Free songs
Home / Inilah Gayo / Kompaknya Warga Turun Junte Rema Untuk “Mersah Ayu”

Kompaknya Warga Turun Junte Rema Untuk “Mersah Ayu”


Catatan Perjalanan ke Gayo Lues (1)

Oleh: Nasril *

rema-2Kemarin, Minggu 26/7/2015 pagi-pagi sekitar pukul 07 WIB masyarakat turun junte Rema kuta Panjang Gayo Lues telah berkumpul di depan Mersah yang terletak di dusun Turun Junte,  Suasana pagi itu terasa begitu dingin dan kabut masih sangat tebal, pemandangan seperti ini tidak seperti biasanya, warga yang terdiri dari kalangan muda, ama-ama dan juga ine-ine telah berkumpul lengkap dengan peralatan masing-masing, ada yang membawa linggis, palu, parang dan lain-lainnya. Kebetulan tempat saya tinggal selama di Gayo Lues juga didusun yang sama dan  tidak terlalu jauh dengan Mersah tersebut. Saya mencoba cari informasi ada agenda apa ramai-ramai disana, ternyata Masyarakat Turun Junte Rema ingin membongkar Mersah (Menasah) Lama untuk pembangunan mersah yang baru.

Rupanya dalam pembongkaran tersebut juga Hadir kechik Gp Rema dan seluruh warga Turun Junte yang ikut membantu pembongkaran Mersah itu.  Kekompakan, keakraban dan kebesamaan menjadi kesan bagi yang hanya melihat mereka dari dekat, semangat mereka bekerja luar biasa, disana juga banyak candaan sesame mereka.

rema-1Aman Kasrol salah seorang warga Turun Junte Rema  yang saya coba wawancara mengenai tujuan pembongkaran mersah lama, ia mengatakan bahwa mersah lama ini terlalu kecil  sekarang dan juga terbuat dari papan, jadi dibongkar yang ini dan akan dibangun mersah baru,  bangunannya lebih besar dan ditempat yang sama.

Ia juga menjelaskan sumber dana untuk pembangunan Mersah Baru bahwa selain dari swadaya masyarakat juga ada bantuan dari dinas di prov. Aceh. Sementara dari pemkab Gayo Lues, ia tidak tau “ gag tau ada apa gak bantuan dari pemkab Galus, tapi kayaknya tidak ada” lanjut aman Kasrol. Sementara Tokoh Pemuda Turun Junte Sulaiman juga menjelaskan hal yang sama, ia juga menjelaskan bahwa aktifitas pembongkaran ini jauh jauh hari telah disepakati, dan sudah lama mencari dana untuk pembangunan gedung baru, ada dana dari provinsi yang bersumber dari Otsus, sedangkan dari pemerintah Kab. Gayo Lues sendiri belum ada.  Ia berharap semoga Pemkab Gayo Lues mau membantu untuk mempercepat proses pembangunan gedung baru.

Rema-3Teduh, Ngopi Murum
Setelah melakukan pembongkaran sejak pagi mulai dari pukul 07.00 Wib, lebih dari setngah bangunan telah sukses di bongkar dan sebelum melanjutkan lagi pembongkaran, seluruh masyarkat turun junte terlebih dulu melakukan Ngopi murum, sambil istirahat sejenak ‘ kite ngopi dulu, biar semangat lagi, tawar rasanya kalau belum kena kopi ini’ ungkap salah seorang warga turun junte sambil memanggil teman-temannya yg masih kerja ” Teduh ule”. Begitu terasa keakraban dan kekompakan disana, tidak ada bos, semua bergerak dengan sendirinya, semua bekerja, kaum ibu juga sibuk didapur untuk keerluan konsumsi.  Ngopi murum sambil istiraht sejenak ini merupakan suatu tradisi di Kota Seribu Bukit, setiap ada kegiatan Ramai-ramai seperti gotong royong atau ada keramaian selalu ada kopi, gak lengkap tanpa kopi. Hal ini dijelaskan Sulaiman, Tokoh pemuda Turun Junte.

Kekompakan warga tutun junte dalam merobohkan mersah ini semakin terlihat jelas, tidak butuh waktu lama semua selesai dikerjakan, kira-kira tidak lebih dari 4 jam. Padahal mersah ini lumayan sulit dalam proses pembongkaran bahkan juga ada yang jatuh dalam proses tersebut, mengingat sulitnya pembongkaran bangunan lama bisa dikatan waktu 4 jam itu sangatlah cepat. Awalnya mereka prediksi bisa bisa selesai sore hari. ”karena kita kompak pekerjaan ini terasa lebih mudah dan lebih cepat tuntas dari perkiraan, ini  karena kita betul-betul sama-sama bekerja” ungkap Sulaiman

Kuah Encer “Kambing” Bang Ondon
Menjelang siang, setelah semua proses pembongkaran selesai,kira-kira sekitar pukul 12.00, semua warga berkumpul di halaman rumah salah seorang warga yang berdampingan dengan lokasi mersah yang di bongkar tadi, Rupanya Koki Handal Gayo Lues Bang Ondon telah mempersiapkan menu special untuk dinikmati bersama, yaitu Kuah Encer “Kambing “ bang Ondon.  Hampir semua masyarakat Gayo Lues khususnya di kalangan pemerintahan mengenal sama koki yang pernah di publish masakannya di kompasiana.com. Ia kebetulan juga warga turun Junte Rema, ia juga memiliki Warung “ Bang Ondon” di Kota Blangkejeren, kalau ada tamu-tamu dari luar daerah, sering dipilih sebagai tempat menikmati wisata Kuliner khas gayo Lues disana, pada hari itu disaaat orang lain sibuk merobohkan mersah, ia justru sibuk meracik bumbu untuk sajian makan siang semua warga yang ikut bekerja gotong royong tersebut.

Saya kebetulan juga ada disana, ikot menikmati kuliner khas bersama masyarakat turun junte, seakan merinding dan salut akan kebersamaan dan kekompakan mereka, masakannya juga Maknyus, selesai menikmati hidangan bersama, ada rapat kecil yang dipimping kepala dusun untuk pengutipan dan pengumpulan uang untuk pembangunan mersah yang baru, salut dengan kekompakan warga turun junte dalam membangun Mersah, hanya ada tiga kata, bersama kita biisa!!!

 *Pemerhati sosial dan penulis tetap di LintasGayo.co

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top