. dan E-mail.

Laporan dapat ditujukan kepada Ombudsman RI perwakilan Aceh, baik melalui SMS geteway 0811228234, melalui telepon 0651-7557476 atau melalui email ombudsmanaceh@yahoo.com.

(Rilis)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *