Keber Ari Gayo Sara Sagi Sosial Budaya Terbaru Wisata

Rumah Peradaban akan Dibangun di Mendale, Jika?

Laporan Kha A Zaghlul

Lokasi Penelitian Arkeologi di Loyang Mendale. (foto : Taufiqurrahman)
Lokasi Penelitian Arkeologi di Loyang Mendale. (foto : Taufiqurrahman)

LOYANG Mendale dan Ujung Karang sangat layak diprogramkan menjadi salahsatu Rumah Peradaban di Indonesia dalam pengertian fisik dan dalam konteks kebudayaan. Demikian dikatakan Peneliti Utama Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas), Prof. Truman Simanjuntak diamini Kepala Puslit Arkenas, I Made Griya, Kepala Balai Arkeologi Medan, Baskoro Daru Tjahjono dan arkeolog Ketut Wiradnyana di  Takengon, Kamis 18 Juni 2015 lalu.

Kapuslit Arkeologi Nasional, I. Made Griya di Loyang Mendale Takengon. (LGco_Khalis)
Kapuslit Arkeologi Nasional, I. Made Griya di Loyang Mendale Takengon. (LGco_Khalis)

“Yang kita pikirkan dari Puslit Arkenas adalah pembangunan Rumah Peradaban di Loyang Mendale dan Ujung Karang yang menyediakan sarana pemasyarakatan, sarana pendidikan dan juga sarana interaksi dengan masyarakat. Tentu syarat utamanya mesti dibebaskan lahan terlebih dahulu.” kata Prof. Truman.

Rumah Peradaban tersebut, nantinya bukan sekedar status namun juga akan dibangun sarana fisik, semakin luas lokasi yang dibebaskan semakin baik.

Banyak yang bisa dilakukan di Rumah Peradaban nantinya, apalagi letaknya sangat strategis. Ada diversifikasi kegiatan untuk memasyarakatkan nilai-nilai sejarah budaya Gayo. Banyak sarana yang bisa dibangun oleh pemerintah pusat di Rumah Peradaban, bahkan hingga pementasan seni dan pameran-pameran.

Ditegaskan Prof. Truman, sebesar apapun dukungan atau rekomendasi dari pihaknya, tidak akan berarti jika pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah tidak meresponnya. “Pemerintah disini mesti digaris terdepan,” katanya.

Prof-Truman-dkk-di-Loyang-MendaleDan untuk mewujudkannya, pihak terkait di Aceh Tengah mesti ke Jakarta menemui Direktorat Permuseuman dan Cagar Budaya untuk mempresentasikan usulan pemabngunan Rumah Peradaban di Takengon.

“Jika ini berhasil maka yang terjadi seperti di Sumatera Selatan, digulirkan dana dari pusat untuk 3 tahun berturut-turut mulai tahun 2015 dengan dana sebesar Rp.30 Milyar,” ungkap Truman.

Wacana ini, dikatakan Prof. Truman sudah didiskusikan dengan Wakil Bupati Aceh Tengah, Khairul Asmara dan menyatakan pihaknya akan berupaya membebaskan lokasi Loyang Mendale dan Ujung Karang terlebih dahulu sebagai syarat utama digulirkannya program Rumah Peradaban tersebut.[]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *