Opini Terbaru

Hayalanku : Kabupaten Kita

Catatan : Feri Yanto*

Feri Yanto (Custom)Aku adalah orang yang suka menghayal, hampir setiap harinya aku punya waktu untuk menghayalkan sesuatu. Berbagai macam hayalan yang pernah menjadi angan-anganku andaikan aku menjadi ini dan itu, ada yang masuk akal ada pula yang tidak, ada yang mungkin terjadi ada juga yang mustahil, yah namanya juga hayalan. Tapi kali ini aku ingin mengajak pembaca, untuk meyelam bersamaku dalam sebuah hayalanku.

Saat ini aku sedang bermimpi alias menghayal, aku menghayalkan saat aku baru saja menang dalam Pilkada di kabupaten Aceh Tengah alias baru terpilih menjadi bupati Aceh Tengah, tentu langkah pertama aku akan melakukan penyusunan program sesuai dengan penjabaran visi dan misi saya sebagai Bupati selain menentukan komposisi jabatan Dinas yang profesional yang membantu saya dalam menjalankan visi dan misi saya. Berikut ini adalah program perioritasku dalam membangun kabupaten yang saya cintai ini.

Pertama, dalam bidang pendidikan.

untuk mencapai tujuan pendidikan nasional sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar tahun 1945 dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, berdasarkan masalah pendidikan yang terjadi di kabupaten Aceh Tengah, banyak dikampung-kampung anak-anak yang tidak sekolah dengan berbagai alasan salah satunya adalah masalah ekonomi, sehingga orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya, jika ini masalahnya saya akan membuat sebuah asrama pelajar perkecamatan, jika ada 14 kecamatan di Aceh Tengah saya akan membuat asrama pelajar sebanyak 14 dengan ukuran dan besarannya sesuai dengan jumlah penduduk, asrama ini gratis dengan fasilitas pendukungnya, setiap asrama akan di jaga oleh seorang bapak/Ibu asrama yang di gaji oleh pemerintah daerah, dalam asrama ini juga diberikan fasilitas pendidikan non formal, misalnya ada seorang tengku untuk mengajarkan mengaji dan pemahaman keagamaan maupun kreatifitas pelajar. Dengan demikian orang tua pelajar sudah terbantu dengan biaya asrama dan juga dapat menekan tingginya degradasi moral generasi muda di Aceh Tengah sebagai investasi yang paling berharga. Kemudian mendorong dan menyekolahkan pelajar yang berprestasi sesuai dengan kebutuhan yang mendasar dan yang akan di perlukan disektor-sektor yang sedang dibangun.

Kedua, dalam Bidang Ekonomi.

untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Aceh Tengah maka harus meyelam pada sumber perekonomian masyarakat secara umum, katakanlah Aceh Tengah dengan mayoritas sumber pendapatan masyarakatnya dari hasil pertanian dan perkebunan, maka akan membuat sebuah kebijakan yang pertama adalah menggalakkan integreted farming, yaitu mengintegrasikan antara peternakan dengan pertanian dan perkebunan, selain meningkatkan produktifitas pertanian juga dapat menjadikan kabupaten Aceh Tengah sebagai kabupaten swasembada daging, kita bayangkan saja jika setiap petani memiliki kebun kopi 1 ha dan memiliki sepasang kerbau atau sapi, petani tidak perlu lagi membeli pupuk karena sudah memiliki pupuk kandang yang dapat di olah menjadi pupuk kompos, dan petani juga dapat menjual ternaknya setiap tahun ke pasar tentu akan menambah pendapatan, juga dapat memperbaiki Giji masyarakat karena harga daging semakin terjangkau. Kedua, mendorong home industri dengan membangun pasar (seperti membuat outlet di berbagai daerah di Indonesia) serta mengoptimalkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Ketiga, memperkuat lembaga keuangan seperti Bank lokal yang dapat memberikan akses pinjaman dengan tingkat bunga yang paling rendah.

Ketiga, sektor Agro dan Wisata.

Sebagai daerah pertanian tentu harus mendorong petani dalam menggalakkan komuditi unggulan selain Kopi sebagai komoditi utama, seperti Alpukat, Jeruk Keprok serta tanaman hortikultura seperti kentang dan yang lainnya, kemudian meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian dan perkebunan dengan berbagai pelatihan khusus serta memberikan fasilitas penunjang untuk meningkatkan tingkat profesionalitas penyuluh, kemudian untuk wisata mengeksplorasi potensi wisata alam maupun Agrowisata serta membentuk badan otoritas Danau Lut Tawar dan wisata dibawah dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga sebagai badan pengelola dan pengawasan Danau Lut Tawar serta daerah wisata kabupaten Aceh Tengah. Selanjutnya melakukan penataan ulang Kota Takengon serta membuat taman kota yang di lengkapi taman baca serta fasilitas pendukung lainnya.

Keempat, Sosial dan Budaya.

Sebagai Kabupaten yang didiami suku Gayo, maka dalam menjaga eksistensi budaya Gayo dari perubahan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya aku akan membuat lembaga yang terstruktur dari tingkat kabupaten hingga kampung, lembaga ini memiliki tugas dan fungsi untuk memberikan pendidikan kehidupan sosial dan nilai-nilai adat Gayo termasuk bahasa Gayo.

Begitulah kira-kira bentuk program yang menurut saya berbasis masalah yang saya lihat dalam kacamata saya sendiri, tentu apa yang ingin saya capai akan melakukan sharing dan diskusi dengan berbagai pihak, baik dari akademisi, aktivis, serta tokoh-tokoh masyarakat yang berkopeten didalamnya. Demikian sekilas khayalan dari saya mengenai membangun Kabupaten ini.

 *Aktivis HMI Cabang Takengon

Comments

comments