Inilah Gayo Sosok Terbaru

Datu Beru Tewas Diracun?

Kha A Zaghlul

Komplek makam Datu Beru. (LGco_Munawardi)
Komplek makam Datu Beru. (LGco_Munawardi)

DATU Beru bergelar Qurrata ‘Aini, sosok perempuan tangguh dari Gayo yang pernah menjabat sebagai anggota Parlemen di kerajaan Aceh sebagai perwakilan dari kerajaan Linge, saat itu Johansyah sebagai Reje Linge ke-12.

Dalam tulisan Yusra Habib Abdul Gani- [highlight]Datu Beru Datu Siapa?[/highlight] disebutkan bahwa Qurrata’aini berkiprah dalam dunia politik, hukum dan telah menempatkan dirinya sebagai satu-satunya wanita Aceh yang disegani dan layak menduduki kursi Parlemen pusat pada masa pemerintahan Sultan Ali Mughayatsyah.

Diriwayatkan, dalam perjalanan dari Kuta Raja menuju Takengon, setibanya di Ulung Gajah, tiba-tiba Datu Beru jatuh sakit. Para stafnya mengusung dengan tandu. Akhirnya, beliau meninggal dan dimakamkan di sebuah bukit di Kampung Tunyang, Kabupaten Bener Meriah.

Tidak banyak referensi tentang Datu Beru walau namanya diabadikan menjadi nama Rumah Sakit Umum (RSU) di Takengon Aceh Tengah. Namun kematiannya karena sakit dibantah oleh Tgk. Ilyas Leube dalam sebuah kesempatan berziarah di makam Datu Beru di tahun 1968. Salah seorang yang mendengar penuturan Tgk. Ilyas Leube adalah penyair Ibrahim Kader dan menuliskan kisah Datu Beru dalam sebuah syair.

Makam Datu Beru. (LGco_Munawardi)
Makam Datu Beru. (LGco_Munawardi)

Menurut Ibrahim Kader dalam sebuah pertemuan di Kala Lengkio Kebayakan, 17 Mei 2015, dirinya pernah mendengar penuturan Tgk.Ilyas Leube saat berpidato bahwa Datu Beru mati karena di racun. Sayangnya Ibrahim Kader tidak menyebut siapa dan kenapa Datu Beru diracun (itubei). Namun kepulangan Datu Beru dari Kutaraja saat itu setelah membela Reje Linge ke-13 dari hukuman mati karena tuduhan membunuh Bener Merie. (baca: Datu Beru Datu Siapa?).

Dalam kesempatan lain di tahun 1968, Tgk.Ilyas Leube turut hadir di sebuah acara di gedung Gentala Takengon, Ibrahim Kader diberi kesempatan melagukan lagu Datu Beru yang diciptakannya. Dan dia mendapat pujian dari Tgk. Ilyas Leube. “Sejarah Datu Beru ni lagu jerohen pe si tos Ibrahim Kader ni dibak si keceriten,” demikian pujian Tgk. Ilyas Leube saat itu yang maksudnya “Sejarah Datu Beru sepertinya lebih baik yang buat Ibrahim Kadir ketimbang yang saya ceritakan”.

Berikut petikan lagu Datu Beru ciptaan Ibrahim Kadir yang terinpirasi dari kisah yang dituturkan Tgk. Ilyas Leube dan dilagukan kembali oleh Ibrahim Kader di Kala Lengkio Kebayakan, 17 Mei 2015.

Wo Urang Gayo enti ko lupen
ini cerite wa yo ho ho Datu Beru kudenang-denang, denang ku denang
Sebujur Aceh selintang Batak
sejarah kolak  jungker ku rentang

wo urang Gayo nume ko budak
enti ko cangak wan urang-urang, wan urang-urang

ke perin jema pe kite urang uten
murungke-rungke asal keturunen
i bumi Aceh ini asa kejadien
datunte jemen mulo mumancang,
sayaaaaang Mpu Beru sayang

Asal Linge awal Serule
Sahan die, Munyang Kute Kute Reje
i Nenggeri Linge mulo terpancang,
sayaaaang, Datu Beru sayang

Gajah Putih mununtut sejarah
kite mulo megah mududuki ampang
Kawe Tepat munosah surah
sana kati karing jamah-jamah munungkahi ari wan keranyang
Sayaaang, Mpu Beru sayang

…..

Komplek Makam Datu Beru. (LGco_Munawardi)
Komplek Makam Datu Beru. (LGco_Munawardi)

Dari untaian lagu ini, selain soal sejarah Datu Beru juga jelas tergambar bantahan terhadap klaim bukan suku bangsa Gayo yang pertama mendiami provinsi paling barat pulau Sumatera, dan saling klaim saling bantah ini terus terjadi hingga ditemukannya bukti kehidupan pra sejarah di tepi danau Lut Tawar di Loyang Mendale dan Ujung Karang oleh arkeolog Ketut Wiradnyana yang memulai penelitian sejak tahun 2009.

Bukan soal siapa penduduk pertama saja yang terungkap, tapi juga klaim penjajah Belanda yang menyatakan Gayo berasal dari Batak terbantahkan. Justru Batak yang berasal dari Gayo (baca buku Gayo Merangkai Identitas, 2011).[]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *