Jurnalis Warga Terbaru

Dalam Dekapan Ukhwah Rihlah KUA Nisam ke Krueng Tuan

Catatan Rihlah : Muhammad Nasril, Lc, MA

Rihlah KUA NisamSekitar beberapa hari lalu tepatnya pada hari Sabtu (07/03/2015) rombongan keluarga besar KUA Nisam dan beberapa KUA lainnya yang berdekatan dengan KUA Nisam (KUA Bandar Baro, KUA Nisam Antara) mengadakan rihlah (Perjalanan-red) ke Krueng Tuan yang terletak di Nisam Antara kabupaten Aceh Utara.

Saya memilih menikmati perjalanan dengan menggunakan sepeda motor agar bisa lebih santai dan bisa menikmati keindahan alam. Pemandangan indah sepanjang perjalanan menuju kesana betul-betul sangat indah, banyak pohon-pohon hijau dan pohon pinang milik warga juga menghiasi pemandangan.

Ini merupakan kali pertama menuju kesana, biasanya saya mengguanakan jalan ini hanya sampai di PT KKA saja, awalnya saya pikir kalau jalan ini tidak bagus dan belum di aspal karena beberapa tahun yang lalu kawan yang bertugas dikecamatan Nisam Antara mengeluh tentang jalan menuju kesana apalagi pada saat hujan, namun sekarang jalan menuju kesana sudah sangat bagus, sudah diaspal, jalan ini tembus ke Tanoh Gayo yaitu menjadi daerah perbatasan Kabupaten Aceh Utara dengan Kabupaten Bener Meriah, kabar dari orang yang ada disana, untuk sampai ke perbatasan belum semua jalan di aspal, kira-kira membutuhkan waktu sekita 1 jam lebih kurang, tentu harapan masyarakat disini kepada pemerintah agar jalan ini cepat diselesaikan karena sangat membantu perekonomian masyarakat.

Setiba di tempat tujuan rombongan yang lain sudah duluan sampai, bapak-bapak sedang asyik menyiapkan menu untuk makan siang (Sie Kameng dan Ikan Bakar) nantinya, ibu-ibu membantu menyiapakan bumbu dan menu ringan dan anak-anak sedang asyik mandi menikmati segarnya air sungai Krueng Tuan.

Kari Kambing Khas Aceh Utara dan Ikan Bakar Menu Rihlah

Setelah sampai di sebuah sungai indah di Krueng Tuan, rombongan langsung mempersiapkan tempat untuk lapak istirahat sejenak sambil menunggu kawan-kawan yang belum sampai. Anak-anak tidak menunggu lama ketika melihat birunya air sungai Krueng Tuan ini, mereka langsung sibuk minta izin ke orang tuanya untuk menikmati segarnya air sungai.

Setelah istirahat sejenak dan kawan-kawan yang ditunggu semua sudah sampai, bapak-bapak mulai sibuk dengan memotong daging dan persiapan lainnya untuk menu siang nanti. Sementara kaum Ibu mereka sibuk memotong perlengkapan yang diperlukan untuk bumbu masak kari Kambing khas Aceh Utara, ada juga diantara ibu-ibu yang sibuk dengan membuat kecap untuk lalapan dengan ikan bakar dan ada yang sibuk membuat rujak dan es buah, semua sibuk dengan akifitas masing-masing.

Aktifitas sibuk ini membuat lupa acara dokumentasi sampai ada yang mengatakan “Tulong cok foto dilee, dalam Tas lon Na Kamera,” ujar salah seorang anggota rihlah. akhirnya bagian dokumentasi aktif mengabadikan moment indah ini mulai dari kegiatan bapak-bapak memotong daging, anak-anak mandi, dan ibu-ibu menyiapkan bumbu untuk masakan.

Setelah semuanya beres, saatnya proses naik “dapur” namun sempat terjadi perbedebatan kecil dalam menggunakan dapur untuk meletakkan belanga, ada yang mengatakan pakek batu yang ada di tepi sungai, ada yang bilang bisa dengan kayu aja.

Akhirnya Adnani staff KUA Nisam mengambil inisiatif untuk menjadikan kayu sebagai dapurnya, sampai ada yang mengatakan Awaknyoe emang ka professional mandum hana peu ta ragukan le, Awak masak bak khanduri dum pernyataan ini menjadi suasana lebih semangat sambil bercanda memuji kebijakan yang di ambil oleh pak Nani.

Aroma sedapnya kari kambing sudah mulai tercium, satu persatu ingin mencoba “pura-pura” rasa sudah masak atau belum (“hehe, yang peunteng rasa”), disini layaknya sebuah keluarga, seolah persaudaraan telah lama terjalin.

