Sara Sagi Sosok Terbaru

Iklil Ilyas Leubee; Selamat Jalan Sang Pejuang

Catatan : Win Wan Nur*

Iklil-Ilyas-LeubeNAMA Ilyas Leubee yang melekat di belakang namanya, membuat banyak orang di masa lalu hanya berani menyebut namanya secara sembunyi-sembunyi. Semua orang di Gayo mengenal nama salah seorang tokoh besar Gayo ini. Seorang pejuang yang begitu gigih melawan Belanda, yang karena mendapati perlakuan tidak adil dari penyelenggara negara terhadap daerah asalnya, kemudian berbalik melawan negara yang pernah dibelanya dengan taruhan nyawa.

Iklil Ilyas Leubee, sejak lama namanya sudah begitu banyak dikenal orang meski sosoknya misterius bagi kebanyakan orang. Darah pejuang ayahnya, mengalir deras di nadi Iklil. Melanjutkan peran ayahnya, Iklil menjadi sosok penting di tubuh GAM. Berjuang untuk mendapatkan keadilan, melawan perlakuan sewenang-wenang.

Sosoknya baru banyak diketahui orang ketika Indonesia dan GAM akhirnya menandatangani kesepakatan damai. Seperti umumnya tokoh GAM yang kembali dari pengasingan, angin kekuasaan yang berubah menciptakan banyak peluang untuk menjadi kaya raya.

Tapi seperti sosok Ilyas Leubee, ketika oleh pemerintah diberikan tanah perkebunan kopi yang hanya mengambil seperlunya dan selebihnya dibagikan kepada masyarakat. Iklil juga menunjukkan sikap yang sama. Tidak kemaruk harta. Dia mengelola pemandian air panas di Bandar Lampahan, kampung tempatnya tinggal. Tapi yang banyak dibicarakan orang adalah, bagaimana setiap akhir bulan, dia mendahulukan mengeluarkan zakat penghasilan baru menghitung keuntungan.

Nama besarnya, membuat Iklil menjadi sosok penting dalam dunia perpolitikan lokal. Pada Pemilukada silam, Iklil dipercaya sebagai kandidat kuat yang bisa menumbangkan incumbent saat itu. Tapi hasil pemilihan berkata lain, Iklil harus puas berada di peringkat kedua. Pemilihan ini ditengarai banyak dihiasi kecurangan, sempat ada gejolak pasca pemilihan. Tapi di sinilah kemudian Iklil menunjukkan jiwa besarnya. Memilih untuk tidak lagi membesar-besarkan masalah itu dan situasi di Aceh Tengah yang sempat memanas pun kembali tenang.

Meski sudah pernah menjadi kandidat Bupati, masih banyak orang yang meragukan kapasitasnya. Banyak yang menyangka Iklil tidak lebih hebat dari lulusan Paket C yang menjadi tokoh besar hanya karena nama yang disandang. Sebab memang banyak orang yang belum pernah melihatnya berbicara dan memaparkan pandangannnya.

Iklil-orasi-KHA_5339Iklil mendapat panggung untuk berbicara di depan berbagai kalangan di Gayo, pada saat acara deklarasi Dewan Adat Gayo di Hotel Linge Land pada tahun 2013 silam. Banyak kalangan intelektual yang terpana menyaksikan bagaimana Iklil berbicara begitu terstruktur, memaparkan pandangannya dan visi besarnya. Ternyata visi dan intelektualitasnya benar-benar mumpuni. Dia paham sekali apa masalah yang dihadapi Aceh Tengah, dan tahu apa solusinya.

Di acara Seminar Asal-Usul Gayo di Belang Kejeren, pada 2014 silam. Saya berbincang lama dengan Iklil di pendopo Wakil Bupati Gayo Lues, kami membahas segala hal yang berkaitan dengan Gayo, mulai dari sejarah sampai rancangan masa depan Gayo. Di sini saya menangkap bagaimana Iklil memiliki visi yang sangat jelas untuk Gayo. Dan satu yang paling membuat saya terkesan. Iklil bukanlah sosok pendendam, Iklil jelas memiliki kemampuan untuk merangkul semua kawan dan lawan. Iklil tidak anti kritik dan sangat terbuka pada setiap masukan. Karakter yang sangat jarang kita temukan pada tokoh politik di Gayo yang hampir semuanya menganggap pengeritik adalah lawan.

Setelah mengenal sosoknya lebih baik, terus terang saya sangat berharap Iklil bisa memimpin Aceh Tengah untuk periode mendatang. Harapan saya itu sepertinya akan bisa terlaksana, karena menjelang Pemilukada ini, mulai banyak dukungan yang mengalir kepadanya.

Tapi rupanya Allah SWT, pemilik alam dan segala isinya ini berkehendak lain. Malam jum’at silam, saat saya berada di pelosok terpencil pulau jawa yang buruk sekali sinyal selulernya. Saya menerima pesan elektronik dari pemimpin redaksi LG.co Khalisuddin, Iklil telah berpulang. Pupuslah sudah harapan untuk melihat sosok visioner ini sebagai pemimpin Aceh Tengah.

Bisa jadi Allah memanggilnya , tepat sebelum Pemilukada, untuk menunjukkan rasa sayangnya. Karena Allah tidak mau salah satu hamba terbaikNya ini rusak namanya. Sebagaimana hampir semua bupati yang pernah memimpin Gayo, yang namanya cemar dan kehilangan rasa hormat dari masyakarat setelah tidak lagi menjabat.

Selamat jalan pejuang, semoga Allah menempatkanmu di tempat yang layak.[]

*Pengamat sosial politik, tinggal di Bali

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *