Ekonomi Keber Ari Gayo

BBI Lukup Badak Segera Kembangkan Azola Sebagai Pengganti Pellet

AZOLA (Azola, spp) merupakan tumbuhan paku-pakuan, memiliki tampilan morfologi yang lengkap karena memiliki bagian batang, daun dan akar yang dapat dilihat secara kasat mata. Karena ukurannya mini, yang hanya berukuran paling panjang kurang dari tiga sentimeter saja, sehingga bisa disebut sebagai jenis tumbuhan lengkap terkecil di dunia.

IMG_20150619_153818
Azola (Azola, spp), (LG.co – Muna)

Azola merupakan tumbuhan air, yang hidup mengapung dipermukaan peraian air tawar yang dangkal dan terbuka.

Kini azola ternyata banyak dibudidayakan, karena mempunyai banyak manfaat. Diantara manfaatnya adalah dapat dipergunakan sebagai pupuk alami (organik), selain itu azola dimanfaatkan sebagai pakan alami bagi ikan budidaya air tawar, terutama jenis ikan air tawar pemakan tumbuhan atau herbipora seperti jenis ikan Nila, Gurami dan jenis lainnya.

Ternyata di dataran tinggi Tanoh Gayo tepatnya di Kampung Umah Besi Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah, sudah ada orang yang mengembangkan jenis tumbuhan azola ini, untuk dimanfaatkan sebagai sumber pakan ikan pengganti pakan buatan atau pellet.

Ir. M. Nur Gaybita, M.Si, seorang pensiunan pegawai di salah satu BUMD di DKI Jakarta dan pernah menjabat sebagai direktur, adalah orang yang pertama mengembangkan budidaya azola sebagai pakan ikan di Tanoh Gayo. Sejak bulan Maret 2015 lalu, beliau sudah membudidayakan azola di kolam kultur miliknya dan sudah menggunakannya sebagai pakan ikan terhadap 7.000 ekor ikan jenis Nila peliharaannya yang telah berumur 1,3 bulan.

Ir. M. Nur Gaybita, M.Si (tengah), duduk berdampingan dengan Kadis Peternakan dan Perikanan Kab. Aceh Tengah drh. Rahmandi, M.Si (kiri) dan Kabid. Pengembangan Sumberdaya Peternakan dan Perikanan Disnakkan Aceh Tengah, Ir. Zulkifli (kanan)
Ir. M. Nur Gaybita, M.Si (tengah), duduk berdampingan dengan Kadis Peternakan dan Perikanan Kab. Aceh Tengah drh. Rahmandi, M.Si (kiri) dan Kabid. Pengembangan Sumberdaya Peternakan dan Perikanan Disnakkan Aceh Tengah, Ir. Zulkifli (kanan)

Berdasarkan penjelasan Nur Gaybita, pemberian pakan azola terhadap ikan peliharaannya itu, menunjukkan hasil yang nyata, terlihat dari respon ikan yang lahap memakan pakan azola ini dan pertumbuhan ikan yang relatif cepat.

Pengamatan tersebut sesuai dengan referensi dan pengalaman yang diperolehnya dari daerah Jawa Timur, tempat dimana jenis azola ini berasal.

Di daerah Jawa Timur, penggunaan azola sebagai pakan ikan sudah intensif dilakukan oleh para pembudidaya ikan, bahkan perlakuan pemberikan pakan tidak lagi menggunakan pakan buatan pellet, yang beliau sebut dengan istilah “zero pellet”. Produktivitas dari kolam seluas satu hektar saja mampu menghasilkan nilai pendapatan sebesar 500 – 600 juta rupiah per musim tebarnya, sehingga setahun yang memiliki dua kali musim tebar mampu menghasilkan nilai produksi sekitar satu milyar rupiah per hektarnya.

Sebuah prospek yang menjanjikan dengan teknologi budidaya ikan yang lebih sederhana, sehingga berdasarkan referensi tersebut, Nur Gaybita berkeinginan mengembangkan budidaya azola sebagai pakan ikan di Tanoh Gayo (Bener Meriah dan Aceh Tengah) sebagai alternatif yang tepat untuk memajukan perekonomian masyarakat disektor budidaya perikanan.

Permasalahan yang selalu menjadi kendala dalam bidang budidaya ikan di Tanoh Gayo dan paling mendasar adalah ketersediaan pakan ikan, bukan pada masalah kurangnya benih atau masalah lainnya, lanjut Nur Gaybita.

Di India, budidaya azola sudah dilakukan secara intensif, sehingga perlakuan budidaya azola sudah luar biasa, karena dijadikan sebagai sumber bisnis yang cukup menjanjikan.

Selain teknologi budidaya yang terbilang cukup sederhana, penggunaan azola berpengaruh terhadap citarasa ikan yang lebih enak dan lezat dibandingkan dengan menggunakan pakan ikan buatan berupa pellet.

Menanggapi penjelasan Nur Gaybita yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Provinsi Daerah Istimewa Aceh ini, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tengah drh. Rahmandi, M.Si, yang berkesempatan berkunjung ke lokasi perkolaman milik Nur Gaybita didampingi Ka. UPTD BBI Lukup Badak pada hari Jum’at tanggal 19 Juni 2015, merespon positif pengembangan azola ini sebagai pakan pengganti pellet, dan bermaksud segera mengembangkan azola ini di BBI Lukup Badak Kabupaten Aceh Tengah. (MA).

IMG_20150619_154626
Salah satu kolam budidaya ikan Nila milik Nur Gaybita, di Kampung Umah Besi Kec. Timang Gajah – Bener Meriah. (LG.co – Muna).

Comments

comments