Kemudian disamping dapur yang digunakan untuk memasak kari kambing, ikan bakar diletakkan di sampingnya, ada yang meragukan kapan masaknya kalau cara seperti itu, ternyata dugaan mereka salah lagi, ikan bakar lebih duluan masak, kari kambing pun hampir masak, semua siap-siap untuk menikmatinya.

Menu rihlah KUA NIsam dan KUA tetangga betul-betul perfect, ada bu kulah ada juga bu yang tidak dikulah, setelah semua sudah ada nasi dan masing-masing mengambil lauknya, kemudian rombongan langsung menikmatinya diatas bebatuan di dalam sungai, suasana penuh keakraban, kari kambing mantap! setelah itu lanjut dengan ikan bakar, ada yang satu ikan dan ada yang dua ikan tergantung selera masing-masih, boleh dipilih stock banyak.

Setelah sesi makan-makan selesai, rombongan shalat Dhuhur dan setelah itu kembali lagi ke sungai, sekarang saatnya bagi bapak-bapak untuk menikmati segarnya air sungai Krueng Tuan, sungai itu jernih, biru, ada yang alirannya deras, ada juga air yang tenang, kondisi ini membuat bapak-bapak juga begitu menikmati mandi di sungai ini, selain untuk mandi kesempatan mencari batu giok juga dimanfaatkan oleh sebagian Rombongan, wal hasil “Na Meurumpok Bacut”. Tidak terasa waktu terus berjalan, sampai akhirnya ada yang menyeru Sang Kasep, Ujeun Karap”. Sebelum Ashar, rombongan kembali siap-siap berkemas untuk pulang kerumah masing-masing, anak-anak seolah berat, mereka masih ingin mandi menikmati sungai indah ini. Semua, hari itu Sabtu, 07/03/2015 membawa cerita sedapnya kari Kambing, lezatnya Ikan Bakar dan segarnya air sungai Krueng Tuan Nisam Antara.

Merajut Ukhwah, menjalin silaturahim

rihlahPerjalanan rihlah kali ini walaupun singkat dan penuh kesederhanaan ada satu poin yang sangat peinting bagi kami, pelajaran dari rihlah yang sangat berharga adalah membangun ukhuwah semakin erat, tidak hanya dengan Pegawai Kantor KUA Nisam akan tetapi juga dengan keluarga dari pegawai tersebut, hadir juga anggota KUA Kuta Makmur dan KUA Muara batu, sehingga terjalin silaturrahim dengan keluarga besar KUA Nisam dan juga KUA tetangga.

Biasanya antara Kepala KUA dan Staff berkomunikasi hanya di kantor dan terkait dengan tugas yang di emban masing-masing, namun hari ini komunikasi terjadi di alam bebas tidak hanya dengan person itu saja, tapi juga hadir keluarga masing-masing, suami,istri dan anak-anak sehingga semua saling mengenal satu sama lainnya. Persaudaraan yang dibangun tidak hanya pada saat bertugas akan tetapi melalui rihlah seperti ini bukti bahwasanya persaudaaran sesama patner kerja tidak terbatas pada satu tempat atau ruang lingkup yang kecil saja, karena persaudaraan ini tidak terbatas pada letak geografis dan ruang saja.

Adapun tujuan rihlah ini yaitu untuk mempererat ukhwah, membangun kekompakan dan sebagai bentuk Refresh, menyegarkan kembali pikiran setelah sekian lama berjibaku dengan rutinitas. Hal ini seperti di ungkapkan oleh kepala KUA Nisam Lukmal Hakim Yahya, S. Ag

“Dengan adanya rihlah seperti ini, bisa mempererat ukhwah dengan keluarga besar KUA, bisa mengenal anggota keluarga KUA satu sama lainnya, dan juga untuk membangun kekompakan sesama,” ungkap Lukmal.

Sementara Afri Salah seorang anggota KUA Dewantara yang hadir mengatakan sengat senang dengan adanyan rihlah seperti ini “Kita sangat senang, benar-benar enak rihlahnya,” demikian afri

Kadang selama menjalankan tugas ada gesekan, kadang marah, kadang tidak senang kepada teman kerja, rihlah seperti ini merupakan sebuah solusi untuk menghangatkan kembali persaudaraan, seolah-olah terkesan dalam bekerja kalau ada yang rajin dan malas, kadang-kadang kurang senang itu biasa, setelah ini akan ada semngat baru untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

*Penghulu KUA Nisam

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *