Keber Ari Gayo Kopi Gayo Pemerintahan Sosial Budaya Terbaru

Festival Kopi Gayo 2015 Ajang Promosi Kopi Gayo ke Dunia

PicsArt_1429704161748Redelong-LintasGayo.co : Festival kopi Gayo tahun 2015 merupakan ajang promosi kopi Gayo bukan hanya ditingkat nasional tetapi juga dapat dikenal hingga ke mancanegara, demikian kata Bupati Kabupaten Bener Meriah Ruslan Abdul Gani saat membuka kegiatan festival Kopi Gayo 2015 di Gedung Olahraga (GOR) Rabu (22/4/2015).

Lebih lanjut Ruslan menambahkan, festival kopi Gayo 2015 yang berlangsung saat ini diharapkan bisa mengangkat perekonomian serta kehidupan petani kopi di Kabupaten Bener Meriah.

Tambahnya lagi, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah akan terus memperhatikan mutu dan kualitas tanaman kopi di daerah ini. Saat ini Bener Meriah memiliki 46.000 hektar area perkebunan, dengan jumlah produksi pertahun 730 kg/hektar, dalam setahun 33.580 ton.

“Harga kopi saat ini perkilogram nya sebesar 50 ribu rupiah, maka pendapatan petani 1,67 miliyar lebih pertahun,” sebutnya.

Untuk itu, dibutuhkan penanganan kopi arabica Gayo yang berkualitas mulai dari proses penanaman hingga paska panen. “Melalui festival ini, tidak hanya berlaku sebagai ajang promosi saja, melainkan akan menjadi pembelajaran bagi petani kopi,” ucapnya, sambil menambahkan festival tahun ini juga dihadiri oleh lebih dari seratusan pembeli (buyers) dari dalam dan luar negeri.

Sementara itu, Gubernur Aceh yang diwakili,  Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Zulkifli mengatakan, atas nama Pemerintah Aceh, mengucapkan terimakasih atas undnagan menghadiri kegiatan tersebut.

“Kami yakin melalui festival ini, bukan hanya penting untuk memperkenalkan kopi Gayo ke seluruh dunia, tapi juga mengundang daya tarik wisatawan,” ujarnya.

Harapan pemerintahan Aceh lanjutnya lagi, Pemkab Bener Meriah tidak hanya mengembangkan kopi Gayo sebagai sumber ekonomi rakyat, tapi juga menjadikan kawasan perkebunan sebagai tujuan wisata.

Diakhir sambutannya, Zulkifli menambahkan Pemerintah Aceh sangat mendukung pelaksaanaan festifal kopi Gayo ini, sebab, perkebunan kopi di wilayah Bener Meriah tidak lagi hanya sekedar sebuah usaha, tapi juga asset budaya dan kebanggaan Aceh.

(SP | DM)

Comments

comments