Opini Tafakkur Terbaru

Ramadhan dan Training Kebaikan

Mutiara Ramadhan Bersama LintasGayo.co (4)

Muhammad Nasril*

RelnasTIDAK terasa  bulan yang  penuh berkah ini berjalan begitu cepat, sekarang sudah berada pada hari ke 8 Ramadhan 1436 H dan ia akan terus berjalan, namun sekedar untuk bermuhasabah mari sejenak melihat hari-hari yang telah lalu apakah benar-benar kita telah memanfaatkan Ramadhan untuk menyelami keberkahan didalamnya dan meraih fahala sebanyak-banyaknya Atau mungkin kita hanya melewati hari-hari itu dengan kemalasan dan amal ibadah sekedar saja atau kadang bahkan berharap agar cepat habis Ramadhan karena  banyak yang harus Menahan. Sebelum terlambat, dan masih ada tersisa Ramadhan bersama kita, semoga ksesempatan ini bisa mengoptimalkannya dengan mengerjakan kebaikan sebanyak-banyaknya.

Adapun hal-hal yang bisa membuat kita termotivasi untuk melakukan sebuah kebaikan adalah ketika kita mengetahui dan meyakini sepenuhnya, manfaat dan hikmah dari sebuah amalan tersebut. Dalam kitab Syarh Riyadusshalihin disebutkan bahwa jalan kebaikan itu sangat banyak, kebaikan itu bukan tunggal dan bukan satu jenis. Sehingga bagi kita yang mau melakukan kebaikan dalam Profesi apapun bisa menjalaninya, kebaikan itu ada yang terdiri dari pekerjaan badan (Fisik), pengorbanan harta dan penggabungan antara fisik dan harta.

Dalam Islam melakukan sebuah kebaikan lebih besar peluang dan lebih mudah daripada melakukan kejahatan. Begitu juga dengan amalan-amalan kita di bulan Ramadhan seperti menjaga Shalat berjamaah, Puasa, zakat, Sadaqah, Nafkah, Baca al-Qur’an, silaturrahim, menuntut ilmu dan masih banyak kegiatan-kegiatan kebaikan lainnya. Bulan Ramadhan yang didalamnya diwajibkan berpuasa merupakan Madrasah atau tempat latihan untuk berbuat baik, sehingga kebaikan itu juga lahir setelah Ramadhan. Dalam menjalani ibadah Puasa kita diajarkan bagaimana caranya agar fahala puasa tetap terjaga, tidak sekedar puasa menahan haus dan lapar, seperti dalam  Hadits Rasulullah SAW dimana hari-hari puasa agar senantiasa menjaga lisan, pandangan dan anggota badan lainnya dari kemaksiatan dan juga penuh kehati-hatian. ” Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan dari puasanya kecuali hanya rasa lapar. Dan betapa banyak orang yang sholat malam, tapi tidak mendapatkan dari sholatnya kecuali hanya begadang ” (HR Ibnu Majah)

Dalam hadits tersebut Rasulullah SAW mewarning atau memberi peringatan kepada kita agar melakukan sebuah kebaikan dengan catatan pekerjaan tersebut tidak sia-sia, fahalanya tidak luntur, sehingga sangat diperlukan ilmu dalam melakukan sebuah amalan kebaikan dan dianjurkan kepada kita  untuk menuntut ilmu apalagi dengan kondisi seperti sekarang ini.  Ini artinya, hari-hari puasa kita haruslah penuh kehati-hatian. Menjaga lisan, pandangan dan anggota badan lainnya dari kemaksiatan.

Setiap amalan kebaikan kita Allah mengetahuinya dan sekecil apapun kebaikan itu Allah akan membalasnya, seperti firman Allah SWT dalam surat AL-Baqarah:

Dan apa saja yang engkau semua lakukan dari kebaikan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahuinya” (Qs. Al-Baqarah: 215) dan pada ayat lain Allah SWT berfirman      “ Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat timbangan debu (Zarrah) maka ia akan mengetahuinya- di akhirat nanti memperoleh balasannya ( Az-Zalzalah: 7)

Kedua ayat ini menjadi motivasi untuk kita agar senantiasa melakukan kebaikan, terlebih di bulan Ramadhan yang merupakan Madrasah atau tempat pendidikan untuk belajar sebuah kebaikan, sehingga begitu keluar dari Ramadhan kita sudah terbiasa dengan kebaikan, ketika kita tidak mampu melakukan sebuah kebaikan yang besar lakukankan kebaikan walau sekecil apapun, dalam sebuah hadits Rasulullah SAW yang terdapat dalam kitab Riyadusshalihin pada bab “ Menjelaskan banyaknya jalan-jalan kebaikan” ketika kita tidak mampu melakukan kebaikan yang lain, minimal kita tidak berbuat jahat atau mendalimi orang lain.

Dari Abu Zar, yaitu Jundub bin Junadah r.a., katanya: . . . Saya berkata pula: “Ya Rasulullah, bukankah Tuan telah mengetahui, jikalau saya ini lemah sekali dalam sebagian pekerjaan?” Beliau SAW. bersabda: “Tahanlah keburukanmu, jangan sampai mengenai orang banyak, amalan sedemikian itupun merupakan sedekah daripadamu untuk dirimu sendiri – yakni tidak mengganggu orang lain.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

*Penulis tetap di media LintasGAYO.co, Penghulu di Nisam Aceh Utara

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *