Ekonomi Hukum Keber Ari Gayo Lingkungan Sastra Terbaru

Lagi! Ribuan Petani di Gunung Leuser Serbu Gedung DPRK Agara

*Tangkap dan Adili Kepala Unit BPTNGL Kutacane

Massa dari Petani Kaki Gunung Leuser  kembali menyerbu Gedung DPRK Agara Selasa (28/4). (LGco_Zulfan)
Massa dari Petani Kaki Gunung Leuser kembali menyerbu Gedung DPRK Agara Selasa (28/4). (LGco_Zulfan)

Kutacane-Lintas Gayo : Ribuan masyarakat yang mengatasnamakan Persatuan Petani Kawasan Kaki Gunung Leuser (PPKKGL) Aceh Tenggara (Agara), Selasa (28/4) melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor DPRK setempat mendesak Balai Perlindungan Taman Nasional Gunung Leuser (BPTNGL) menghentikan eksekusi atas lahan perkebunan masyarakat yang dianggap berada di TNGL.

Pantauan LintasGayo.co, aksi yang berlangsung sekitar pukul 10.00 Wib hingga pukul 12.00 Wib ini sempat memanas ketika para pendemo mendesak masuk ke gedung DPRK. Namun, karena dikawal ketat pihak keamanan dibantu petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), akhirnya aksi berlangsung aman.

Sebelum menuju gedung DPRK, pendemo yang jumlah diperkirakan lebih dari 1.000 orang yang berasal dari 16  kecamatan ini lebih dulu berkumpul di pelataran parkir Stadion H Syahadat, Kutacane. Mereka membawa berbagai poster yang berisi hujatan terhadap BPTNGL. Kemudian, pendemo berjalan kaki menuju gedung dewan.

Di depan kantor perwakilan rakyat ini, para pendemo langsung menyampaikan orasi, diantaranya mendesak BPTNGL Kutacane untuk menghentikan penebangan kebun milik petani, BPTNGL memundurkan atau memperjelas tapal batas TNGL dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Salah seorang Koordinator Aksi, Tomi menyampaikan kedatangan mereka yang kedua ini ke gedung DPRK tersebut hanya ingin menyampaikan kalau kesepakatan bersama yang lalu di buat telah dikangkangi oleh pihak BTNGL.

Selain itu, kata Tomi, pada pembukaan lahan sejak beberapa tahun lalu, para petani tidak pernah menerima surat teguran dari pihak manapun yang mengatakan bahwa lahan perkebunan yang difungsikan tersebut merupakan kawasan TNGL.

“Kenapa setelah karet dan kakao yang kami tanam tumbuh besar lalu ditebang dan hingga sekarang tapal batas TNGL tak menentu. Kalau memang TNGL adalah paru-paru dunia, apa kompensasi bagi kami di lereng hutan lindung ini,” ujar Tomi.

Pihaknya menuntut agar dihentikannya penyidikan terhadap petani di kaki Gunung Leuser. “Jangan tebangi tanaman kami yang telah berbuah dan sudah jadi, kepada gubernur Aceh jangan jual hutan kami, dan tuntuntan kami yang terakhir tangkap dan adili Kepala Unit BPTNGL Kutacane, Gunawan Alja S.Hut,” tegas Tomi mewakili massa.

Semntara Ketua DPRK Agara Irwandi Desky dalam menghadapi para pendemo, mengatakan akan mendukung sepenuhnya tuntutan dari para petani dan akan memfasilitasi dari tingkat kabupaten, tingkat provinsi bahkan sampai ke tingkat pusat untuk bertemu dengan Menteri kehutanan RI. (Jubel | Kh)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *