Free songs
Home / Keber Ari Ranto / Hj. Kamaliah Titip Buku Prof. H. Muhammad Daud, SH buat Bupati Nasaruddin

Hj. Kamaliah Titip Buku Prof. H. Muhammad Daud, SH buat Bupati Nasaruddin


cover_buku_profMedan-LintasGayo.co : Hj. Kamaliah memberikan buku “Bunga Rampai Hukum Pidana dan Kriminologi serta Kesan Pesan Sahat Menyambut 70 Tahun Prof. H. Muhammad Daud, S.H.,” Guru Besar Kriminologi Universitas Sumatera Utara (USU) asal Takengon, kepada Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, M.M.

“Dulu, beliau pernah silaturrahim ke rumah sama mendiang istri (Nirwani),” kata Hj. Kamaliah di Jl. Dr. Picauly No. 15 Perumahan Dosen USU, Medan, Senin (16/2/2015), saat memberikan buku mendiang suaminya tersebut kepada peneliti/penulis, Yusradi Usman al-Gayoni, saat bersilaturrahmi ke rumah pendiri SMA Negeri 1 Takengon (1957)itu.

“Kalau sudah di Takengon, insyaAllah segera saya berikan kepada Pak Bupati,” janjinya.

Prof. dr. Chairuddin P. Lubis, DTH&H, Sp. A(K), mantan Rektor USU, dalam buku itu, menyebutkan, “Saya bersahabat dengan beliau, karena kami sama-sama pernah mengaji di Jalan Manggis, Medan. Walai berlainan fakultas dan berlainan angkatan, beliau lebih senior dari saya, tetapi kami bisa akrab. Orangnya enak diajak berdiskusi, terbuka, dan bicara apa adanya. Mudah membantu, tidak pernah mempersulit keadaan. Semua dikerjakannya dengan sederhana.”

Satu hal lagi, lanjutnya, “Pengalaman saya dengan beliau adalah sifat beliau sangat ingin membantu teman. Tetapi, beliau juga menyampaikan, apa dia mampu untuk membantu. Hal ini terjadi ketika saya mendatangi beliau untuk bertindak sebagai promotor Bapak Dr. (HC) Raja Inal Siregar.”

Luar biasa, tulisnya. Beliau mau membantu. Beliau juga tidak malu mengatakan kekurangan yang ada pada beliau. Sesuatu kejujuran dan kerendahan hati yang benar-benar murni.

Kebiasaan Prof. Daud

Sementara itu, Drs. H. M. Yusuf Rawakil, mantan Dosen IKIP (Universitas Negeri Medan) dalam tulisannya yang bertajuk “Sang Profesor yang Berjiwa Sufi,” mengungkapkan, mantan Guru SGB/SGA di Takengon tersebut sering mengajak teman-teman dekat beliau bersilaturrahmi di rumah beliau dalam rangka makan bersama yang dilakukan setelah salat magrib, dan dilanjukan dengan pengajian tentang dunia kerohanian/tasawuf dan masalah-masalah sosial lainnya sampai larut malam.

Kebiasan lainnya, sebut Yusuf Rawakil, mengunjungi pesanteren di luar kota pada hari Jum’at dengan membawa makanan yang siap dimakan bersama anak-anak santri baik laki-laki maupun perempuan. Ketika pamit pulang, biasanya beliau membagikan amplop.

Diteruskannya, beliau juga sering mengundang anak-anak panti asuhan untuk dijamu makan di rumah beliau. Ketika mereka pulang, anak-anak diberi amplop. Hal ini dilakukan sebagai pencerminan sikap peduli beliau.

Tasawuf Imam Ghazali dan Hamka

Bidang tasawuf yang beliau geluti, ungkap Yusuf Rawakil, adalah tasawuf yang dianut Imam Ghazali dan Hamka, tasawuf yang tidak bercampur dengan filsafat, khurafat, mungkarat, dan bid’ah. Kajian tasawuf ini telah merasuk ke dalam jiwa beliau dan sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian, sikap, dan pandangan hidup beliau yang menumbuhkan sifaf-sifat yang terpuji sesuai sikap ideal Gayo, yakni gigih, yakin, dan optimis.

Beliau juga memiki sikap penampilan terpuji lainnya: disiplin, ikhlas dan berbaik sangka, ramah dan peduli serta bertanggung jawab.

(Genali| DM)

Comments

comments

Install Lintasgayo for Android Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top