Sastra Terbaru

Tumbal Asap

[Puisi ] Ida Nusraini

Tumbal Asap

 

Terima kasih, asap
karenamu kami jadi tahu betapa rindu pada hujan
sebelumnya sering dikeluhkan karena cucian tidak kering di jemuran
membuat terlambat sampai ketujuan
menunda selesainya pekerjaan
banjir dan bencana bila curah berlebihan

Terima kasih, asap
karenamu kami jadi paham nikmatnya bernafas lega
sebelumnya udara segar
kami hidup di negara yang konon tanah syurga
terkenal indah, subur, damai dan sejahtera
walau kenyataannya seperti dongeng dahulu kala

Terima kasih, asap
karenamu jadi bisa membedakan mana pemimpin mana pengkhianat
menjadikan asap sebagai kondisi darurat
langkah tepat agar asap segera hilang dalam waktu singkat dan cepat
menjadikannya sebagai ajang peningkatan martabat
ajang selfie bernilai seni tinggi, berlagak peduli di atas sesaknya nafas rakyat

Lalu apa yang bisa dilakukan rakyat jelata seperti kami?
hanya bisa bermimpi agar suatu saat ada yang peduli
menciptakan alat agar asap bisa menjadi sumber energi
agar minyak berharga tinggi mendapatkan alternatif pengganti
atau menjadi pembangkit tenaga listrik agar tidak sering mati lagi
bisa diekspor mendatangkan devisa pengganti TKI
dijadikan bahan layak konsumsi pengganti nasi
sehingga beras busuk berbau dan penuh kutu tak perlu dibagikan lagi

Mana kami tahu siapa yang membakar hutan
siapa yang memberikan izin pembukaan lahan
perusahaan mana perambah hutan
yang kami tahu hanya dada yang kian sesak
mata perih, batuk. Tumbal

[SY]

*Ida Nusraini, ibu rumah tangga pegiat pendidikan tinggal di Takengon

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *